Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kitab kejadian

Sisi Lain Dari Peristiwa Pengorbanan Abraham di Gunung Moria

Søren Kierkegaard seorang filsuf Kristen asal Denmark menafsirkan kitab Kejadiaan untuk peristiwa penyembelihan terhadap Ishak. Dia menggambarkan saat itu, Abraham bukan hanya beriman kuat terhadap Tuhan Allah untuk mengorbankan anaknya. Tapi di sisi lain, dirinya harus memutar otak untuk menjelaskan kepada Ishak untuk apa dan mengapa harus dia dikorbankan. Abraham tidak mau Ishak sakit hati terhadap Tuhan Allah karena dianggap kejam. Untuk itu, Abraham ditafsirkan melakukan kekerasan fisik ke Ishak. Beliau mengancam,menendang, menampar sekeras mungkin untuk menyakinkan Ishak bahwa inisiatif untuk mengorbankan dirinya adalah murni dari keinginannya sendiri, tidak ada kaitannya dengan Tuhan Allah. Abraham terpaksa berbohong, berlaku keras untuk membela Tuhan Allah di depan Ishak. Itulah pandangan Søren Kierkegaard tentang dilema yang dialami Abraham di gunung Moria. Itu masih sebagian loh. Belum lagi bagaimana Abraham harus menghadapi pertanyaan Sarah ke mana mereka hendak pergi. ...

Mengingat dan Mengalami Kembali Kepada Kasih Mula-Mula (Kejadian 35:1-7)

Kembali ke Betel ! MENGINGAT KASIH MULA-MULA Sebuah perjumpaan pertama antara kita dan TUHAN adalah suatu momen peristiwa yang seharusnya tidak akan kita lupakan seumur hidup kita. Pada dasarnya, manusia adalah mahkluk yang punya kebiasan pelupa, terutama mudah lupa akan kebaikan-kebaikan orang, apalagi kebaikan TUHAN. Mengingat keburukan dan kejahatan orang lain akan lebih mudah bagi seorang manusia daripada mengingat kebaikannya, parahnya lagi TUHAN yang tidak pernah membuat satupun keburukan kepada manusia seringkali disalah-mengerti oleh manusia sehingga ketika ada satu-dua masalah "buruk" terjadi di dalam hidupnya, ribuan kasih TUHAN bisa dilupakan dalam sekejap. Biasanya dan seringkali, untuk mengingatkan kasih mula-mula manusia akan TUHAN, manusia harus dihadapkan pada masalah besar dahulu sebelum hatinya berbalik kepada TUHAN. Satu contoh di Alkitab yang menggambarkan kisah hidup seorang tokoh Alkitab yang jalan hidupnya mirip sekali dengan Kristen pada umumnya adalah...

Kisah Eliezer - Ciri-Ciri Orang Yang Bisa Dipercayakan Tanggung Jawab Besar (Kejadian 24)

Eliezer : God is my help Di artikel ini saya mencoba untuk mengulas mengenai seorang hamba Abraham yang sebenarnya tidak tertulis namanya di Kejadian pasal 24. Dari sifat dan tindakannya jika dibaca di pasal ini, kita bisa mengetahui bahwa hamba ini bukan hamba yang sembarangan diberikan beban tanggung jawab yang sangat besar. Dia diberikan sebuah misi untuk mendapatkan pasangan hidup bagi Ishak, anak Abraham. Pengamat Alkitab menafsirkan bahwa hamba ini bernama Eliezer, hamba Abraham yang disebut-sebut Abraham sebagai kandidat pewarisnya ketika TUHAN menyatakan diri melalui sebuah penglihatan (baca Kejadian 15:2) Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Abraham yang waktu itu masih mengenakan nama Abram tidak menyebut-nyebut kandidat lain mungkin di dalam hatinya, hamba inilah yang "paling pantas" menjadi ahli wa...