Selasa, 02 Juni 2009

Dosa Turunan

Pada hakikatnya setiap manusia sudah jatuh di dalam dosa. Ketika seorang manusia dilahirkan, telah ada benih dosa yang sudah dibawa ke dunia, tetapi sayangnya banyak orang memungkirinya (ya, dengan memungkirinya, itu sudah contoh sebuah contoh keangkuhan, dan keangkuhan itu adalah bagian dosa). Ada 3 hal yang telah dibawa manusia ketika dilahirkan, dan 3 hal itulah yang akan terus melekat kepada manusia sampai mati.

Keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup adalah 3 hal tersebut. Kita bisa menjumpai 3 hal tsb meskipun pada bayi.


1 Yohanes 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.


Tidak pernah kita mengajarkan seorang anak kecil untuk egois, mereka bisa egois, tidak pernah kita ajarkan anak kecil untuk berbohong, mereka bisa berbohong,
tidak pernah kita ajarkan mereka untuk merampas mainan temannya, mereka bisa melakukannya sendiri.

Benih dosa itu semakin hari semakin bertumbuh seiring usianya. Ketika sudah makin besar, maka benih itu akan berakar semakin dalam. Secara rohani, manusia diibaratkan sebagai tanah. Begitu juga dosa akan terus berakar dalam diri manusia. Ketika akarnya sudah kokoh, maka mulailah dosa itu bertumbuh dari hari demi hari.
Dosa mulai seperti pohon di dalam diri manusia. Ketika pada waktunya, maka makin berbuah-buahlah dosa.
Mungkin pada awalnya dosa itu hanya menguntit di pikiran manusia, godaan-godaan yang masuk dari mata akan merasuk ke pikiran. Ketika pikiran terus diikat, maka hatipun mulai dirangsang melakukan dosa.
Proses di hati inilah yang akan berbenturan dengan hati nurani manusia. Secara normal, manusia selalu kalah terhadap dosa. Itulah sebabnya manusia sering cenderung melakukan kejahatan.
Ketika hati nurani kita kalah oleh dosa, maka dosa itu akan terwujudkan dengan perbuatan. Lahirlah kejahatan demi kejahatan. Satu kejahatan ditutup dengan kejahatan lain. Mungkin awalnya hanya kejahatan kecil. Kemudian karena takut kejahatannya terbongkar, maka manusia berbohong. Kemudian setelah ketahuan berbohong, maka manusia membunuh untuk menutupi perbuatannya. Karena takut pembunuhannya terbongkar, maka manusia memfitnah, kemudian seterusnya terjadi lingkaran dosa. Akhirnya buah dosa yang matang menghasilkan maut:


Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.



Yakobus 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.


Kita bisa ambil contoh dari kehidupan Kain. Pertama kali yang timbul hanyalah masalah hati yaitu rasa iri hati terhadap Habel adiknya. Tetapi dari situ, dosa demi dosa dilahirkan sampai akhirnya dia di buang dari hadapan Allah. (Kejadian 4:3-4:16)

Itulah sedikit gambar mengenai dosa turunan. Teori dosa turunan sangatlah sederhana dijelaskan. Dari kehidupan sehari-haripun, kita bisa memperoleh gambarannya. Seperti halnya penyakit turunan dan penurunan sifat genetika , maka dosa turunanpun hampir sama dijelaskan.

Karena dosa turunan inilah, semua manusia membutuhkan TUHAN. Manusia yang sudah hilang kemuliaan tidak akan bisa menyelamatkan dirinya sendiri.


Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,


Semua membutuhkan rahmat TUHAN. Rahmat Tuhan (Grace) itulah yang mampu menyelamatkan manusia. Dapatkah manusia yang berdosa menyelamatkan manusia berdosa pula? Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Untuk itulah Allah menyatakan diriNya kepada manusia dengan jalan datang sebagai manusia untuk membawa kita kembali kepadaNya.
Untuk itulah Allah di dalam YESUS KRISTUS menyatakan diriNya kepada manusia. Hanya di dalam namaNya manusia bisa diperdamaikan dengan Allah Sang Pencipta. Dia datang memang sebagai manusia, tetapi di dalam kemanusianNya, Dia tidak melakukan dosa. Bahkan Dia menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.


Roma 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,


Sekarang ini, tanyakanlah hatimu sendiri secara jujur, apakah anda saat ini tidak berdosa?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar