Senin, 13 Desember 2010

Tujuan Hidup Yang Jelas (Mazmur 84:6-8)




Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion. (Mazmur 84:6-8)


Mazmur 84 secara keseluruhan berisi tentang sebuah kerinduan dari umat TUHAN untuk beribadah kepada TUHAN.
Mereka mempunyai hasrat untuk melakukan ziarah ke sebuah tempat yang telah pasti, yaitu di Zion (nama bukit tempat kota Yerusalem).

Dengan sebuah tujuan yang jelas disertai kerinduan untuk bersekutu dengan Allah membuat misi yang tidak mudah menjadi nyata.
Sebuah perjalanan yang panjang harus mereka lalui dengan melewati sebuah lembah yang tandus yaitu lembah Baka yang diartikan sebagai lembah air mata (valley of tears).
Lembah Baka adalah sebuah padang gersang di Palestina di mana tidak terdapat air, tetapi digambarkan di pemazmur bahwa mereka yang berhasrat ziarah tersebut mengubahnya menjadi sebuah sumur.
Akhirnya hujan pun turun dari langit ketika mereka setia, dan akhirnya mereka bisa menyelesaikan misi mereka untuk menghadap Allah Maha Kudus di Zion.

Sebuah kisah dari pemazmur yang mengajarkan kita sebagai umat Allah yang harusnya ada di umat Perjanjian Baru yang berbeda karakternya dengan umat Israel ketika dibawa Musa keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan.
Disini kita mendapatkan teladan dari orang-orang yang mengasihi TUHAN dan menaruh pengharapan besar kepada TUHAN. Dengan mengetahui VISI YANG JELAS yaitu menuju Zion bertemu Allah, apapun tantangan yang mereka hadapi, mereka hadapi dengan sukacita.
Sebagai bentuk penyertaan, TUHAN Allah memberikan hujan turun mengisi dahaga hidup mereka di tengah dukacita yang mereka terima.
TUHAN akan memberikan penyertaan kepada kita sebagai umat kesayanganNya ketika kita mempunyai sikap hati yang benar di dalam menghadapi masalah besar sekalipun.
Respon hati yang tidak bersungut-sungut akan membuat hati Allah disenangkan, jangan seperti umat Israel yang karena sungut-sungutnya mendapatkan hukuman di padang gurun dan berputar-putar 40 tahun lamanya sekalipun perjalanan bisa dilalui dalam hanya beberapa minggu.

Jika kita telah menerima keselamatan yang diberikan oleh TUHAN melalui penebusan Yesus di atas kayu salib, mengapa kita masih sering menggurutu bahkan lebih parahnya lagi menjadi murtad?
Penderitaan adalah bagian hidup dari semua umat manusia di muka bumi, tidak ada satu mahkluk pun yang tidak akan mengalami penderitaan (Roma 8:22). Anggaplah planet bumi adalah lembah Baka yang harus kita lalui dan sorga adalah Zion yang akan kita capai nantinya,
maka mulailah saat ini kita menggali sumur bermata air dengan sukacita yang timbul dari pengharapan akan menerima secara penuh keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir (1 Petrus 1:5).

Kita tahu bahwa kita tidak sendirian berjalan melewati segala peristiwa, baik suka maupun duka, ada teman-teman seperjuangan yang turut juga merasakan semua hal yang kita rasakan, terlebih lagi Yesus, kekasih jiwa kita, teladan kita telah terlebih dahulu melalui itu semua.
Maka, dengan cara pandang seperti itu, maka kita akan semakin dikuatkan sehingga ketika menghadapi penderitaan, kita bisa kuat menanggungnya, bahkan kita merasa bahagia karena dilayakkan oleh TUHAN, apalagi jika penderitaan itu mengerjakan kemuliaan yang kekal (2 Korintus 4:17), apalah arti semua penderitaan tersebut?


Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.



Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:13-14)


Lets fight for our destiny! Don't give up..

Selasa, 07 Desember 2010

Ancaman Terbesar Manusia (Mengenal Pola Kerja Iblis)



Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.


Menurutmu apa ancaman paling besar di dalam hidupmu saat ini? Apakah pencurian? pembunuhan? terorisme? perang? kemiskinan? penganiayaan dan kematian fisik?
Jika ya, bukankan TUHAN YESUS telah menyatakan :


Mat 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.


Jelas dikatakan TUHAN YESUS bahwa bukan hal itu yang perlu ditakuti? Saat ini dunia sedang dialihkan dan diperdayai untuk khawatir dan takut akan perang antar negara, terorisme, harga BBM dan barang semakin naik dan ketakutan-ketakutan fisik lainnya. Ancaman yang paling nyata dan musuh bagi dunia, terutama kepada orang percaya adalah 3 hal yang telah dikatakan Alkitab :


1 Yoh 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
1 Yoh 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.


Dengan kata lain, ancaman terbesar yang bisa membunuh jiwa kita adalah keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Dunia yang untuk sementara ini dikuasai Iblis sengaja mengecoh manusia sehingga kita tidak sadar akan ancaman kematian kekal yang ada.

Perkembangan media, internet, tv, musik, film dipakai oleh Iblis sebagai sarana untuk terus menerus mencuci otak manusia dengan memikat keinginan-keinginan kita. Ketika pikiran dan alam bawah sadar manusia dikuasai oleh Iblis, disanalah karakter manusia semakin diubahkan menuju kejahatan .


Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. (Yakobus 1:14-15)


Hidup manusia semakin egosentris. Ketika manusia berpusat pada diri sendiri, kompetisi antar individu terjadi, akibat lainnya adalah saling tidak percaya. Rasa aman hilang, manusia saling mengkhianati satu dengan yang lain, pada akhirnya manusia akan menjadi pribadi yang jahat. Jika jiwa manusia sudah dikuasai oleh Iblis, maka manusia menjadi seteru Allah.


Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan



So, waspadalah senantiasa. Tokoh-tokoh seperti Hitler, Stalin, Mao Tze Tung, Polpot, Osama Bin Laden dan tokoh-tokoh diktator lainnya hanyalah boneka kecil dari sebuah konspirasi kerajaan Setan. Yang tidak kelihatan lebih berbahaya daripada yang kelihatan. Iblis yang telah berpengalaman jutaan tahun dalam menyesatkan manusia tentulah bermetamorfosis dan berinovasi dengan bentuk kejahatannya. Tapi 3 hal yang merupakan pola kerjanya telah terdeteksi sejak awal dan merupakan pola tetapnya adalah menyesatkan manusia untuk jatuh dalam keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup.

3 Pola ini berhasil menyesatkan Adam dan Hawa, tapi 3 pola ini tidak berhasil dipraktekkan melawan Yesus Kristus di padang gurun ketika Yesus berpuasa 40 hari 40 malam lamanya.


Resep yang paling mujarab ada di Efesus 6:13


Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,


Jangan lengah !


1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Senin, 22 November 2010

Mengingat dan Mengalami Kembali Kepada Kasih Mula-Mula (Kejadian 35:1-7)

Kembali ke Betel !

MENGINGAT KASIH MULA-MULA



Sebuah perjumpaan pertama antara kita dan TUHAN adalah suatu momen peristiwa yang seharusnya tidak akan kita lupakan seumur hidup kita. Pada dasarnya, manusia adalah mahkluk yang punya kebiasan pelupa, terutama mudah lupa akan kebaikan-kebaikan orang, apalagi kebaikan TUHAN.

Mengingat keburukan dan kejahatan orang lain akan lebih mudah bagi seorang manusia daripada mengingat kebaikannya, parahnya lagi TUHAN yang tidak pernah membuat satupun keburukan kepada manusia seringkali disalah-mengerti oleh manusia sehingga ketika ada satu-dua masalah "buruk" terjadi di dalam hidupnya, ribuan kasih TUHAN bisa dilupakan dalam sekejap. Biasanya dan seringkali, untuk mengingatkan kasih mula-mula manusia akan TUHAN, manusia harus dihadapkan pada masalah besar dahulu sebelum hatinya berbalik kepada TUHAN.

Satu contoh di Alkitab yang menggambarkan kisah hidup seorang tokoh Alkitab yang jalan hidupnya mirip sekali dengan Kristen pada umumnya adalah Yakub. Kehidupan tokoh Yakub di Perjanjian Lama dihiasi dengan pengalaman bersama TUHAN yang menakjubkan. Satu hal yang bisa kita tangkap dari cerita perjalanan hidup dari tokoh yang nantinya dinamakan Israel ini adalah TITIK AWAL PERJALANAN ROHANINYA ketika berada di Betel.

Kisah ini bisa kita baca di kitab Kejadian 28:10-22. Pada saat itulah dia mengalami satu peristiwa perjumpaan dengan TUHAN yang membuatnya tercengang-cengang akan keagungan TUHAN. (Kej 28:17) Saat itu jugalah, Allah menyatakan diri dan janjiNya kepada Yakub. (Kej 28:13-15)

Pada saat pertama kali perjumpaan kita bersama TUHAN, ada satu keyakinan besar akan keselamatan di dalam hati kita yang tidak bisa kita lukiskan dengan kata-kata.
Saat itu, baik hati dan ucapan kita ingin memberikan hidup kita sepenuhnya kepada TUHAN sebagai ungkapan terima kasih mendalam kepada TUHAN. (Kej 28:20-22).
Ada contoh lain di Alkitab tentang perasaan yang tidak terkatakan mengenai keagungan TUHAN. Kita bisa membaca dari kisah Petrus ketika menyaksikan transfigurasi Yesus dalam wujud kemulianNya di atas gunung (Markus 9:5).

Tetapi seiring kehidupan kita, di mana ada kesulitan, kesenangan, keinginan yang belum terpenuhi, penderitaan, dari hari ke hari, perasaan penuh sukacita pada saat kasih mula-mula tersebut menjadi pudar.

Yakub, setelah pengalaman perjumpaan pertama bersama TUHAN di Betel, ada berbagai gejolak hidup dirinya yang dialaminya, bekerja untuk Laban untuk mendapatkan Rahel tetapi tertipu oleh Laban karena diberikan Lea kepadanya, menghadapi istri-istrinya yang manja dan egois, diperas oleh Laban terhadap pekerjaannya, dan lain-lain sampai pada saat dirinya dan keluarganya menghadapi masalah besar ketika anak-anaknya berbuat ulah dengan membunuh dan menjarah orang-orang di Sikhem tanah Kanaan.

Persoalan memang terkadang dipakai oleh TUHAN untuk membawa umat pilihanNya kembali kepadaNya. Kecenderungan manusia yang seringkali memakai hikmat dan kekuatan pribadi akan menjadi bumerang bagi hidupnya. Sebenarnya, sebagai Bapa yang baik, persoalan dan kesulitan bukanlah rancangan utama TUHAN untuk menginsyafkan anak-anakNya. Tetapi apa boleh buat, manusia memang harus diperlakukan seperti itu. Tetapi maksud baik TUHAN tersebut juga memberikan pengalaman hidup yang baik sebagai pelajaran di masa mendatang sehingga kita menjadi lebih dewasa.

Yakub, seorang pengembara yang juga dididik dan ditempa oleh pengalaman hidupnya, tapi satu hal yang tidak berubah adalah penyertaan TUHAN di dalam hidupnya. Ketika dia mengalami masalah, TUHAN selalu hadir memberikan jalan keluar kepadanya. Ketika dia takut memandang muka Esau, TUHAN menampakkan diri kepadanya dan memberikan kemenangan kepadanya.

Ketika dia terkepung oleh warga-warga Kanaan yang jumlah dan kekuatan lebih besar daripada seisi keluarganya, TUHAN mengingatkan dirinya akan kasih mula-mula yang pernah dia alami bersama TUHAN. TUHAN mengingatkan bahwa sewaktu dia lari dari Esau, TUHAN memberikan sebuah keyakinan yang kuat disertai dengan sebuah mimpi tentang tangga menuju surga yang begitu membekas di hatinya. Janji-janji akan masa depan cerah kepada diri dan keturunannya diberikan TUHAN sebagai pegangan akan pengharapan yang tidak akan pernah diingkari.
Kita pun jangan mengingkari janji kita kepada TUHAN !

MENGALAMI KEMBALI KASIH MULA-MULA



Keyakinan yang kuat karena pengalaman diselamatkan TUHAN adalah pegangan bagi kita untuk terus beriman dan mengikuti TUHAN sepanjang hidup kita. Yakub yang menyadari bahwa TUHAN yang pernah melepaskan dirinya dari Esau (Kej 35:3) juga mampu untuk melepaskan dirinya dari kejaran orang-orang Kanaan (Kej 34:30).
Tentu saja mengingat tidak cukup, mengalami kembali kasih mula-mula adalah kunci kita untuk mengikuti TUHAN seumur hidup kita.

Tetapi untuk mengalami hal itu, ada 3 hal pokok yang mesti kita lakukan :

1.PERTOBATAN

Haruslah ada pertobatan setiap harinya. Harus ada kepekaan di dalam diri kita akan dosa yang masih kita simpan. Yakub pun menyadari hal itu, untuk kembali ke Betel menggenapi misi yang diberikan TUHAN, dia harus mengenyahkan berhala-hala yang masih dipegang oleh orang-orang bersamanya karena dia adalah kepala rumah tangga.


Kej 35:2 "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu"


2.KEKUDUSAN

Selain itu, menjaga kekudusan hidup juga kunci penting untuk mengalami kasih semula. Tanpa kekudusan, kita tidak bisa "bertemu" TUHAN (Ibrani 12:14).
TUHAN itu kudus, kita pun mesti kudus.


Kej 35:2 "tahirkanlah dirimu"


3.PERUBAHAN GAYA HIDUP

Tanpa disertai perubahan hidup, sia-sialah semua tindakan yang telah kita ambil. Pertobatan sejati meliputi seluruh aspek pikiran, hati dan perbuatan.
Silahkan dibaca kisah perumpamaan yang diceritakan TUHAN YESUS (Matius 22:1-12)


Kej 35:2 "tukarlah pakaianmu."


Dari kisah Yakub ini, kita bisa menyadari betapa luar biasanya dan seriusnya TUHAN ingin membangun hubungan bersama dengan kita. Kita juga bisa meneladani keputusan-keputusan Yakub yang semakin waktu semakin matang dan dewasa di dalam kehidupannya.
Dari seorang penipu menjadi seorang yang bijak. Semua kedewasaan yang didapatinya semua karena pengalaman hidup mengalami kasih TUHAN ! Maukah kita mengalami senantiasa kasih TUHAN di dalam hidup kita? Jadilah orang yang tahu berterima kasih, terutama kepada TUHAN.

YAKUB MENDIRIKAN MEZBAH BAGI TUHAN, APA YANG KITA INGIN BERIKAN KEPADA TUHAN ???


Referensi Ayat:

Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu."
Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.
Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh."
Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem.
Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.
Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan--yaitu Betel--,ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia.
Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya.
(Kejadian 35:1-7)



Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.
Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
(Kejadian 28:10-22)

Rabu, 17 November 2010

Iman Setengah-Setengah = Tidak Beriman (Yohanes 4:46-54)


Yesus menyembuhkan anak pegawai istana (Yohanes 4:46-54)

Seringkali, sebagai orang Kristen, saya dan anda mungkin seringkali mengalami kondisi iman yang goyah.
Di satu sisi kita percaya dengan kuasa TUHAN Yesus, tapi di sisi lainnya kita tidak percaya TUHAN Yesus bisa bekerja dengan caraNya yang seringkali melampaui akal dan pikiran kita yang sempit. Parahnya lagi, seringkali malahan kita seringkali mendikte TUHAN harus begini, harus begitu. Inilah bukti bahwa iman kita hanya setengah-setengah. Bagi TUHAN, itu sama saja tidak percaya.

Saudara-saudara pembaca yang terkasih, kita mesti menyadari bahwa Allah itu ROH, Dia tidak terikat dengan waktu (omnipresent), tempat dan metode-metode manusia. Dia tidak dapat didikte dan tidak boleh kita dikte, Dia itu bekerja melampaui akal dan pikiran manusia. Rasul Paulus menulis:


Efesus 3:18-19 > Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.


Melalui artikel ini, saya mengajak kita semua untuk belajar membetulkan konsep-konsep yang salah yang mungkin selama ini kita anut. Kita bisa belajar dari perikop Yesus menyembuhkan anak pegawai istana yang sangat kontras imannya dengan kisah seorang perwira di Kapernaum. Berikut ini ciri-ciri iman setengah-setengah yang dimiliki oleh si pegawai istana tersebut.

1. MEMAHAMI TUHAN DENGAN KONSEP YANG SALAH (Yoh 4:46-47)

Kisah ini dimulai dengan disampaikannya informasi bahwa Yesus berada di Kana di mana Dia pernah melakukan mukjizat di salah satu pesta perkawinan Dia mengubah air basuhan menjadi anggur sedangkan pegawai istana tersebut tinggal di Kapernaum. Mungkin dari cerita-cerita dari mulut ke mulut si pegawai istana ini mendengar bahwa TUHAN Yesus sanggup melakukan mukjizat dengan mengubah air jadi anggur ketika Yesus hadir di pesta tersebut sehingga membentuk di pikiran dari pegawai istana tersebut bahwa Yesus secara fisik harus hadir di tempat di mana Dia melakukan mukjizat.

Orang-orang Israel di zaman kuno pun selalu menganggap bahwa jika berperang, maka tabut TUHAN harus berjalan di depan mereka sehingga jika tidak dibawa, maka kalahlah mereka di medan perang. Konsep ini berhasil diubah pada masa kepemimpinan Daud di mana dia ketika berperang melawan musuh-musuh Israel, di kitab-kitab PL tidak saya temukan Daud membawa tabut TUHAN.

Di zaman modern di mana kita bisa membaca Alkitab pun seringkali kita menjadi serupa dengan pegawai istana tersebut. Seringnya kita menganggap bahwa TUHAN harus bekerja menurut metode-metode tertentu atau jika tidak sesuai dengan pengalaman rohani pak pendeta, TUHAN sepertinya tidak bekerja atau tidak afdol. Ada yang menganggap TUHAN hanya menyembuhkan jika berdoa sekian kali, ada yang mengajarkan bahwa TUHAN lebih bekerja melalui minyak urapan, dll.

Dari cerita-cerita di keempat Injil jelas kita menemukan bahwa TUHAN bekerja tidak sesuai dengan konsep manusia.
Kuasanya bisa bekerja kapan saja, di mana saja, melalui siapa saja, melalui apa saja, kepada siapa saja tanpa didikte oleh manusia. Silahkan buka dan baca Alkitab, maka anda akan temukan kedaulatan kuasa TUHAN.

2. PERCAYA HANYA KALAU ADA TANDA DAN MUKJIZAT (Yoh 4:48)


Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." (Yoh 4:48)


Poin inilah yang fatalnya sering terjadi, bahkan konsep inilah yang banyak dianut dan diajarkan oleh pendeta-pendeta sekarang. Saat ini di mana pengajaran gereja begitu variatif, muncul konsep-konsep yang mengarahkan jemaat untuk tidak percaya sungguh-sungguh kepada TUHAN.
Jemaat diarahkan mata rohaninya untuk selalu terpaku kepada TANDA dan MUKJIZAT. Hal ini justru tidak mengarahkan jemaat ber-IMAN kepada TUHAN, tetapi fokus diarahkan kepada TANDA dan MUKJIZAT.


1 Kor 15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.


Seringkali kita mendengar atau bahkan kita sering mengucapkan : "kalau saya diberkati secara finansial, baru saya layani TUHAN...", "kalau usahaku diberkati TUHAN, aku akan layani TUHAN ..." , "kalau ayahku sembuh, maka saya akan percaya kepada TUHAN..".
Biasanya setelah mereka diberkati, kita lupa akan TUHAN dan janji-janji kita. Lidah memang tak bertulang.

Kita harus buat keputusan, mau mulai darimana kita? IMAN dulu atau kalau sudah melihat TANDA dan MUKJIZAT baru percaya !
Golongan manakah kita?

3. MEMAKSA TUHAN WALAUPUN TAHU KONSEP YANG DIPEGANG SALAH (Yoh 4:49)


Yoh 4:49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."


Sebenarnya TUHAN sudah ingatkan pegawai istana ini tentang ketidakpercayaannya, tapi pegawai istana tersebut terus memaksa bahwa TUHAN harus datang ke rumahnya. Kita pun sering melakukan hal ini, bahkan dengan ancaman-ancaman ! Jika TUHAN tidak jawab doaku, aku tidak akan lagi baca Alkitab, jika TUHAN tidak berikan gadis itu, maka aku tidak akan ke gereja lagi.
Bahkan mungkin kita sering protes, TUHAN bukankah aku sudah melakukan ini dan itu... dsb...dsb...

