Selasa, 26 Oktober 2010

Doa Yang Terkabulkan

Bagaimana Agar Doa Terkabulkan? Apa Syarat-Syarat Doa Dijawab TUHAN? Siapa Yang Akan Didengarkan Oleh Allah?



PENGERTIAN YANG BENAR



Pada zaman ini, ketika dunia sudah tidak bisa memberikan jawaban atas kebutuhan manusia di mana semua serba tidak pasti,
kita sebagai manusia yang mempunyai TUHAN mesti bersyukur. Di mana orang yang tidak berTUHAN hanya bisa mengandalkan kekuatan diri mereka yang sia-sia, kita, ketika pada suatu titik sudah tidak mampu,
maka kita dapat datang berharap kepada TUHAN. Ada SARANA yang telah TUHAN rancangkan kepada umat-umatNya ketika menghadapi kebuntuan.
Disinilah kita juga mendemonstrasikan kuasa TUHAN sehingga orang-orang yang tidak ber-TUHAN juga bisa menjadi orang percaya.

umat Kristiani yang dipilih dan diangkat sebagai anak mempunyai keistimewaan lebih lagi. Tetapi sayangnya, banyak sekali umat Kristiani tidak menyadari posisi dan status mereka di mata TUHAN.
Karena kekurangan pemahaman dan ketidakpercayaan inilah yang sering menghambat doa-doa yang disampaikan meskipun seringkali sudah sampai pada titik putus asa.

Pengajaran-pengajaran yang tidak sehat yang sudah menjamur di mana-mana membuat umat kepunyaan TUHAN yang disebut IMAMatius YANG RAJANI ini merasa mereka harus datang kepada orang-orang yang lebih rohani untuk
mendapatkan berkat. Mereka minta didoakan, minta ditumpangkan tangan, minta minyak urapan dan bahkan minta jimat. Praktek semacam tidak lebih daripada pengkultusan individu dan juga praktek perdukunan yang mengatasnamakan TUHAN YESUS.
Lalu pertanyaannya? Apakan YESUS mendengarkan PERMOHONAN-PERMOHONAN semacam itu? MARI KITA KEMBALI KEPADA AJARAN YANG SEHAT.
Jika saat ini anda masih menikmati praktek semacam ini di dalam hidup saudara, pada akhirnya anda menyesal. Alkitab tidak pernah mengajarkan praktek semacam itu!

Jika kita mendua hati, jangan harap doa anda sampai kepada telinga TUHAN.


Yakobus 1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.


Saudara-saudara, Alkitab adalah pusaka yang telah diwariskan kepada umat percaya TUHAN yang telah dijaga dari generasi ke generasi.
Di dalamnya telah diajarkan berbagai prinsip kebenaran sejati yang membawa kepada keselamatan dan memimpin juga kepada keselamatan.

Kesalahan umat Kristen saat ini adalah tidak mau membawa Alkitab, mereka lebih senang dengan segala sesuatu yang instant.
Orang-orang lebih senang menghabiskan waktu berjam-jam di depan TV, internet, BlackBerry, iPhone, majalah ataupun musik daripada membawa Alkitab.
Ketika Firman TUHAN di dalam Alkitab tidak diindahkan lagi, maka fondasi-fondasi kekristenan ikut rontok.

Mazmur 11:3 Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?


Jika seseorang sudah kehilangan iman, apakah lagi yang bisa diharapkan orang Kristen dalam hidupnya? Pengharapannya pun ikut rontok.

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.


Padahal TUHAN Yesus dengan terang dan jelas mengatakan:

Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.


So, membawa Firman TUHAN sangat penting. Karena ketika kita membaca Firman TUHAN, ibaratnya TUHAN sedang berbicara kepada kita secara pribadi.
Dia akan menuntun kita dari satu pemahaman kepada pemahaman yang lebih tinggi lagi. Jikalau FIRMAN TUHAN itu sudah berada di dalam diri kita dan menjadi lifestyle, maka genaplah nas Alkitab:


Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.


Nah, Firman TUHAN harus menjadi permulaan dan awal dari segala aspek hidup orang Kristen.


Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman;


Jikalau kita memasuki awal yang benar, pada perjalanan selanjutnya pun akan benar jikalau kita terus tekun di dalamnya.
Kita akan mengerti kenapa kita berdoa, kepada siapa kita meminta di dalam doa, tujuan kita berdoa, dan bagaimana berdoa yang benar dan dikabulkan oleh TUHAN.

