Jumat, 25 Desember 2015

Wanita Iran Yang Mencoba Bunuh Diri Akhirnya Mengurungkan Niatnya. Apa Yang Terjadi?

Padina adalah salah seorang wanita muslim Iran yang tumbuh dengan kehidupan rohani yang taat sebagaimana layaknya seorang muslimah. Sejak kecil hidupnya sudah diindoktrinasi kebencian terhadap orang Kristen. Ketika ada eksekusi terhadap orang Kristen, dirinya merasa gembira.
Seiring kehidupan berjalan, dirinya merasa hambar dengan berbagai persoalan hidupnya dan keluarganya. Ibunya yang menderita sakit parah harus menjalani pengobatan dan memerlukan dana yang sangat mahal.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Dunia Belajar Mengampuni ISIS Melalui Myriam

Mat 18:3  lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.


Essam Nagy seorang jurnalis dari TV nasional Mesir SAT7 ketika berkunjung ke kamp pengungsi di Utara Irak korban serangan ISIS dipertemukan oleh TUHAN dengan seorang gadis kecil. Di kamp pengungsi yang berisi bocah-bocah kecil Irak dan keluarga mereka yang kehilangan kerabat dan tempat tinggal, Essam mendapatkan kesempatan mewancarai belasan gadis kecil yang kebanyakan berasal dari daerah Qaraqush, Irak.

Sabtu, 26 September 2015

Sisi Lain Dari Peristiwa Pengorbanan Abraham di Gunung Moria

Søren Kierkegaard seorang filsuf Kristen asal Denmark menafsirkan kitab Kejadiaan untuk peristiwa penyembelihan terhadap Ishak. Dia menggambarkan saat itu, Abraham bukan hanya beriman kuat terhadap Tuhan Allah untuk mengorbankan anaknya.
Tapi di sisi lain, dirinya harus memutar otak untuk menjelaskan kepada Ishak untuk apa dan mengapa harus dia dikorbankan.

Abraham tidak mau Ishak sakit hati terhadap Tuhan Allah karena dianggap kejam. Untuk itu, Abraham ditafsirkan melakukan kekerasan fisik ke Ishak. Beliau mengancam,menendang, menampar sekeras mungkin untuk menyakinkan Ishak bahwa inisiatif untuk mengorbankan dirinya adalah murni dari keinginannya sendiri, tidak ada kaitannya dengan Tuhan Allah.
Abraham terpaksa berbohong, berlaku keras untuk membela Tuhan Allah di depan Ishak. Itulah pandangan Søren Kierkegaard tentang dilema yang dialami Abraham di gunung Moria.
Itu masih sebagian loh. Belum lagi bagaimana Abraham harus menghadapi pertanyaan Sarah ke mana mereka hendak pergi.

Jumat, 17 Juli 2015

Mengupas Alkitab Perjanjian Baru - Surat Roma 3

Roma 3:1-2 -> Kelebihan Yahudi dan sunat : Mereka dipercayakan pemberitaan Firman Tuhan. Tetapi kelebihan Yahudi juga justru menjadi kelemahan mereka oleh karena ketidakmampuan mereka untuk melakukan tuntutan hukum Taurat. Bahasa awamnya: Mereka tidak amanah.
Ketika mereka tidak bisa menjalankan seluruh hukum Taurat, mereka sudah dibisa dikategorikan TIDAK SETIA.

Roma 3:3-4 -> Ketidaksetiaan Yahudi (dalam hal ini di dalam melakukan SELURUH hukum Taurat) TIDAK membatalkan kesetiaan TUHAN.

KESETIAAN ALLAH adalah MUTLAK, diadu seperti apapun juga DIA tetap SETIA. Sebaliknya MANUSIA adalah TIDAK SETIA, mau diadu apapun juga MANUSIA TIDAK BISA DIPERCAYA (sekali lagi dalam hal melakukan SELURUH HUKUM TAURAT).

Di ayat-ayat di atas, secara tersirat Rasul Paulus menyentil orang Yahudi yang membanggakan sunat dan hukum Taurat. Fakta sesungguhnya, orang Yahudi yang punya hukum Taurat tidak mampu melakukan tuntunan hukum Taurat. (ITULAH SEBABNYA MEREKA DIKATAKAN TIDAK SETIA)

Roma 3:5-6 -> Tetapi KEBENARAN (righteousness) Allah tidak bisa dipermainkan. KESETIAANNYA juga harus dikaitkan dengan sifat KEADILANNYA juga.
Artinya hukuman tetap harus dijatuhkan kepada orang Yahudi yang gagal memenuhi tuntutan hukum Taurat.

Filosofis: KESETIAAN ALLAH MUTLAK JUGA HARUS SETIA KEPADA SIFAT KEADILANNYA SENDIRI. KALAU ALLAH TIDAK SETIA DENGAN SIFAT KEADILAN YANG ADA PADA DIRINYA, BAGAIMANA DIA BISA ADIL ?
BAGAIMANA BISA DIA MELAKUKAN PENGHAKIMAN KEPADA MANUSIA YANG TIDAK SETIA SEDANGKAN DIRINYA TIDAK SETIA DENGAN SIFAT KEADILANNYA.

Roma 3:7-8 ->
Rasul Paulus bicara dalam konteks orang yang ingin mencobai TUHAN dengan sengaja berbuat dosa. Rasul Paulus tidak ingin manusia salahgunakan KESETIAAN TUHAN ALLAH dengan terus menerus melakukan dosa supaya Allah terus menunjukkan kesetianNya dengan memberikan pengampunan terus menerus. 

 Ingat ! Allah tidak bisa dipermainkan karena DIA MAHA TAHU. Dia tahu mana dosa yang dilakukan karena kelemahan manusia dan mana dosa yang dilakukan dengan sengaja atas persetujuan AKAL BUDI.


NOTE: AYAT ROMA 3:7 INI TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN CARA PENGINJILAN RASUL PAULUS (BANYAK ORG SALAH SANGKA)


Roma 3:9-18 -> Semua orang di muka bumi jatuh dalam dosa (baik Yahudi maupun bukan Yahudi) , kecenderungannya adalah melakukan dosa, tidak ada yang mencari TUHAN.

Roma 3:19-20 -> Semua orang harus binasa, tetapi untuk bangsa Yahudi, mereka punya hukum Taurat sehingga mereka lebih punya penuntun. Apalagi hukum Taurat akan memberitahukan kepada mereka tentang ini dan itu adalah dosa, tetapi bangsa lain tidak ada. Tapi sad but true, semua orang, baik yang punya hukum Taurat maupun orang yang tidak punya tetap jatuh di bawah murka Allah.

Mereka yang melakukan hukum Taurat pun tidak dibenarkan di pandangan Allah.

Roma 3:21-22 -> Kebenaran Allah dinyatakan ketika Allah Bapa mengutus Anak TunggalNya kepada dunia. Tidak ada tawaran lain, tidak ada kompromi. Satu-satunya yang berkenan di hadapan Allah adalah percaya / iman pada TUHAN YESUS kepada semua orang tanpa pandang bulu, kebenaran yang sudah ditulis dalam nubuatan yg terdapat di kitab Taurat dan kita para nabi.

Roma 3:23-24 -> Karena semua org di muka bumi ini sdh jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan ALLAH, maka HANYA OLEH KASIH KARUNIA ALLAH SAJA, manusia diselamatkan.
Jika berbicara soal KASIH KARUNIA, artinya itu adalah HAK PREOGRATIF ALLAH untuk memberikan kepada siapa yang dikehendaki. Tidak ada alasan bagi yang tidak menerima kasih karunia untuk komplain !

Roma 3:25-26 -> Persyaratan satu-satunya dari ALLAH BAPA kpd DUNIA adalah MENERIMA TUHAN YESUS krn persyaratan inilah yang "SUDAH DIPATOK MATI" untuk menerima keselamatan.

Pengampunan yg diberikan melalui TUHAN YESUS KRISTUS adalah WUJUD KEADILAN DARI ALLAH kpd MANUSIA oleh karena ALLAH MAKLUM kepada manusia yang melakukan dosa di masa-masa lalu karena KETIDAKMAMPUAN mereka untuk MELEPASKAN DIRI DARI DOSA.
Tapi sekali lagi pemberian kasih karunia ini adalah HAK PREOGRATIF ALLAH. (SOLA GRATIA)

Roma 3:27-28 -> Jika keselamatan ditentukan oleh iman kepada YESUS KRISTUS sbg TUHAN yang sebagai reaksi atas kasih karunia, maka tidak ada gunanya orang menyombongkan diri dengan amal perbuatan mereka.
(SOLA FIDE)

Roma 3:28-29 -> iman kepada Yesus Kristus yg merupakan reaksi (gayung bersambut) atas kasih karunia Allah menunjukkan Allah tidak pilih kasih kepada semua manusia.
Kalau seandainya manusia dibenarkan karena melakukan hukum Taurat, artinya orang Yahudi saja yang masuk surga, bangsa lain masuk neraka. Kenapa begitu? Karena hukum Taurat ditujukan hanya kepada org Yahudi saja jika dilihat dari segala syariat tata ibadah yg diatur di hukum tersebut (ditegaskan dengan contoh syarat MUTLAK tentang SUNAT).

Roma 3:30 -> Allah milik semua bangsa ! Allah yang memberikan HUKUM TAURAT, juga Allah yang MENGIRIM YESUS KRISTUS. Tidak ada pilih kasih Yahudi (jews) dan Yunani (greek / gentiles)

Roma 3:31 -> Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya

1. Pilihan atas orang Yahudi untuk menerima hukum Taurat pun sebenarnya adalah kasih karunia Allah kepada bangsa itu untuk menjadi bangsa beradab dan beribadah kepada Allah.
Hukum Taurat diberikan kepada mereka agar cara hidup mereka tidak sama dengan bangsa kafir di zaman dahulu. Tetapi krn orang Yahudi tidak mampu melakukan segenap hukum Taurat, maka kasih karunia Allah melalui penebusan Yesus Kristus di atas kayu salib diberikan cuma-cuma.

2. Rasul Paulus tidak coba membuat teori baru dengan membatalkan hukum Taurat karena iman. Dia tidak mengajarkan ajaran baru

3. Meneguhkan dalam hal ini bukan berarti menjadikan alasan pembenaran bagi orang Yahudi yang melakukan hukum Taurat.

4. Hukum Taurat berasal dari Allah yang satu, iman adalah reaksi dari kasih karunia oleh percaya dgn penebusan YESUS KRISTUS yg merupakan syarat satu-satunya dari Allah yang satu untuk mencapai keselamatan yang memungkinkan manusia untuk melakukan hukum Taurat (10 perintah Allah) yang bagi org Yahudi tidak mungkin melakukannya dengan sempurna.

Jumat, 29 Maret 2013

Perenungan #1

Ketika kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu, ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah (kisah penciptaan manusia)

"Ketika terik matahari menyengat ,disitulah butiran air diangkat Ke Langit membentuk awan" (zaman pengangkatan orang pilihan)

Sabtu, 25 Agustus 2012

"Melayani TUHAN Dengan Harta"

Jika anda bertanya kepada banyak orang "Kristen" kenapa tidak melayani TUHAN, mereka sebagian besar akan menjawab "Tunggu kalau saya sudah punya harta, saya akan melayani TUHAN pada saat itu". Di antara jutaan orang tersebut, mungkin itu adalah anda. Yang pasti itu adalah saya waktu masih hidup di dalam kedagingan.
Sebenarnya persepsi seperti itu ("MELAYANI TUHAN DENGAN UANG") juga harus menjadi teguran buat hamba-hamba TUHAN yang saat ini di dalam isi khotbahnya lebih mirip pengemis daripada wakil TUHAN. Pokok persepuluhan yang dikhotbahkan para pendeta yang selalu menjadi topik paling utama itulah yang membuat banyak menyangka bahwa melayani TUHAN hanya melulu berdasarkan harta.