Pegawai istana ini pun mungkin berpikir dan berkata dalam hati , aku ini adalah pegawai istana loh! Jangan paksa TUHAN dengan konsep kita yang salah lalu kita terus memegangnya. Pegawai istana ini berkata "Datanglah" (ayat 49) , Yesus menegornya "Pergilah!" (ayat 50).
Siapakah kita ini?

Apakah kita orang yang jika terjadi apa-apa di rumah, harus selalu undang pak pendeta? Kalau beliau tidak datang serasa doa kita tidak didengarkan oleh TUHAN? Mari kita ubah konsep yang salah !

4. MENYANGSIKAN PERTOLONGAN TUHAN (Yoh 4:51-52)


Yoh 4:51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
Yoh 4:52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."


Pegawai istana ini, meskipun sudah dikatakan oleh Yesus bahwa anaknya sembuh ("Pergilah, anakmu hidup!"), namun sekali lagi dia meragukan keilahian kuasa TUHAN Yesus. Sekali lagi dia harus konfirmasi tepatnya PUKUL BERAPA ANAK ITU SEMBUH.

Saya rasa, banyak di antara kita pun mengalami keraguan-raguan akan kuasa TUHAN. Mungkin seringkali keajaiban TUHAN kita anggap sebuah kebetulan belaka. Bahkan kalau kita tidak hati-hati, kita menjadi orang yang tidak mampu berucap syukur atas berkat-berkat yang sehari-hari kita nikmati. Kesehatan kita yang sudah TUHAN jaga kita anggap sebuah TANGGUNG JAWAB TUHAN sehingga kita malahan menjadi orang yang sering bersungut-sungut.
Udara yang segar di pagi hari, kesehatan keluarga, kecukupan makan harus kita syukuri sebagai MUKJIZAT TUHAN sehingga kita bisa menjadi manusia yang penuh ucapan syukur.


Saudara sekalian, pegawai istana ini memang datang kepada TUHAN YESUS, dia memang percaya dengan kuasanya, tetapi dia tidak percaya kalau TUHAN mampu bekerja walaupun tanpa hadir ke rumahnya. Saya yakin kita pun percaya dengan kasih dan kuasaNya, tapi kita pun punya konsep-konsep yang salah seperti poin-poin di atas.


Yoh 4:47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.


Sekali lagi mari kita ingatkan diri kita dengan ayat terkenal ini:


Ibrani 11:1 - "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."


Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibrani 1:6), lalu apakah kita berharap kita bisa berkenan di hadapan Dia?

Minggu, 07 November 2010

Bolehkah Dibaptis 2x ? (Roma 6:3-5)



Doktrin : Baptisan

Pertanyaan apakah boleh seorang kristen dibaptis 2x (dua kali) itu hampir sama dengan apakah seorang pengikut Kristus boleh merokok atau tidak? Sama-sama tidak dijelaskan eksplisit dan terang2an, tetapi kita tahu bahwa Tuhan menjanjikan bahwa tidak ada satupun perkara yang tidak TUHAN nyatakan (Lukas 12:2), apalagi orang yang sungguh hati mencari dia. Untuk itulah, hikmat dibutuhkan untuk mencari tahu jawaban masalah ini.

Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan boleh atau tidaknya dibaptis 2x, kita harus terlebih dahulu untuk benar-benar mengerti makna baptisan. Jika anda pada saat ini saja belum memahami arti dan makna baptisan, maka terlebih dahulu anda harus mengerti tentang baptisan itu sendiri, terlebih lagi pentingnya baptisan bagi orang Kristen.

Bagi setiap orang Kristen sesuai dengan Alkitab, saat dibaptis, bukan persoalan ritual belaka yang dikedepankan. Bukan juga hanya pada tatanan meminta hati nurani yang suci (1 Petrus 3:21), tetapi terlebih penting dari itu adalah kita dibaptis dalam kematian Yesus (Roma 6:3)!

Kalau begitu, jika anda dengan sengaja meminta baptisan ulang dengan alasan apa pun selain daripada ketidaktahuanmu, pada hakekatnya kamu sudah mempemainkan Yesus Kristus dengan memandang rendah makna kematianNya di kayu salib.

Orang yang melakukan hal itu biasanya adalah orang Kristen yang senang cari sensasi, ingin tampak rohani ataupun memang orang yang tidak mau menerima pengajaran yang baik (semoga saya salah).

Jika saat ini,sebagai seorang pendeta ataupun orang yang diberikan otoritas untuk membaptis, belajarlah menghargai TUHAN kita ! Jangan hanya karena ingin mendapatkan jemaat yang banyak, menyenangkan orang ataupun motivasi-motivasi lainnya anda kembali "menguburkan kembali TUHAN YESUS". Adakah DIA 2x (dua kali) mati ?


Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. (Roma 6:3-5)


Baca Juga Pentingnya Baptisan Selam

Rabu, 03 November 2010

Kisah Eliezer - Ciri-Ciri Orang Yang Bisa Dipercayakan Tanggung Jawab Besar (Kejadian 24)

Eliezer : God is my help



Di artikel ini saya mencoba untuk mengulas mengenai seorang hamba Abraham yang sebenarnya tidak tertulis namanya di Kejadian pasal 24.
Dari sifat dan tindakannya jika dibaca di pasal ini, kita bisa mengetahui bahwa hamba ini bukan hamba yang sembarangan diberikan beban tanggung jawab yang sangat besar.
Dia diberikan sebuah misi untuk mendapatkan pasangan hidup bagi Ishak, anak Abraham.

Pengamat Alkitab menafsirkan bahwa hamba ini bernama Eliezer, hamba Abraham yang disebut-sebut Abraham sebagai kandidat pewarisnya ketika TUHAN menyatakan diri melalui sebuah penglihatan (baca Kejadian 15:2)


Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."


Abraham yang waktu itu masih mengenakan nama Abram tidak menyebut-nyebut kandidat lain mungkin di dalam hatinya, hamba inilah yang "paling pantas" menjadi ahli waris keluarganya jika dia tidak dikaruniakan seorang anak, mungkin juga karena memang dialah hamba paling senior yang dipunyai oleh Abram.
Pertimbangan lain Abram saat itu juga dipengaruhi oleh sifat heroik Eliezer yang membantu dirinya di dalam membantu Abram di dalam pembebasan Lot dari sanderaan beberapa raja pada saat perang antar beberapa kerajaan (baca Kejadian 14)

Dan untuk menuntaskan misi yang besar ini, tanggung jawab tentunya diberikan kepada seorang hamba yang terlatih dan sudah teruji kesetiaannya.
Nah, kali ini kita akan menelusuri karakter-karakter seorang yang bisa diberikan tanggung jawab besar yang dipunyai oleh Eliezer.

Berikut ini Ciri-Ciri Orang Yang Bisa Memikul Tanggung Jawab Besar:



1. Menyelidiki Secara Seksama Sebelum Mengambil Keputusan (Kej 24:1-9)

Hamba ini tidak secara langsung bersumpah kepada Abraham ketika dimintai sumpahnya.


"..Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku, supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi ..." (Kej 24:2-3)


Dia bertanya mengenai kemungkinan-kemungkinan lain yang seandainya timbul.


Lalu berkatalah hambanya itu kepadanya: "Mungkin perempuan itu tidak suka mengikuti aku ke negeri ini; haruskah aku membawa anakmu itu kembali ke negeri dari mana tuanku keluar?" (Kej 24:5)


Pertanyaan seperti inilah yang akan mendapatkan kejelasan mengenai rencana misinya ke depan sehingga dia tidak salah melangkah.
Dari jawaban itulah, baru hamba ini mengambil keputusan untuk bersumpah kepada Abraham di hadapan TUHAN.


Lalu hamba itu meletakkan tangannya di bawah pangkal paha Abraham, tuannya, dan bersumpah kepadanya tentang hal itu. (Kej 24:9)


Pengkhotbah 5:2 Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.

Tanpa petunjuk yang jelas, seseorang akan mengalami kesulitan di dalam menjalankan sebuah tugas.
Sebagai pemimpin di perusahaan, anda juga harus memberikan instruksi jelas kepada bawahan supaya mereka juga merasa terlindungi.
Sebagai bawahan, kita pun mesti bertanya dengan jelas tentang apa yang mesti kita lakukan dan alternatif-alternatif lain (plan B, plan C) jika pilihan utama gagal.
Jangan takut untuk bertanya. Pepatah mengatakan "Takut bertanya, sesat di jalan".


2. Mempersiapkan Segala Keperluan Yang Dibutuhkan (Kej 24:10)


Kej 24:10 Kemudian hamba itu mengambil sepuluh ekor dari unta tuannya dan pergi dengan membawa berbagai-bagai barang berharga kepunyaan tuannya; demikianlah ia berangkat menuju Aram-Mesopotamia ke kota Nahor.


Sesudah mendapatkan arahan yang jelas, sikap selanjutnya dari hamba ini adalah mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan di perjalanan. Apalagi perjalanan yang dilakukan sangat jauh.
Tanpa persiapan matang, jangan berharap misi akan sukses.
'
Kita bisa belajar juga dari Nehemia dari Kitab Nehemia sebelum membantu membangun kembali tembok-tembok Yerusalem.
Yesus Kristus juga mengajarkan persiapan yang matang sebelum melakukan segala sesuatu.


Luk 14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?


Allah Pencipta langit dan bumi juga mempersiapkan segala sesuatu dengan matang sebelum manusia diciptakan di bumi ini.
Dari hari ke-1 sampai dengan hari ke-5, TUHAN sudah merencanakan sebuah tempat yang sudah layak untuk ditempati manusia.
Pernahkah anda berimajinasi kalau manusia diciptakan pada hari pertama? Selanjutnya baru menciptakan yang lainnya?


Ams 24:6 Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.



3. Berdoa (Kej 24:12-14)

Doa adalah sebuah sistem yang sudah dirancang oleh TUHAN kepada semua umat manusia di mana di waktu itulah manusia bisa meminta, berharap, berkomunikasi dan mengucap syukur.
Begitu juga dengan hamba ini, dia sadar, bahwa dia itu hanyalah seorang yang lemah dan tanggung jawab yang diembannya pun berat. Tanpa bantuan TUHAN, jangan harap ada kesuksesan yang sesuai kehendak TUHAN.

3a. Berdoa : Meminta Penyertaan TUHAN Yang Benar(Kej 24:12)


Kej 24:12 Lalu berkatalah ia: "TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham.