Ketika kita membaca Alkitab, di dalamnya sudah tertulis tentang cara Yesus berdoa, doa seperti apa yang akan dikabulkan dan bagaimana cara berdoa yang benar dan doa dari siapa saja yang akan dikabulkan.
Yesus kepada murid-muridNya mengajarkan kepada kita mengenai Doa Bapa Kami. Doa seperti itu sudah sangat terkenal, bahkan telah dijadikan lagu di mana-mana.
(Matius 6:9-13). Selain itu, Yesus mengajarkan juga kepada kita untuk berdoa meminta "DI DALAM NAMANYA", begitu juga perumpamaan-perumpamaan yang dipaparkan oleh Yesus mengenai doa . Selain itu, di dalam surat-surat para rasul kepada orang kudus juga diberikan petunjuk-petunjuk mengenai doa.

Agar lebih memudahkan membaca, saya berikan sub judul dan juga point-pointnya:

PRA-DOA


Satu hal yang mesti dan paling penting diperhatikan sebelum kita berdoa adalah hati kita sudah suci (Matius 5:8), tidak ada kepahitan dan sudah mengampuni orang lain (Matius 5:23-24, Matius 6:12).
Para imam di zaman Perjanjian Lama harus mentahirkan diri mereka sebelum masuk ke Bait Suci / Tabernakel, bahkan memakaikan pakaian imam yang sudah dirancang khusus sebelum masuk menyelenggarakan kewajiban mereka di hadapan TUHAN.


SAAT BERDOA (TEN IN ONE)



1. Dalam nama Yesus


" ... dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (Yohanes 14:13-14)"


Dia adalah perantara Perjanjian Baru kita. Satu-satunya Imam Besar yang menjadi perantara doa kita kepada Bapa di sorga.
Tugas imam adalah membawa korban perdamaian umat kepada Bapa di sorga. Bahkan Dia membawa diriNya sendiri sebagai korban yang sempurna yang berkenan kepada Bapa.
Saya berharap anda juga memahami gambaran imam di Perjanjian Lama juga sehingga kita mempunyai gambaran yang lengkap mengenai seluruh isi Alkitab.


Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban. Sebab hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah menjadi sempurna sampai selama-lamanya.
(Ibrani 7:25-28)


Karena itu saudara-saudara, jangan mau lagi diperbudak oleh konsep-konsep yang tidak berdasarkan ajaran sehat. Kita bisa datang kepada Imam Besar itu secara pribadi tanpa perantaraan siapapun lagi selain TUHAN YESUS itu sendiri.

2. Jadilah menurut kehendak TUHAN


jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. (Matius 6:10)


Di dalam doa, yang harus kita sadari adalah TUHAN adalah subjek, bukan objek, jadi jangan berdoa dengan memaksa kepada TUHAN apa yang harus Dia lakukan.
Kita serahkan semua kepada kemurahan TUHAN semata karena Dia tahu apa yang terbaik untuk kita, kita sendiri seringkali tidak tahu apakah yang minta di dalam doa adalah sesuatu yang berkenan atau tidak.
Mungkin kita menilai doa kita sudah baik, tapi di mata TUHAN belum tentu itu yang terbaik bagi kita dan bagi kerajaanNya. Dia tahu masa depan kita.

3. Doa orang benar (Roma 10:10)

Yakobus 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Mazmur 34:17 (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

Jika kita adalah orang yang sudah diselamatkan, yaitu orang yang telah menerima Yesus sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT, kita adalah orang benar tersebut, yang telah dibenarkan oleh darah Kristus (Roma 3:24,5:9)

4. Minta dengan iman (Yakobus 1:5-7)

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. (Yakobus 1:5-7)"

Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"(Lukas 18:8)


Semua telah tahu .. (Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat - Ibrani 11:1)
dan (Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia - Ibrani 11:6)
Jadi, kalau kita tidak berkenan kepada Allah, bagaimana mungkin kita berdoa meminta kepadanya?

5. Doa orang yang hatinya suci (1 Yohanes 3:21-22)


Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. (1 Yohanes 3:21-22)


Dengan hati yang suci, orang bisa dengan mudah "berkomunikasi kepada Allah Bapa". Di dalam kehidupan nyata, ketika kita tidak punya prasangka apa-apa kepada teman kita, sangat mudah kita membangun hubungan bukan?
Kita bisa curhat, kita bisa menyampaikan rahasia pribadi kita mereka terkadang.

6. Meminta untuk kebaikan orang lain (Lukas 11:5-8, Doa syafaat Abraham - Kej 18:23-32, Musa berdoa untuk umat Israel - Ulangan 9)

JOY = JESUS, OTHER, YOU

Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. (Lukas 11:5-8)


Tuhan sangat mengasihi orang tidak mementingkan diri sendiri. Orang semacam itu, biasanya mempunyai hati yang baik. Raja Daud semasa hidupnya juga begitu. Ketika ada sahabatnya yang mengalami masalah, dia juga ikut berempati kepada mereka.
Bahkan dikatakan di dalam nas Mazmur (dia berkabung seperti kehilangan orang tua). Bapa Abraham pun demikian, ketika Allah hendak memusnahkan tanah Sodom dan Gomora, dia berpikir tentang Lot keponakannya, dia berdoa syafaat sampai tawar menawar kepada TUHAN.
Musa juga begitu, ketika orang Israel berdosa dengan mendirikan patung tuangan lembu emas yang menyakitkan hati TUHAN sehingga TUHAN hendak memusnahkan mereka, Musa berdoa sambil berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam.
Doa seperti pasti dikabulkan TUHAN ! Baca perumpamaan yang dipaparkan TUHAN YESUS di Lukas 11:5-8)

7. Doa penuh kerendahan hati (Lukas 18:9-14)


Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."


Air selalu mengalir dari atas ke bawah. Kita pun di dalam berdoa harus dengan sikap hati seperti ini. Jangan tinggi hati di hadapan TUHAN, Dia harus semakin besar, kita semakin kecil.
Harus diingat, kita adalah debu, kita bisa bernafas, bisa hidup dan berkarya melakukan ini dan itu adalah semata-mata hasil karya TUHAN di dalam hidup kita.


Amsal 16:5 Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.
Amsal 16:18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.



8. Doa yang tidak untuk kedagingan (Yakobus 4:3)


Yakobus 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.


Point ini mesti benar-benar diperhatikan. Ajaran Kristen yang hanya menitikberatkan berkat materi jika tidak berhati-hati akan jatuh dalam sikap hati seperti yang dituliskan oleh Yakobus.
Kecenderungan manusia pada umumnya selalu meminta segala sesuatu yang paling enak untuk diri mereka. Selama saya mengikuti TUHAN, saya hampir selalu mendengar orang selalu berdoa minta
jodoh, minta kekayaan, minta karier diberkati. Memang tidak ada salahnya, tapi jangan sampai berhenti di situ. Orang boleh minta jodoh, kekayaan, karier asalkan semua tujuannya adalah memperluas Kerajaan Allah dan memuliakan Bapa di sorga.
Tetapi inti dari kekristenan bukanlah hal ini.

Sebagai pendeta atau pastor yang baik, mereka tidak akan cepat mengimani dan mengamini apa yang diminta jemaat untuk didoakan kepada mereka.
Seringkali saya mendengar di radio, di khotbah di televisi, pendeta selalu berkata "imani saja..imani saja" , "percaya saja, percaya saja".
Itu tidaklah benar saudara-saudara. Kita mesti memahami kenapa kita meminta sesuatu dan tujuannya apa. Jika semuanya untuk memuaskan hawa nafsu kita, pada dasarnya kita sudah mencobai TUHAN seperti yang Iblis lakukan kepada TUHAN di padang gurun.


1 Yohanes 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.


Yesus di dalam memberikan contoh berdoa supaya kita berdoa meminta makanan secukupnya, bukan berlimpah-limpah, bukan juga meminta rezeki, bukan untuk berhari-hari, tapi untuk satu hari saja.

Lukas 11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya


Di lain perumpamaan, Yesus menggambarkan Bapa yang baik akan mengabulkan doa mengenai permintaan roti dan ikan, bukan emas dan perak.


Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? (Matius 7:9-10)


9. Doa meminta hal-hal yang rohani



Lukas 11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."


Jika meminta sesuatu yang rohani kepada TUHAN untuk diperlengkapi di dalam pelayanan, maka TUHAN pastilah mendengarkan permintaan semacam itu.
Roh Kudus adalah pribadi yang diberikan oleh Bapa kepada hati orang percaya yang akan memimpin orang percaya untuk memuliakan TUHAN.
Roh Kudus akan menginsyafkan, memimpin, menolong, menghibur, mengajar, dan membantu orang percaya untuk berdoa. Para rasul sesudah diperlengkapi Roh Kudus, hidup mereka semakin diubahkan.
Dan mereka pun menjadi pribadi-pribadi yang berkuasa. Rasul Paulus juga mengajarkan kepada kita untuk berusaha mendapatkan karunia yang lebih.


1 Korintus 12:31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama


Di bawah ini juga terdapat contoh-contoh lain doa terkabul dari orang yang meminta hal-hal berguna untuk memperluas KerajaanNya dari PL dan PB:


Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.
1Sa 1:11 Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."
Mazmur 2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
2 Raja-raja 2:9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."