Apapun alasan dan dalih orang Kristen melayani TUHAN jika sudah kaya akan menimbulkan pertanyaan kepada diri mereka sendiri "apakah waktu itu punya kamu?".
Atau "apakah kamu berani jamin kamu akan kaya?". Atau mungkin akan bertanya "apakah AKU kekurangan uang sehingga harus kamu yang memberikan harta kepada saya?"
"Berapa banyak harta yang kamu punyai sehingga bisa menolong ratusan juta orang miskin di muka bumi ini?"

Manusia adalah mahkluk yang tidak bisa dipercaya. Alkitab sendiri menyatakan "tidak ada manusia yang bisa dipercaya, satupun tidak". Proses dari kemiskinan menuju kekayaan pun begitu panjang. Di sana banyak sekali godaan "bagaimana mendapatkan harta","apakah pribadi tersebut masih ingat nazarnya","apakah kalau sudah kaya dan terikat dengan uang, masihkah punya hati untuk memberi".
Tomorrow is still mystery bagi orang-orang tersebut.

Di dunia ini terdapat banyak sekali orang yang hidup dalam kemiskinan. Dari sejak awal peradaban manusia sampai sekarang, orang-orang miskin tidak ada habisnya.
TUHAN Yesus sendiri mengatakan "orang miskin selalu ada di dekatmu" (Markus 14:7) kepada Yudas saat memprotes tindakan Maria Magdalena ketika memberikan minyak narwastu sebagai minyak yang mengurapi tubuh Yesus di Betania.

Yesus memanggil murid-muridNya bukan dengan spesifikasi berapa harta yang mereka punya. Justru ketika mempunyai harta, di saat itu juga mereka melepaskan dan mengikuti Yesus. Matius alias Lewi yang mempunyai harta dari hasil cukai, Petrus saat tangkapan ikan yang banyak, Paulus saat mempunyai kedudukan dan kuasa. Belum lagi Zakeus yang bertobat dan membayar kembali lebih dari setengah hartanya kepada korban-korban yang pernah dicuranginya. Mereka semua adalah orang yang justru meninggalkan harta dan kekayaan saat mereka dipanggil.

Tetapi ada orang kaya yang tidak dapat mengikuti Yesus karena tidak dapat melepaskan hartanya.
Matius 19:21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Jika anda dan saya mempunyai hati untuk layani TUHAN dengan HARTA, layanilah TUHAN saat anda masih MISKIN, disitu letak KEKAYAANMU. Contohi janda miskin (Markus 12:43)
Jika motivasimu benar pada saat masih miskin, maka ketika anda sudah punya kesempatan untuk memegang harta, anda tidak akan seperti YUDAS. Saat ini banyak sekali Yudas-Yudas yang melayani TUHAN di mimbar-mimbar TUHAN. Mereka mencuri harta jemaat dengan memperalat Firman TUHAN. Mungkin mereka adalah salah satu dari orang yang dulu pernah mengatakan "Tunggu kalau saya sudah punya harta, saya akan melayani TUHAN pada saat itu".

Kamis, 17 November 2011

Pengharapan Sejati

Adalah wajar jika di dalam hidup seseorang mempunyai sesosok figur yang dikaguminya, bahkan menjadi panutan di dalam hidupnya. Manusia setelah jatuh ke dalam dosa yang sudah tidak dapat secara langsung bersekutu bersama TUHAN Allah diberikan seseorang yang menjadi perwakilan TUHAN di dunia. Orang tua adalah wakil sah TUHAN Allah di dunia yang sementara ini yang sebenarnya bertanggung jawab untuk membawa anaknya kembali kepada TUHAN.