Hamba ini tahu bahwa Abraham adalah orang yang sangat diberkati oleh TUHAN. Kesaksian demi kesaksian selama berpuluh-puluh tahun membuat orang ini sadar bahwa TUHAN yang disembah Abraham adalah TUHAN yang benar dan TUHAN yang maha besar.
Untuk itulah hamba ini berdoa meminta pertolongan TUHAN Abraham, bukan sembarang TUHAN.

Kita sebagai umat Kristiani juga diberikan sebuah arahan jelas untuk meminta dalam nama Yesus sehingga jelas dan terarah kepada siapa doa kita ditujukan.


Yoh 14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."


Baca lebih lanjut mengenai artikel DOA di blog ini juga di sini

3b. Berdoa : Meminta Petunjuk Jelas (Kej 24:13-14)


Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum--dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu."
(Kej 24:13-14)


Ada kalanya seseorang ketika diberikan sebuah perintah untuk melakukan sebuah misi, karena sebuah karakter dasar dari pribadi tersebut yang hati-hati dan teliti, mereka membutuhkan sebuah petunjuk yang jelas dari TUHAN.
Mungkin ada juga yang didasarkan karena kekurangyakinan seperti yang dialami MUSA, atau masalah percaya diri yang dialami Gideon sehingga harus berkali-kali minta tanda-tanda jelas dan petunjuk-petunjuk jelas dari malaikat TUHAN.
Para rasul di abad awal juga beberapa kali meminta dengan jelas petunjuk dan tanda-tanda dari TUHAN.
Saat mengangkat Matias sebagai rasul kedua belas menggantikan Yudas Iskariot.

Hamba ini pun melakukan hal yang sama, karena saking banyaknya kandidat yang ada tanpa diberikan alamat jelas di mana sanak saudara Abraham tinggal, maka hamba ini meletakkan pengharapan sepenuhnya kepada pimpinan TUHAN dengan berdoa meminta petunjuk dan tanda yang jelas.


4. Respon (Kej 24:17)

4a. Respon Atas Jawaban Doa Dengan Segera


Kej 24:17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: "Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu."


Orang bijak berkata "Kesempatan tidak datang dua kali".
Seringkali hal ini memang terjadi. Jika kita tidak peka, maka seringkali kesempatan emas terlewatkan begitu saja di dalam kehidupan.
Jangan bermalas-malasan.


Ams 10:4 Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.


4b. Respon Atas Jawaban Doa Dengan Iman


Kej 24:17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: "Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu."


Karena isi doanya adalah meminta tanda jelas dari TUHAN, maka ketika TUHAN mengirimkan seorang gadis kepada dirinya, maka dia pun segera meresponnya sesuai dengan apa yang telah dia doakan (Kej 24:14).
Dulu saya pernah berdoa supaya TUHAN memberikan seorang teman untuk saya jangkau, dan ketika doa saya terkabulkan, saya pun harus meresponnya dengan terus memfollow-up keadaan teman saya tersebut.
Ketika kita minta tuaian dari TUHAN, kita pun harus menjadi para pekerja untuk TUHAN.

5. Teliti (Kej 24:21-25)

5a. Teliti Dengan Hasil Sementara (Kej 24:21)


Kej 24:21 Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perjalanannya berhasil atau tidak.


Sudah jelas bahwa hamba ini adalah orang yang teliti, berhati-hati dan tidak cepat puas.
Walaupun sudah beberapa tanda diberikan kepada TUHAN, tapi dia tetap tidak gegabah karena dia menyadari bahwa dia hanya manusia yang bisa membuat kesalahan di dalam tindakan.
Untuk itu, dia harus cek dan ricek hasil yang telah didapatinya.

Kita pun diajarkan Firman TUHAN bahwa harus teliti !


1 Tes 5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.



5b. Teliti Dengan Keputusan Yang Akan Diambil (Kej 24:22-25)


Setelah unta-unta itu puas minum, maka orang itu mengambil anting-anting emas yang setengah syikal beratnya, dan sepasang gelang tangan yang sepuluh syikal emas beratnya, serta berkata: "Anak siapakah engkau? Baiklah katakan kepadaku! Adakah di rumah ayahmu tempat bermalam bagi kami?" Lalu jawabnya kepadanya: "Ayahku Betuel, anak Milka, yang melahirkannya bagi Nahor." Lagi kata gadis itu: "Baik jerami, baik makanan unta banyak pada kami, tempat bermalampun ada." (Kej 24:22-25)


Setengah dari perjalanannya telah berhasil, tapi dia cepat puas hati dan jadi gegabah dalam bertindak. Sebelum dia memutuskan untuk memberikan pemberian "mas kawin" kepada Ribka,
hamba ini masih harus mengkonfirmasi sekali lagi latar belakang Ribka secara jelas dengan silsilah yang pernah dia dapatkan dari Abraham sehingga dia benar-benar memberikan pemberian yang telah dibawanya dari jauh sebagai mas kawin kepada Ribka dan kepada keluarganya.
Ketika cocok informasi yang dimiliki olehnya dan informasi keluarga Ribka, maka dia baru berani ambil keputusan.

6. Bersyukur Kepada TUHAN (Kej 24:26-27,24:52)


Lalu berlututlah orang itu dan sujud menyembah TUHAN, serta berkata: "Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali kasih-Nya dan setia-Nya dari tuanku itu; dan TUHAN telah menuntun aku di jalan ke rumah saudara-saudara tuanku ini!"
(Kej 24:26-27)


Sebagai hamba yang dipercayakan oleh tuannya untuk mengemban amanat besar, sudah selayaknya dia bersyukur atas penyertaan TUHAN yang telah menuntunnya dari 'nowhere to somewhere'.
Orang ini mempunyai hati hamba, dia tetap bersyukur walaupun dia tahu bahwa misi ini sebenarnya bukan untuk dirinya sendiri.

Sudahkah kita mengucap syukur kalau orang lain mendapatkan keuntungan dan kehormatan? Atau kita memilih iri hati?
Sudahkah kita mengucap syukur atas pertolongan TUHAN di dalam hidup kita?
Hamba ini sudah!

7. Tidak Cepat Puas Sebelum Waktunya (Kej 24:33)


Kej 24:33 Tetapi ketika dihidangkan makanan di depannya, berkatalah orang itu: "Aku tidak akan makan sebelum kusampaikan pesan yang kubawa ini." Jawab Laban: "Silakan!"


Sebelum dia mengutarakan maksud dan tujuan perjalanannya, hamba ini merasa terbeban untuk menjelaskan misi yang diberikan oleh tuannya.
Adalah sebuah tanggung jawab moral yang bagus yang bisa dijadikan teladan untuk kita sebelum bertindak. Jangan cepat puas sebelum maksud dan tujuan kita tercapai, terutama yang berhubungan dengan Kerajaan Allah.

8. Jujur & Terperinci (Kej 24:34-49)

Hamba ini menjelaskan siapa dirinya, tanggung jawab apa yang diberikan oleh tuannya dan bagaimana TUHAN begitu menyertainya dari A-Z tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Dia tidak menambah-nambah ("membumbui") atau mengurangi-ngurangi cerita sehingga cerita bisa tampak lebih menarik. Kejujuran akan membuat orang lain menaruh percaya kepada kita.
Berterus terang akan diri kita , terlebih lagi kekurangan kita justru akan menaruh simpati orang kepada kita. Hasil dari kejujuran mendatangkan hasil yang baik:


Lalu Laban dan Betuel menjawab: "Semuanya ini datangnya dari TUHAN; kami tidak dapat mengatakan kepadamu baiknya atau buruknya. Lihat, Ribka ada di depanmu, bawalah dia dan pergilah, supaya ia menjadi isteri anak tuanmu, seperti yang difirmankan TUHAN."
(Kej 24:50-51)


9. Tidak Menunda-Nunda Tugas & Tanggung Jawab (Kej 24:56)


Kej 24:56 Tetapi jawabnya kepada mereka: "Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku."


Adalah kebiasan manusia untuk menunda-nunda tugas yang diberikan kepadanya, tetapi jika memiliki hati seorang hamba seperti yang ditujukan oleh hamba Abraham ini,
maka kesuksesan akan kita raih.

Sebenarnya hamba ini punya waktu selama 10 hari untuk menikmati waktu istirahat ketika keluarga Ribka meminta waktu 10 hari untuk menghabiskan waktu bersama dengannya.
Tetapi "time is money" memang ada betulnya, bahkan dibenak hamba ini mungkin "time is more than money". Ada pertanggungjawaban yang harus dia berikan kepada tuannya Abraham.
Belum lagi keputusan seseorang bisa berubah dalam hitungan jam karena sifat manusia terkadang tidak punya pendirian, maka lebih baik tidak punya sifat menunda-nunda seperti hamba Abraham ini.


Kej 24:55 Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: "Biarkanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi, kemudian bolehlah engkau pergi."


10. Selalu Rendah Hati (Kej 24:65)


Kej 24:65 Katanya kepada hamba itu: "Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?" Jawab hamba itu: "Dialah tuanku itu." Lalu Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia.
Kej 24:34 Lalu berkatalah ia: "Aku ini hamba Abraham.


Walaupun seluruh misi ini dikerjakan olehnya, namun hamba ini dengan kerendahan hati mengakui bahwa Ishak adalah tuannya.
Dia sadar akan posisinya siapa dan tidak mencuri kemuliaan tuannya.

Sebenarnya dari awal, hamba ini bisa saja berkhianat dengan memilih untuk melarikan harta yang akan dibawa untuk meminang Ribka, apalagi mengingat bahwa perjalanan yang ditempuh adalah sangat jauh,
tujuannya yang tidak begitu jelas, tetapi dia memilih setia !

Yesus pun berlaku rendah hati di dalam pelayanannya:


Yoh 5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.


11. Mempertanggung-jawabkan Hasil / Reporting (Kej 24:66)

Kej 24:66 Kemudian hamba itu menceritakan kepada Ishak segala yang dilakukannya.

Dan akhirnya, memberikan pertanggung jawaban kepada atasan adalah sebuah tugas akhir yang harus dilakukan oleh semua bawahan.
Di dalam pekerjaan dan pelayanan kita pun begitu, seorang hamba harus bekerja dan harus memberikan reporting untuk direview.
Persoalan apakah hasil diterima atau tidak bukan lagi tugas kita, tapi oleh atasan kita.
Sebagai anak Allah, kita pun wajib melakukan hal itu dalam pelayanan, tidak boleh kita seenaknya mengerjakan sesuatu dan tidak berani bertanggung jawab.

Kebiasan reporting ini juga diterapkan oleh murid-murid Yesus pada saat pelayanan mereka bersama-sama yang bisa anda baca di Lukas 10:17.
Di kitab Kisah Para Rasul pun juga, rasul-rasul ketika telah menuntaskan pelayanan di suatu daerah, mereka selalu melaporkan hasilnya kepada panatua di Yerusalem.