10. Konsisten, Persisten, Insisten (Matius 7:7-11, Lukas 11:8, Lukas 18:1-8, 2 Raja-raja 2:1-12)


Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.


TUHAN ingin anakNya menjadi orang yang tekun dan tidak putus asa. Terkadang TUHAN ingin menguji anakNya dengan pelajaran yang tidak mudah sehingga ke depannya mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh menghadapi dunia yang semakin tidak bersahabat.
Dia juga memberikan pesan tidak ada yang instant. Dia pun ingin terus menyelidiki hati kita sehingga kita bisa punya waktu instropeksi ketika sebuah doa tidak dijawabnya dengan cepat.
Saudara-saudara, TUHAN tahu dengan persis kamu kita membutuhkan apa yang kita doakan.

TUHAN mungkin lama menjawab doa kita, tapi DIA tidak akan TERLAMBAT melakukanNya.


Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Matius 7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Lukas 11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Lukas 18:2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
Lukas 18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
Lukas 18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
Lukas 18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
Lukas 18:6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Lukas 18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Lukas 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"



ElYesaya adalah orang yang sangat konsisten, persisten dan insisten di dalam melayani TUHAN. Ketika Elia hampir naik ke sorga, terus menerus mengikuti Elia walaupun Elia menyuruhnya pulang, begitu juga dengan omongan rombongan nabi yang "menghasutnya" untuk meninggalkan Elia.
Tau apa yang terjadi dengan ElYesaya selanjutnya setelah mendapatkan kuasa yang besar karena konsistensinya? Dia menjadi pelayanan TUHAN yang sangat diurapi dan berkuasa.
Dari kisah Rut kita pun bisa belajar banyak.


2 Raja-raja 2:1 Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan ElYesaya sedang berjalan dari Gilgal.
2 Raja-raja 2:2 Berkatalah Elia kepada Elisa: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel." Tetapi ElYesaya menjawab: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu pergilah mereka ke Betel.
2 Raja-raja 2:3 Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
2 Raja-raja 2:4 Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho.
2 Raja-raja 2:5 Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada ElYesaya serta berkata kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
2 Raja-raja 2:6 Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya.
2 Raja-raja 2:7 Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.
2 Raja-raja 2:8 Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.
2 Raja-raja 2:9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."
2 Raja-raja 2:10 Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."
2 Raja-raja 2:11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.
2 Raja-raja 2:12 Ketika ElYesaya melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.


HENDAKNYA 10 POINT DI ATAS TIDAK DI BACA TERPISAH. POINT 1-10 ADALAH POINT YANG BERHUBUNGAN SATU SAMA LAIN. JADI SAYA MENYEBUTNYA TEN IN ONE

Doa orang putus asa


Yesaya 42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.


Ada kalanya seorang manusia menjadi putus asa, iman hampir pudar, tidak berpengharapan karena begitu banyak masalah yang timbul di dalam hidupnya.
Saudara-saudara, anda tidak sendiri, Ayub adalah contoh orang yang sangat putus asa ketika dia mendapatkan cobaan-cobaan yang sangat berat.
Daud semasa hidupnya juga harus melewati cobaan-cobaan yang tidak kalah ringan, bahkan di dalam mazmur banyak sekali pasal-pasal yang mengesankan dia sangat putus asa.
Tapi dari kedua tokoh ini, baik Ayub dan Daud tidak pernah kehilangan pengharapan mereka pada TUHAN.
Jika anda sedang mendapatkan pengalaman seperti itu pada saat ini, ketika anda membaca, anda bisa memutuskan untuk mempercayaiNya juga. Dia adalah TUHAN yang sama, dari dulu, sekarang dan selamanya.

Doa Hanna meminta anak dari TUHAN, yang kemudian dikabulkan TUHAN melalui lahirnya Samuel

1 Samuel 1:10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.


Inilah mazmur Daud yang terkenal ini:


Mazmur 51:17 (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Mazmur 34:18 (34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.


Tetapi di balik point yang kesebelas ini, kita juga harus menyelidiki diri kita sendiri, apakah selama ini hidup kita sudah berkenan kepada Dia?
Apakah kita masih hidup dalam dosa sehingga hidup kita terpuruk ? Kalau memang masih, kita harus bertobat dari segala kesalahan kita dahulu dan memperbaiki hidup kita di hadapannya.

Ingat !!

"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yesaya 59:1-2)"


Semoga artikel ini memberkati.

1 komentar:

  1. maaf menyimpang ya aku pengen minta dukungan doa dong aku sadrah supaya tak menjadi seperti dunia ini

    BalasHapus