Secara fakta, justru hal ini hasilnya malahan bertolak belakang, justru banyak orang tua dewasa ini menjadi batu sandungan buat anak-anak mereka percaya kepada TUHAN. Kegagalan rumah tangga menjadi penyebab hilangnya figur orang tua, baik papa maupun mama di mata anak yang membutuhkan teladan. Karena itulah, anak-anak yang tidak menemukan figur teladan orang tua seringnya tumbuh mencari figur idola di luar keluarga. Setan yang selalu ingin tampil menjadi pahlawan kesiangan seringkali "berhasil" untuk menciptakan figur-figur hero dan superhero yang semakin lama semakin membuat dunia terpikat. Satu per satu figur pahlawan dimunculkan untuk meracuni dunia ini, dan akhir kisah, manusia menjadi susah untuk percaya kepada TUHAN.

Gambaran sosok idola yang mengisi jiwa mereka membuat keamanan palsu di dalam jiwa mereka walaupun di dalam sanubari terdalam, mereka sebenarnya tidak menemukannya.
Jika di dunia setan menciptakan ribuan bahkan mungkin jutaan tokoh idola yang berhasil menggait dan menyesatkan banyak orang, di dunia rohani, seharusnya ada jawaban bagi persoalan ini.

Para hamba TUHAN selayaknya menjadi contoh dan teladan untuk membawa jemaat-jemaat untuk hanya bergantung kepada TUHAN Allah semata-mata. Faktanya, masih ada banyak hamba TUHAN yang justru menjadi idola bagi jemaat-jemaat di samping TUHAN. Seharusnyalah tidak terjadi di gereja TUHAN.

Semua orang Kristen mesti sadar, di dunia yang sementara ini, tidak ada yang ideal. Jikalau seseorang menggantungkan hidupnya kepada manusia lain, dipastikan bahwa orang tersebut akan mengalami kekecewaan total. Meletakkan ekspektasi yang tinggi terhadap seseorang akan membuat orang tersebut menetapkan standard-standard yang tinggi terhadap orang yang dikaguminya sehingga jika ada sedikit saja kekeliruan yang dilakukan orang yang diidolakan tersebut, perasaan kagum tersebut akan runtuh dalam sekejap.

Di Alkitab, orang-orang Israel begitu mengidolakan Abraham, Musa dan Daud sampai sekarang. Di kekristenan, banyak orang mengidolakan Petrus dan Paulus karena kedua sosok ini diyakini sebagai ujung tombak perintisan gereja awal. Petrus rasul orang Yahudi, Paulus rasul orang non Yahudi. Begitu banyak peristiwa fenomenal yang terjadi, yang keliatannya adalah karena kehebatan kedua rasul tersebut. Satu momen yang paling dianggap sebagai salah satu peristiwa yang paling bersejarah bagi gereja adalah peristiwa pertobatan massal di Yerusalem.

Pada saat itu, pengkhotbahnya adalah "Petrus sang nelayan". Sadar tidak sadar, orang akan berkata bahwa Petrus itu dahsyat. Ya, dia memang dahsyat, tetapi saya secara pribadi sangat meyakini bahwa peristiwa pertobatan massal tersebut hanyalah bagian puncak dari rangkaian acara-acara yang telah dirancang oleh TUHAN Allah.