Akhirnya saudara-saudara, jika kita ingin menjadi orang yang bisa diberikan tanggung jawab besar, kita mesti memiliki hati hamba seperti halnya Eliezer.
Orang-orang setia lah yang akan dipercayakan tanggung jawab besar.


Luk 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Luk 19:17 Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.


Sebagai umat percaya yang telah dijadikan sebagai anak Allah, Tuhan Yesus selalu mengajarkan kepada murid-muridNya untuk selalu mempunyai rasa tanggung jawab seperti layaknya seorang hamba, dan Dia pun telah memberikan teladan seperti itu.
Kita tidak boleh menyalahgunakan status kita sebagai seorang anak Allah untuk justru berlaku sombong dan tinggi hati.

Inilah kutipan indah dari sikap seorang rasul Paulus:

1 Kor 9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.


------------------------------------------


Referensi:

http://www.answers.com/topic/eliezer

Sabtu, 30 Oktober 2010

Ciri-Ciri Pemimpin Reformis (Yosia - 2 Raja-Raja 22,23:1-30, 2 Tawarikh 34-35)




ayat 23:25 Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia.


Yosia, adalah salah satu raja di dalam sejarah kerajan Yehuda (Israel Bagian Selatan) yang mempunyai track record yang sungguh mengagumkan. Di dalam sejarah raja-raja Israel dan Yehuda, tidak banyak ditemukan raja yang benar di mata TUHAN. Di antara sekian yang takut akan TUHAN, terdapat hanya beberapa nama raja yang takut akan TUHAN.Kelahirannya sudah dinubuatkan sebagai pemimpin yang reformis di Kitab 1 Raja-Raja 13:2 pada masa pemerintahan Yerobeam oleh seorang abdi Allah.


1Ki 13:2 Lalu atas perintah TUHAN berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya: "Hai mezbah, hai mezbah! Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu."


Yosia adalah seorang raja yang lahir dari seorang ayah dan kakek yang tidak takut akan TUHAN dengan segala tingkah laku mereka yang jahat.
Nama ayahnya adalah Amon dan nama kakeknya adalah Manasye.

Kisah hidup kerohanian Yosia dimulai pada umur 16 tahun atau pada 8 tahun semenjak pemerintahannya:


2 Tawarikh 34:3 Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya...


Di Alkitab, beberapa tokoh yang dipanggil masa mudanya untuk melayani TUHAN adalah Samuel,Daud,Yeremia dan Timotius. Panggilan melayani TUHAN di masa muda para pelayan TUHAN ini biasanya dikarenakan karena urgensitas masa-masa tersebut di mana tokoh tua tidak merespon panggilan TUHAN.

Setelah 4 tahun mencari TUHAN dengan sungguh-sungguh, petualangan reformisnya mulai dilakukan.


2 Tawarikh 34:3 dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan.


Nah, kali ini kita ingin belajar seksama mengenai ciri-ciri pemimpin reformis berdasarkan kisah hidup raja Yosia yang sungguh fenomenal.
Saya akan menggalinya secara lebih mendetail dari kitab Raja-Raja terutama 2 Raja-Raja 22,23:1-30).

Anda bisa menemukan juga kisah Yosia dari kitab Tawarikh yaitu di 2 Tawarikh 34,35) dari sudut pandang berbeda.Di bawah ini saya membagi tindakan-tindakan raja Yosia menjadi 2 bagian. Hubungan dengan TUHAN dan hubungan dengan RAKYATnya


HUBUNGAN VERTIKAL : PEMIMPIN & TUHAN



1. Memperbaharui Hubungan Dengan TUHAN (2 Raja-Raja 22:3-7)


ayat 22:3 Dalam tahun yang kedelapan belas zaman raja Yosia maka raja menyuruh Safan bin Azalya bin Mesulam, panitera itu, ke rumah TUHAN, katanya:
ayat 22:4 "Pergilah kepada imam besar Hilkia; suruhlah ia menyerahkan seluruh uang yang telah dibawa ke dalam rumah TUHAN yang telah dikumpulkan dari pihak rakyat oleh penjaga-penjaga pintu;
ayat 22:5 baiklah itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah TUHAN, supaya diberikan kepada tukang-tukang yang ada di rumah TUHAN untuk memperbaiki kerusakan rumah itu,
ayat 22:6 yaitu kepada tukang-tukang kayu, tukang-tukang bangunan dan tukang-tukang tembok, juga bagi pembelian kayu dan batu pahat untuk memperbaiki rumah itu.
ayat 22:7 Tetapi tidak usahlah mengadakan perhitungan dengan mereka mengenai uang yang diberikan ke tangan mereka, sebab mereka bekerja dengan jujur."


Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang takut akan TUHAN. Karena hasil takut akan TUHAN adalah hikmat untuk memimpin negara mereka.
Salomo adalah contoh terbaik dalam hal ini. Langkah pertama yang dilakukan olehnya setelah memegang tampuk pimpinan di kerajaannya adalah mencari TUHAN dengan kesungguhan.Hikmat yang diberikan oleh TUHAN kepada Salomo sehingga dia bisa memimpin kerajaannya yang besar dengan baik. Tetapi sayang sekali, Salomo tidak mengakhiri kepemimpinannya dengan takut akan TUHAN.

Amsal 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Amsal 2:6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.
Amsal 9:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.


Semenjak jatuhnya raja Salomo, tidak ada raja yang bertahta di Yerusalem yang sungguh-sungguh memperhatikan rumah TUHAN yang dibangun oleh Salomo atas rancangan Raja Daud. Bukan hanya tidak dirawat, rumah TUHAN malahan dinajiskan oleh raja-raja sebelum Yosia dengan meletakkan berhala-berhala di dalamnya. Di komplek rumah TUHAN pun dijadikan tempat untuk melakukan hal-hal najis. Hasil dari usaha reformisnya tersebut, akhirnya kitab Taurat ditemukan di dalam rumah TUHAN.

TUHAN selalu menyatakan diri kepada orang yang tulus mencarinya. Memperbaharui hubungan dengan TUHAN akan menggerakkan hati TUHAN untuk menyatakan kehendakNya kepada hidup kita.
Begitu juga dalam hal ini, saat renovasi rumah TUHAN dilakukan dengan sungguh-sungguh, kitab Taurat ditemukan kembali.


ayat 22:8 Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: "Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya.


2. Peka Terhadap Suara TUHAN (2 Raja-Raja 22:11)


ayat 22:11 Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.


Faktor yang membuat Yosia mengoyakkan pakaiannya adalah bagian-bagian yang berisi hukuman yang akan menimpa kerajaannya.
Dibutuhkan sebuah kepekaan untuk dapat mengerti isi Firman TUHAN jika dihubungkan dengan sebuah keadaan.
Sensifitas terhadap suara TUHAN dibutuhkan hal ini, apalagi kalau Firman TUHAN dibacakan secara general.

Jika kita kaitkan dengan situasi saat ini di mana terdapat banyak bencana terjadi di negara kita, orang yang peka dengan suara TUHAN pastilah mengerti bahwa hukuman-hukuman lebih besar pasti akan terjadi lagi.
Banjir di mana-mana, gempa bumi, tsunami, gunung meletus tidak bisa lagi dikatakan sebagai fenomena alam biasa. Pasti merupakan pesan khusus dari TUHAN untuk umatnya dan juga kepada para pemimpin bangsa.

3. Meminta Petunjuk Kepada TUHAN Didasarkan Pada Keselamatan Nasib Rakyat (2 Raja-raja 22:13)


ayat 22:13 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya."


Setelah menyadari bahwa ada yang salah, seorang pemimpin yang baik pastilah akan bertindak dengan hati-hati, dalam hal ini raja Yosia ingin mengetahui lebih spesifik apa yang akan terjadi menimpa dirinya dan rakyatnya sehingga jika memang segala sesuatu masih bisa diperbaiki, maka hal itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Yosia mengirimkan orang-orang terbaiknya sebagai penghormatan kepada nabiah Hulda yang bertindak sebagai penyambung lidah antara Allah dan raja dalam kasus ini.Seorang pemimpin yang baik juga mempunyai penasehat-penasehat yang setia dan sepaham untuk mengerjakan amanat TUHAN.

HUBUNGAN HORIZONTAL : PEMIMPIN & RAKYAT



4a. Mensosialisasikan Hukum Kepada Rakyat (2 Raja-Raja 23:1-2)


ayat 23:1 Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem.
ayat 23:2 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu.


Kesalahan paling fatal di dalam sebuah negara jika rakyat di dalam negara tersebut tidak mengenal hukum.


Amsal 29:18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.


4b. Menjadi Panglima Di Dalam Penegakan Hukum (2 Raja-Raja 23:3)


ayat 23:3 Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.


Tidak cukup rakyat tahu dan menjalankan hukum, pemimpin pun harus sungguh-sungguh menjalankan dan menegakkan hukum. Kecenderungan manusia adalah melihat teladan.
Pemimpin dululah yang harus menjalankan hukum sehingga secara otomatis semangat untuk mencintai hukum akan terdistribusikan dengan baik.


Amsal 29:19 Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya.
Amsal 29:12 Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik.


5. Menegakkan hukum Secara Nyata / Law Enforcement (2 Raja-Raja 23:4)

5a. Memilih Orang-Orang Yang Bersih Dalam Penegakan Hukum (2 Raja-Raja 23:5)


ayat 23:4 Raja memberi perintah kepada imam besar Hilkia dan kepada para imam tingkat dua dan kepada para penjaga pintu untuk mengeluarkan dari bait TUHAN segala perkakas yang telah dibuat untuk Baal dan Asyera dan untuk segala tentara langit, lalu dibakarnyalah semuanya itu di luar kota Yerusalem di padang-padang Kidron, dan diangkutnyalah abunya ke Betel.


5b. Membersihkan Kabinet Dari Pengkhianat (2 Raja-Raja 23:5)


ayat 23:5 Ia memberhentikan para imam dewa asing yang telah diangkat oleh raja-raja Yehuda untuk membakar korban di bukit pengorbanan di kota-kota Yehuda dan di sekitar Yerusalem, juga orang-orang yang membakar korban untuk Baal, untuk dewa matahari, untuk dewa bulan, untuk rasi-rasi bintang dan untuk segenap tentara langit.