Setelah lebih dari 4 abad orang Israel tidak dilawat oleh TUHAN melalui nabi-nabi yang menyampaikan Firman TUHAN, maka yang memecahkan kebuntuan tersebut adalah Yohanes Pembaptis. Seruannya di padang gurun yang telah membawa banyak pertobatan adalah peristiwa yang memulai rangkaian acara yang telah disusun oleh Tuhan Allah untuk membawa pertobatan demi pertobatan yang terjadi di zaman gereja mula-mula. Begitu banyak orang yang datang dari berbagai pelosok di Yerusalem menandakan pra-sejarah gereja. Dari rakyat jelata sampai kepada orang Farisi, banyak orang yang mulai membuka hati yang ditandai dengan baptisan air di sungai Yordan.
Kemudian di zaman yang sama, muncul Yesus dari Nazaret yang kemudian melanjutkan estafet acara yang dirangkaikan oleh TUHAN Allah. Justru karya-karyanya yang selama 3,5 tahun itulah yang menjadi bagian inti yang tidak boleh dilupakan. Pengabaran Injil melalui pengajaran serta tanda-tanda dan mukijzat yang dilakukan oleh Yesus semakin membuka hati dan pikiran orang-orang Israel tentang Mesias yang dijanjikan di dalam kitab Suci. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa walaupun terjadi pro dan kontra, banyak orang Israel yang mulai membuka hatinya terhadap Yesus. Ratusan bahkan ribuan orang yang selalu berbondong-bondong mengikutiNya untuk melihat, mendengar dan merasakan pengajaran dan mendapatkan mukjizat semakin membuat pengabaran Injil tidak hanya menetap di Yerusalem. Injil tersebar pertama kali bukan orang para rasul, tetapi oleh 3 orang majus dari timur yang kembali ke daerah asal mereka. Kesaksian tentang lahirnya Mesias pastilah telah menaburkan benih-benih iman di dalam hati orang-orang yang dianggap kafir oleh orang Yahudi. Para pesakitan yang disembuhkan dari sakit penyakit juga telah menjadi pengabar-pengabar Injil yang sesuai.
Itulah sebabnya ada beberapa orang yang disembuhkan dari penyakit dan dilepaskan dari setan tidak diizinkan oleh Yesus untuk mengikuti diriNya ke Yerusalem, tetapi justru dimintai kembali ke daerah-daerah asal supaya menjadi kesaksian. Dari skenario-skenario tersebut semakin memperjelas bahwa sudah berbagai persiapan yang telah dikerjakan oleh TUHAN Allah terhadap petobat-petobat yang akan menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN telah dimulai dan dilaksanakan.

Peristiwa di Golgota adalah peristiwa yang paling penting walaupun diselimuti dengan kisah dramatis yang berujung kepada penyesalan hati para penyiksa dan para penghujat yang memintai Yesus untuk disalibkan.
Terbukti setelah kematianNya di atas kayu salib, banyak sekali orang yang menyesal sambil memukul dada mereka. Ada juga mulut yang mengaku bahwa "Dia adalah orang benar". Benih-benih pertobatan mulai nampak setelah kisah dramatis tersebut.
Diperkuat lagi dengan kebangkitanNya dari kematian semakin menambah vitamin iman bagi Petrus dan kawan-kawan untuk semakin tidak ragu akan keTUHANan Yesus. Rentetan peristiwa inilah yang membuat Petrus keliatan dahsyat dan mampu untuk mempertobatkan ribuan jiwa dalam satu hari. Tetapi secara tidak sadar, ada sutradara terbesar yang mendalangi kedahsyatan Petrus. Dan jangan kita lupa pula bahwa ada seorang pribadi yang berkuasa di dalam diri Petrus, yaitu Roh Kudus yang memenuhi nelayan ini sehingga secara tidak sadar orang mengangkat dua jempol buat dirinya.

Dari peristiwa inilah, kita mendapatkan contoh bahwa manusia jangan hanya bersandar kepada hal-hal yang keliatan dan juga kepada manusia lainnya. Paulus pun menegur jemaat Korintus yang mulai mengalami perpecahan dengan mulai mengidolakan dirinya dan Apolos. Biarlah mata kita selalu hanya memandang kepada Yesus Kristus yang telah diberikan oleh Allah Bapa sebagai satu-satunya panutan kita.
Dia adalah pokok keselamatan kita karena Dia telah menjadi teladan yang sempurna bagi semua orang percaya.

Untuk itulah saudara-saudaraku, mari senantiasa kita hanya meneladani apa yang baik dari figur-figur yang kita "idolakan", tetapi tidak menjadikan mereka sebagai "idola sejati".
Pengharapan kepada manusia mengecewakan, tetapi pengharapan kita tidak sia-sia, karena Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita.

Hanya Dialah yang layak mendapatkan penghormatan dan penyembahan dari kita semua, Allah Bapa yang telah mengirimkan anakNya yang tunggal kepada dunia dan kepada Yesus Kristus yang layak menerima puji-pujian dari kita semua.
Amin.