5c. Memberikan Shock Theraphy (2 Raja-Raja 23:6-9)

Memberikan Shock Theraphy Kepada Rakyat:


ayat 23:6 Dibawanyalah tiang-tiang berhala dari rumah TUHAN ke luar kota Yerusalem, ke sungai Kidron, lalu dibakarnya di situ dan ditumbuknya halus-halus menjadi abu, kemudian dicampakkannyalah abunya ke atas kuburan rakyat jelata.


Memberikan Shock Theraphy Kepada Kaum Oportunis:


ayat 23:7 Ia merobohkan petak-petak pelacuran bakti yang ada di rumah TUHAN, tempat orang-orang perempuan bertenun sarung untuk Asyera.


Memberikan Shock Theraphy Kepada Pemimpin-Pemimpin:


ayat 23:8 Disuruhnyalah datang semua imam dari kota-kota Yehuda, lalu ia menajiskan bukit-bukit pengorbanan, tempat para imam itu membakar korban, dari Geba sampai Bersyeba; dirobohkannya pula bukit-bukit pengorbanan di pintu-pintu gerbang yang ada dekat lobang pintu gerbang Yosua, penguasa kota itu, yang ada pada sebelah kiri kalau orang memasuki pintu gerbang kota itu.
ayat 23:9 Tetapi para imam bukit-bukit pengorbanan itu tidak boleh naik ke mezbah TUHAN di Yerusalem, hanya mereka boleh memakan roti yang tidak beragi di tengah-tengah saudara-saudara mereka.


6. Memberantas Kejahatan Sampai Keakar-akarnya (2 Raja-Raja 23:10-15):


ayat 23:10 Ia menajiskan juga Tofet yang ada di lembah Ben-Hinom, supaya jangan orang mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api untuk dewa Molokh.
ayat 23:11 Dibuangnyalah kuda-kuda yang ditaruh oleh raja-raja Yehuda untuk dewa matahari di pintu masuk ke rumah TUHAN, dekat bilik Natan-Melekh, pegawai istana, yang tinggal di gedung samping; juga kereta-kereta dewa matahari dibakarnya dengan api.
ayat 23:12 Mezbah-mezbah, yang ada di atas sotoh, tempat peranginan Ahas, yang dibuat oleh raja-raja Yehuda, dan mezbah-mezbah, yang dibuat Manasye di kedua pelataran rumah TUHAN, dirobohkan oleh raja, dan diremukkan di sana, lalu dicampakkannya abunya ke sungai Kidron.
ayat 23:13 Bukit-bukit pengorbanan yang ada di sebelah timur Yerusalem di sebelah selatan bukit Kebusukan dan yang didirikan oleh Salomo, raja Israel, untuk Asytoret, dewa kejijikan sembahan orang Sidon, dan untuk Kamos, dewa kejijikan sembahan Moab, dan untuk Milkom, dewa kekejian sembahan orang Amon, dinajiskan oleh raja.
ayat 23:14 Ia memecahkan tugu-tugu berhala dan menebang tiang-tiang berhala, lalu ditimbuninya tempat-tempat itu penuh dengan tulang-tulang manusia.
ayat 23:15 Juga mezbah yang ada di Betel, bukit pengorbanan yang dibuat oleh Yerobeam bin Nebat yang mengakibatkan orang Israel berdosa, mezbah dan bukit pengorbanan itupun dirobohkannya dan batu-batunya dipecahkannya, lalu ditumbuknya halus-halus menjadi abu, dan dibakarnyalah tiang berhala.


Awal dari pemujaan berhala di Yehuda setelah zaman hakim-hakim adalah setelah jatuhnya raja Salomo mengikuti tindak tanduk istri-istri asingnya.
Di Samaria (Israel Utara), tradisi pemujaan berhala dijadikan sebagai dasar hukum pada zaman Yerobeam bin Nebat.
Yosia menyadari bahwa dengan memberantas praktek kejahatan sampai keakar-akar itulah yang akan menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan tentunya awal pemulihan hubungan dengan TUHAN.

7. Meneruskan Amanat Yang Disampaikan Oleh Pendahulu (2 Raja-Raja 23:16)

ayat 23:16 Dan ketika Yosia berpaling, dilihatnyalah kuburan-kuburan yang ada di gunung di sana, lalu menyuruh orang mengambil tulang-tulang dari kuburan-kuburan itu, membakarnya di atas mezbah dan menajiskannya, sesuai dengan firman TUHAN yang telah diserukan oleh abdi Allah yang telah menyerukan hal-hal ini.


Yosia adalah raja yang telah dinubuatkan oleh TUHAN jauh sebelum dia dilahirkan. Dia adalah raja yang sudah dinubuatkan menjadi seorang reformis yang akan menggenapi rencana TUHAN dengan melakukan tindakan-tindakan yang serius dalam menegakkan hukum di kerajaan Israel, bukan hanya Israel Selatan, tapi juga Israel Utara.
Kita bisa membaca tindakannya di pasal-pasal selanjutnya di point ke-9.

1Ki 13:2 Lalu atas perintah TUHAN berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya: "Hai mezbah, hai mezbah! Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu."


8. Menghormati Jasa Pahlawan (2 Raja-Raja 23:17-18)


ayat 23:17 Ia berkata: "Apakah tanda keramat yang kulihat ini?" Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: "Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!"
ayat 23:18 Lalu katanya: "Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!" Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu.


Yosia menghormati jasa abdi Allah yang telah memperingatkan Yerobeam dengan tidak merusakkan kubur abdi Allah tersebut.

9. Menghukum Pemimpin-Pemimpin Korup (2 Raja-Raja 23:20)


ayat 23:20 Ia menyembelih di atas mezbah-mezbah itu semua imam bukit-bukit pengorbanan yang ada di sana dan dibakarnya tulang-tulang manusia di atasnya, lalu pulanglah ia ke Yerusalem.


Inilah point yang penggenapan Firman Allah yang disampaikan oleh abdi Allah kepada Yerobeam. Tindakan ini merupakan tindakan yang harus diambil mengingat dampak buruk yang telah ditimbulkan.

10. Membawa Rakyat Kepada TUHAN (2 Raja-Raja 23:21)


ayat 23:21 Kemudian raja memberi perintah kepada seluruh bangsa itu: "Rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang tertulis dalam kitab perjanjian ini!"


Peristiwa Paskah adalah tonggak sejarah perjalanan kerohanian orang Israel dan Yehuda. Memperingati Paskah akan membawa rakyat mengenang kembali kebesaran TUHAN ketika dengan tangan yang kuat membawa orang Israel dari perbudakan Mesir. Paskah juga merupakan awal dari pengamalan semua hukum Taurat. Pemimpin yang bijak akan membawa rakyat mengenal TUHAN sehingga rakyat akan menjauhi segala dosa-dosanya.

Amsal 14:26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.


Referensi :

Yosia dari Sabda.Org

Selasa, 26 Oktober 2010

Doa Yang Terkabulkan

Bagaimana Agar Doa Terkabulkan? Apa Syarat-Syarat Doa Dijawab TUHAN? Siapa Yang Akan Didengarkan Oleh Allah?



PENGERTIAN YANG BENAR



Pada zaman ini, ketika dunia sudah tidak bisa memberikan jawaban atas kebutuhan manusia di mana semua serba tidak pasti,
kita sebagai manusia yang mempunyai TUHAN mesti bersyukur. Di mana orang yang tidak berTUHAN hanya bisa mengandalkan kekuatan diri mereka yang sia-sia, kita, ketika pada suatu titik sudah tidak mampu,
maka kita dapat datang berharap kepada TUHAN. Ada SARANA yang telah TUHAN rancangkan kepada umat-umatNya ketika menghadapi kebuntuan.
Disinilah kita juga mendemonstrasikan kuasa TUHAN sehingga orang-orang yang tidak ber-TUHAN juga bisa menjadi orang percaya.

umat Kristiani yang dipilih dan diangkat sebagai anak mempunyai keistimewaan lebih lagi. Tetapi sayangnya, banyak sekali umat Kristiani tidak menyadari posisi dan status mereka di mata TUHAN.
Karena kekurangan pemahaman dan ketidakpercayaan inilah yang sering menghambat doa-doa yang disampaikan meskipun seringkali sudah sampai pada titik putus asa.

Pengajaran-pengajaran yang tidak sehat yang sudah menjamur di mana-mana membuat umat kepunyaan TUHAN yang disebut IMAMatius YANG RAJANI ini merasa mereka harus datang kepada orang-orang yang lebih rohani untuk
mendapatkan berkat. Mereka minta didoakan, minta ditumpangkan tangan, minta minyak urapan dan bahkan minta jimat. Praktek semacam tidak lebih daripada pengkultusan individu dan juga praktek perdukunan yang mengatasnamakan TUHAN YESUS.
Lalu pertanyaannya? Apakan YESUS mendengarkan PERMOHONAN-PERMOHONAN semacam itu? MARI KITA KEMBALI KEPADA AJARAN YANG SEHAT.
Jika saat ini anda masih menikmati praktek semacam ini di dalam hidup saudara, pada akhirnya anda menyesal. Alkitab tidak pernah mengajarkan praktek semacam itu!

Jika kita mendua hati, jangan harap doa anda sampai kepada telinga TUHAN.


Yakobus 1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.


Saudara-saudara, Alkitab adalah pusaka yang telah diwariskan kepada umat percaya TUHAN yang telah dijaga dari generasi ke generasi.
Di dalamnya telah diajarkan berbagai prinsip kebenaran sejati yang membawa kepada keselamatan dan memimpin juga kepada keselamatan.

Kesalahan umat Kristen saat ini adalah tidak mau membawa Alkitab, mereka lebih senang dengan segala sesuatu yang instant.
Orang-orang lebih senang menghabiskan waktu berjam-jam di depan TV, internet, BlackBerry, iPhone, majalah ataupun musik daripada membawa Alkitab.
Ketika Firman TUHAN di dalam Alkitab tidak diindahkan lagi, maka fondasi-fondasi kekristenan ikut rontok.

Mazmur 11:3 Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?


Jika seseorang sudah kehilangan iman, apakah lagi yang bisa diharapkan orang Kristen dalam hidupnya? Pengharapannya pun ikut rontok.

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.


Padahal TUHAN Yesus dengan terang dan jelas mengatakan:

Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.


So, membawa Firman TUHAN sangat penting. Karena ketika kita membaca Firman TUHAN, ibaratnya TUHAN sedang berbicara kepada kita secara pribadi.
Dia akan menuntun kita dari satu pemahaman kepada pemahaman yang lebih tinggi lagi. Jikalau FIRMAN TUHAN itu sudah berada di dalam diri kita dan menjadi lifestyle, maka genaplah nas Alkitab:


Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.


Nah, Firman TUHAN harus menjadi permulaan dan awal dari segala aspek hidup orang Kristen.


Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman;


Jikalau kita memasuki awal yang benar, pada perjalanan selanjutnya pun akan benar jikalau kita terus tekun di dalamnya.
Kita akan mengerti kenapa kita berdoa, kepada siapa kita meminta di dalam doa, tujuan kita berdoa, dan bagaimana berdoa yang benar dan dikabulkan oleh TUHAN.

Ketika kita membaca Alkitab, di dalamnya sudah tertulis tentang cara Yesus berdoa, doa seperti apa yang akan dikabulkan dan bagaimana cara berdoa yang benar dan doa dari siapa saja yang akan dikabulkan.
Yesus kepada murid-muridNya mengajarkan kepada kita mengenai Doa Bapa Kami. Doa seperti itu sudah sangat terkenal, bahkan telah dijadikan lagu di mana-mana.
(Matius 6:9-13). Selain itu, Yesus mengajarkan juga kepada kita untuk berdoa meminta "DI DALAM NAMANYA", begitu juga perumpamaan-perumpamaan yang dipaparkan oleh Yesus mengenai doa . Selain itu, di dalam surat-surat para rasul kepada orang kudus juga diberikan petunjuk-petunjuk mengenai doa.

Agar lebih memudahkan membaca, saya berikan sub judul dan juga point-pointnya:

PRA-DOA


Satu hal yang mesti dan paling penting diperhatikan sebelum kita berdoa adalah hati kita sudah suci (Matius 5:8), tidak ada kepahitan dan sudah mengampuni orang lain (Matius 5:23-24, Matius 6:12).
Para imam di zaman Perjanjian Lama harus mentahirkan diri mereka sebelum masuk ke Bait Suci / Tabernakel, bahkan memakaikan pakaian imam yang sudah dirancang khusus sebelum masuk menyelenggarakan kewajiban mereka di hadapan TUHAN.


SAAT BERDOA (TEN IN ONE)



1. Dalam nama Yesus


" ... dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (Yohanes 14:13-14)"


Dia adalah perantara Perjanjian Baru kita. Satu-satunya Imam Besar yang menjadi perantara doa kita kepada Bapa di sorga.
Tugas imam adalah membawa korban perdamaian umat kepada Bapa di sorga. Bahkan Dia membawa diriNya sendiri sebagai korban yang sempurna yang berkenan kepada Bapa.
Saya berharap anda juga memahami gambaran imam di Perjanjian Lama juga sehingga kita mempunyai gambaran yang lengkap mengenai seluruh isi Alkitab.


Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban. Sebab hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah menjadi sempurna sampai selama-lamanya.
(Ibrani 7:25-28)


Karena itu saudara-saudara, jangan mau lagi diperbudak oleh konsep-konsep yang tidak berdasarkan ajaran sehat. Kita bisa datang kepada Imam Besar itu secara pribadi tanpa perantaraan siapapun lagi selain TUHAN YESUS itu sendiri.

2. Jadilah menurut kehendak TUHAN


jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. (Matius 6:10)


Di dalam doa, yang harus kita sadari adalah TUHAN adalah subjek, bukan objek, jadi jangan berdoa dengan memaksa kepada TUHAN apa yang harus Dia lakukan.
Kita serahkan semua kepada kemurahan TUHAN semata karena Dia tahu apa yang terbaik untuk kita, kita sendiri seringkali tidak tahu apakah yang minta di dalam doa adalah sesuatu yang berkenan atau tidak.
Mungkin kita menilai doa kita sudah baik, tapi di mata TUHAN belum tentu itu yang terbaik bagi kita dan bagi kerajaanNya. Dia tahu masa depan kita.

3. Doa orang benar (Roma 10:10)

Yakobus 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Mazmur 34:17 (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

Jika kita adalah orang yang sudah diselamatkan, yaitu orang yang telah menerima Yesus sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT, kita adalah orang benar tersebut, yang telah dibenarkan oleh darah Kristus (Roma 3:24,5:9)

4. Minta dengan iman (Yakobus 1:5-7)

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. (Yakobus 1:5-7)"

Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"(Lukas 18:8)


Semua telah tahu .. (Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat - Ibrani 11:1)
dan (Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia - Ibrani 11:6)
Jadi, kalau kita tidak berkenan kepada Allah, bagaimana mungkin kita berdoa meminta kepadanya?

5. Doa orang yang hatinya suci (1 Yohanes 3:21-22)


Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. (1 Yohanes 3:21-22)


Dengan hati yang suci, orang bisa dengan mudah "berkomunikasi kepada Allah Bapa". Di dalam kehidupan nyata, ketika kita tidak punya prasangka apa-apa kepada teman kita, sangat mudah kita membangun hubungan bukan?
Kita bisa curhat, kita bisa menyampaikan rahasia pribadi kita mereka terkadang.

6. Meminta untuk kebaikan orang lain (Lukas 11:5-8, Doa syafaat Abraham - Kej 18:23-32, Musa berdoa untuk umat Israel - Ulangan 9)

JOY = JESUS, OTHER, YOU

Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. (Lukas 11:5-8)


Tuhan sangat mengasihi orang tidak mementingkan diri sendiri. Orang semacam itu, biasanya mempunyai hati yang baik. Raja Daud semasa hidupnya juga begitu. Ketika ada sahabatnya yang mengalami masalah, dia juga ikut berempati kepada mereka.
Bahkan dikatakan di dalam nas Mazmur (dia berkabung seperti kehilangan orang tua). Bapa Abraham pun demikian, ketika Allah hendak memusnahkan tanah Sodom dan Gomora, dia berpikir tentang Lot keponakannya, dia berdoa syafaat sampai tawar menawar kepada TUHAN.
Musa juga begitu, ketika orang Israel berdosa dengan mendirikan patung tuangan lembu emas yang menyakitkan hati TUHAN sehingga TUHAN hendak memusnahkan mereka, Musa berdoa sambil berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam.
Doa seperti pasti dikabulkan TUHAN ! Baca perumpamaan yang dipaparkan TUHAN YESUS di Lukas 11:5-8)

7. Doa penuh kerendahan hati (Lukas 18:9-14)


Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."


Air selalu mengalir dari atas ke bawah. Kita pun di dalam berdoa harus dengan sikap hati seperti ini. Jangan tinggi hati di hadapan TUHAN, Dia harus semakin besar, kita semakin kecil.
Harus diingat, kita adalah debu, kita bisa bernafas, bisa hidup dan berkarya melakukan ini dan itu adalah semata-mata hasil karya TUHAN di dalam hidup kita.


Amsal 16:5 Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.
Amsal 16:18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.



8. Doa yang tidak untuk kedagingan (Yakobus 4:3)


Yakobus 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.


Point ini mesti benar-benar diperhatikan. Ajaran Kristen yang hanya menitikberatkan berkat materi jika tidak berhati-hati akan jatuh dalam sikap hati seperti yang dituliskan oleh Yakobus.
Kecenderungan manusia pada umumnya selalu meminta segala sesuatu yang paling enak untuk diri mereka. Selama saya mengikuti TUHAN, saya hampir selalu mendengar orang selalu berdoa minta
jodoh, minta kekayaan, minta karier diberkati. Memang tidak ada salahnya, tapi jangan sampai berhenti di situ. Orang boleh minta jodoh, kekayaan, karier asalkan semua tujuannya adalah memperluas Kerajaan Allah dan memuliakan Bapa di sorga.
Tetapi inti dari kekristenan bukanlah hal ini.

Sebagai pendeta atau pastor yang baik, mereka tidak akan cepat mengimani dan mengamini apa yang diminta jemaat untuk didoakan kepada mereka.
Seringkali saya mendengar di radio, di khotbah di televisi, pendeta selalu berkata "imani saja..imani saja" , "percaya saja, percaya saja".
Itu tidaklah benar saudara-saudara. Kita mesti memahami kenapa kita meminta sesuatu dan tujuannya apa. Jika semuanya untuk memuaskan hawa nafsu kita, pada dasarnya kita sudah mencobai TUHAN seperti yang Iblis lakukan kepada TUHAN di padang gurun.


1 Yohanes 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.


Yesus di dalam memberikan contoh berdoa supaya kita berdoa meminta makanan secukupnya, bukan berlimpah-limpah, bukan juga meminta rezeki, bukan untuk berhari-hari, tapi untuk satu hari saja.

Lukas 11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya


Di lain perumpamaan, Yesus menggambarkan Bapa yang baik akan mengabulkan doa mengenai permintaan roti dan ikan, bukan emas dan perak.


Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? (Matius 7:9-10)


9. Doa meminta hal-hal yang rohani



Lukas 11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."


Jika meminta sesuatu yang rohani kepada TUHAN untuk diperlengkapi di dalam pelayanan, maka TUHAN pastilah mendengarkan permintaan semacam itu.
Roh Kudus adalah pribadi yang diberikan oleh Bapa kepada hati orang percaya yang akan memimpin orang percaya untuk memuliakan TUHAN.
Roh Kudus akan menginsyafkan, memimpin, menolong, menghibur, mengajar, dan membantu orang percaya untuk berdoa. Para rasul sesudah diperlengkapi Roh Kudus, hidup mereka semakin diubahkan.
Dan mereka pun menjadi pribadi-pribadi yang berkuasa. Rasul Paulus juga mengajarkan kepada kita untuk berusaha mendapatkan karunia yang lebih.


1 Korintus 12:31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama


Di bawah ini juga terdapat contoh-contoh lain doa terkabul dari orang yang meminta hal-hal berguna untuk memperluas KerajaanNya dari PL dan PB:


Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.
1Sa 1:11 Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."
Mazmur 2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
2 Raja-raja 2:9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."



10. Konsisten, Persisten, Insisten (Matius 7:7-11, Lukas 11:8, Lukas 18:1-8, 2 Raja-raja 2:1-12)


Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.


TUHAN ingin anakNya menjadi orang yang tekun dan tidak putus asa. Terkadang TUHAN ingin menguji anakNya dengan pelajaran yang tidak mudah sehingga ke depannya mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh menghadapi dunia yang semakin tidak bersahabat.
Dia juga memberikan pesan tidak ada yang instant. Dia pun ingin terus menyelidiki hati kita sehingga kita bisa punya waktu instropeksi ketika sebuah doa tidak dijawabnya dengan cepat.
Saudara-saudara, TUHAN tahu dengan persis kamu kita membutuhkan apa yang kita doakan.

TUHAN mungkin lama menjawab doa kita, tapi DIA tidak akan TERLAMBAT melakukanNya.


Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Matius 7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Lukas 11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Lukas 18:2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
Lukas 18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
Lukas 18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
Lukas 18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
Lukas 18:6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Lukas 18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Lukas 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"



ElYesaya adalah orang yang sangat konsisten, persisten dan insisten di dalam melayani TUHAN. Ketika Elia hampir naik ke sorga, terus menerus mengikuti Elia walaupun Elia menyuruhnya pulang, begitu juga dengan omongan rombongan nabi yang "menghasutnya" untuk meninggalkan Elia.
Tau apa yang terjadi dengan ElYesaya selanjutnya setelah mendapatkan kuasa yang besar karena konsistensinya? Dia menjadi pelayanan TUHAN yang sangat diurapi dan berkuasa.
Dari kisah Rut kita pun bisa belajar banyak.


2 Raja-raja 2:1 Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan ElYesaya sedang berjalan dari Gilgal.
2 Raja-raja 2:2 Berkatalah Elia kepada Elisa: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel." Tetapi ElYesaya menjawab: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu pergilah mereka ke Betel.
2 Raja-raja 2:3 Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
2 Raja-raja 2:4 Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho.
2 Raja-raja 2:5 Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada ElYesaya serta berkata kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
2 Raja-raja 2:6 Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya.
2 Raja-raja 2:7 Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.
2 Raja-raja 2:8 Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.
2 Raja-raja 2:9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."
2 Raja-raja 2:10 Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."
2 Raja-raja 2:11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.
2 Raja-raja 2:12 Ketika ElYesaya melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.


HENDAKNYA 10 POINT DI ATAS TIDAK DI BACA TERPISAH. POINT 1-10 ADALAH POINT YANG BERHUBUNGAN SATU SAMA LAIN. JADI SAYA MENYEBUTNYA TEN IN ONE

Doa orang putus asa


Yesaya 42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.


Ada kalanya seorang manusia menjadi putus asa, iman hampir pudar, tidak berpengharapan karena begitu banyak masalah yang timbul di dalam hidupnya.
Saudara-saudara, anda tidak sendiri, Ayub adalah contoh orang yang sangat putus asa ketika dia mendapatkan cobaan-cobaan yang sangat berat.
Daud semasa hidupnya juga harus melewati cobaan-cobaan yang tidak kalah ringan, bahkan di dalam mazmur banyak sekali pasal-pasal yang mengesankan dia sangat putus asa.
Tapi dari kedua tokoh ini, baik Ayub dan Daud tidak pernah kehilangan pengharapan mereka pada TUHAN.
Jika anda sedang mendapatkan pengalaman seperti itu pada saat ini, ketika anda membaca, anda bisa memutuskan untuk mempercayaiNya juga. Dia adalah TUHAN yang sama, dari dulu, sekarang dan selamanya.

Doa Hanna meminta anak dari TUHAN, yang kemudian dikabulkan TUHAN melalui lahirnya Samuel

1 Samuel 1:10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.


Inilah mazmur Daud yang terkenal ini:


Mazmur 51:17 (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Mazmur 34:18 (34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.


Tetapi di balik point yang kesebelas ini, kita juga harus menyelidiki diri kita sendiri, apakah selama ini hidup kita sudah berkenan kepada Dia?
Apakah kita masih hidup dalam dosa sehingga hidup kita terpuruk ? Kalau memang masih, kita harus bertobat dari segala kesalahan kita dahulu dan memperbaiki hidup kita di hadapannya.

Ingat !!

"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yesaya 59:1-2)"


Semoga artikel ini memberkati.

Senin, 25 Oktober 2010

Kebaikan vs Kebenaran



Pernahkah anda jalan-jalan ke pasar kemudian saat sedang melihat-lihat, lalu ditawarkan membeli sesuatu kemudian karena anda merasa kasihan andamembeli barang yang ditawarkan tersebut?
Atau mungkin saat di tengah jalan, ketika melihat "pengemis" , kita memberikan "sedekah". Apakah kita sudah berbuat baik? Ya, tapi apakah kita sudah berbuat benar? Belum tentu.

Kebaikan-kebaikan kita yang didasari oleh hati nurani memang baik dan saya yakin TUHAN pun akan mempunyai pertimbangan terhadap kebaikan yang didasarkan pada hati nurani tersebut.

Tetapi hati nurani manusia pada saat tertentu bisa disalahgunakan bahkan mungkin seringkali salah, baik alokasinya, timingnya, sasarannya.
Bantuan-bantuan kita bisa dimanipulasi oleh orang yang berlaku licik. Realita mengungkapkan bahwa pengemis-pengemis di jalanan ternyata juga dimanipulasi oleh sindikat-sindikat yang memang mempekerjakan pengemis untuk memperkaya diri kita.

Sumbangan-sumbangan dari rumah ke rumah yang katanya ditujukan untuk bantuan yayasan yatim piatu tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Yesus telah memperingatkan kepada pengikut-pengikutNya, yaitu kita supaya tidak terjebak di dalam ketulusan yang salah.


"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.(Mat 10:16)"


TUHAN Yesus tidak hanya ingin kita tulus, tapi juga cerdik. Dia tahu bahwa kondisi umat manusia pada akhir zaman akan dipenuhi kepalsuan-kepalsuan yang didasarkan kelicikan-kelicikan belaka. Serigala adalah binatang buas yang pintar menyamar di kawanan domba. Jadi, kalau kita tidak hati-hati, ketulusan yang didasari "hati nurani" bisa dimanipulasi dan akhirnya kita menyalahkan diri sendiri, orang lain bahkan menyalahkan TUHAN.

Di dalam pelayanan Yesus selama 3,5 tahun pun, Yesus pun menyadari bahwa orang-orang miskin selalu ada di sekitar orang-orang percaya dan itu akan eksis sampai nantinya.


"Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. (Mar 14:7)"


Yesuspun senantiasa memberikan "ujian hati" kepada pengemis buta yang akan disembuhkanNya. Dia ingin menguji pilihan mereka, apakah pilihan mereka untuk kesembuhan mata atau untuk mencukupkan diri dengan meminta uang dari Yesus.


Mat 20:32 Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?"
Mat 20:33 Jawab mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat."
Mat 20:34 Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.


Pelayanan Petrus pun begitu, ketika ada pengemis lumpuh yang meminta sedekah padanya, dia tahu bahwa jawaban untuk orang lumpuh ini adalah bukan persoalan uang semata, tapi di kakinya. Dengan kesembuhan kakinya, dia bisa mencari uang, tetapi tentunya kesembuhan ilahi sehingga orang tersebut bisa memuliakan nama TUHAN dan menjadi kesaksian bagi banyak orang.


Kis 3:3 Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
Kis 3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
Kis 3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
Kis 3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
Kis 3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.


Renungkanlah masalah-masalah tersebut di atas, jangan sampai karena kita didorong karena hati nurani yang salah, kita menjadi salah di dalam memberi sehingga justru menjerumuskan orang lain kepada hidup yang lebih jauh dari kebenaran. Seorang ayah atau ibu yang baik tidak akan memanjakan anaknya dengan memberikan kepada kita apa saja yang anaknya minta, tetapi mereka akan menjadi bijak jika mereka memberi apa yang anaknya butuhkan.

Yesus secara tersirat mengajarkan supaya kita menjadi jawaban atas kebutuhan jasmani yang paling dasar dari manusia.


Mat 25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
Mat 25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.


Lapar, haus, kesepian, keterlanjangan, sakit, penguatan adalah hal-hal mendasar yang MESTI kita berikan jawaban.

Jangan juga kita memberi pertolongan atas dasar ingin menyenangkan orang, takut nggak enak hati, takut nanti dibilang kita pelit, takut nanti tidak ada teman. Itu bukan sebuah kebenaran. Kita harus memilih, ingin menyenangkan TUHAN atau menyenangkan manusia.


Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. (Kis 4:19)


Ingat satu hal saudara-saudara, orang miskin itu acapkali terletak pada mentalitasnya, bukan realitanya.

KEBUTUHAN PALING MENDASAR MANUSIA

Realita di dalam dunia seperti kita tahu dipenuhi dengan orang-orang miskin dan jika kita mempunyai hati mereka, tentulah kita tidak mungkin mengerjakan ini semua. Bencana-bencana alam, korupsi, pencurian, penindasan dan ketidakadilan manusia adalah faktor-faktor yang menyebabkan kemiskinan itu terjadi.
Bencana-bencana alam pun seringkali terjadi karena faktor manusia yang melakukan illegal logging, eksplorasi minyak yang berlebihan, penambangan dan semua kegiatan yang diakibatkan keserakahan manusia yang menyebabkan ekosistem secara global berubah.

Nah, dari paparan di atas kita tahu sebenarnya ada akar masalah yang harus dibereskan. DOSA-lah yang menyebabkan semua hal itu terjadi. Di sini kita bisa lebih jelas lagi bahwa bukan semata-mata uang adalah jawaban persoalan manusia, tapi DOSA tersebut yang harus dibereskan.

Manusia harus dilepaskan dari dosa, itulah solusinya. Orang-orang harus diajarkan suatu kebenaran dan biarlah kebenaran itu yang memerdekakannnya.


"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.(Yoh 8:31-32)"


Sejarah mencatat perjalanan Injil yang ajaib yang benar-benar mengangumkan. Dahulu Eropa adalah negara-negara barbar sebelum mengenal pemberitaan Injil. Bangsa-bangsa di Skandinavia yang dulunya termasuk orang-orang yang paling ganas di dunia bisa berubah total semenjak Injil masuk di sana.

Di Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Swiss, dan beberapa negara lainnya setelah Injil diberitakan di sana, mereka tumbuh menjadi negara-negara makmur dengan kemampuan untuk menciptakan teknologi-teknologi yang luar biasa. Nokia, Ericsson, Volvo yang terkenal di Indonesia adalah produk dari kecerdasan mereka.


Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. (2 Korintus 3:16-17)


Kabarkan Injil kepada semua orang untuk kebaikan mereka dengan tulus, bukan dengan kelicikan sehingga mereka pun bisa menjadi hak waris atas kerajaan Allah menjadi anakNya sehingga ketika mereka sudah menjadi anak, maka pemeliharaan akan datang dari Bapa di sorga. Kiranya pertumbuhan iman terus dialami oleh pembacaan Alkitab sehingga kita bisa membedakan mana yang baik, mana yang berkenan dan mana yang sempurna.