Sabtu, 30 Oktober 2010

Ciri-Ciri Pemimpin Reformis (Yosia - 2 Raja-Raja 22,23:1-30, 2 Tawarikh 34-35)




ayat 23:25 Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia.


Yosia, adalah salah satu raja di dalam sejarah kerajan Yehuda (Israel Bagian Selatan) yang mempunyai track record yang sungguh mengagumkan. Di dalam sejarah raja-raja Israel dan Yehuda, tidak banyak ditemukan raja yang benar di mata TUHAN. Di antara sekian yang takut akan TUHAN, terdapat hanya beberapa nama raja yang takut akan TUHAN.Kelahirannya sudah dinubuatkan sebagai pemimpin yang reformis di Kitab 1 Raja-Raja 13:2 pada masa pemerintahan Yerobeam oleh seorang abdi Allah.


1Ki 13:2 Lalu atas perintah TUHAN berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya: "Hai mezbah, hai mezbah! Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu."


Yosia adalah seorang raja yang lahir dari seorang ayah dan kakek yang tidak takut akan TUHAN dengan segala tingkah laku mereka yang jahat.
Nama ayahnya adalah Amon dan nama kakeknya adalah Manasye.

Kisah hidup kerohanian Yosia dimulai pada umur 16 tahun atau pada 8 tahun semenjak pemerintahannya:


2 Tawarikh 34:3 Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya...


Di Alkitab, beberapa tokoh yang dipanggil masa mudanya untuk melayani TUHAN adalah Samuel,Daud,Yeremia dan Timotius. Panggilan melayani TUHAN di masa muda para pelayan TUHAN ini biasanya dikarenakan karena urgensitas masa-masa tersebut di mana tokoh tua tidak merespon panggilan TUHAN.

Setelah 4 tahun mencari TUHAN dengan sungguh-sungguh, petualangan reformisnya mulai dilakukan.


2 Tawarikh 34:3 dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan.


Nah, kali ini kita ingin belajar seksama mengenai ciri-ciri pemimpin reformis berdasarkan kisah hidup raja Yosia yang sungguh fenomenal.
Saya akan menggalinya secara lebih mendetail dari kitab Raja-Raja terutama 2 Raja-Raja 22,23:1-30).

Anda bisa menemukan juga kisah Yosia dari kitab Tawarikh yaitu di 2 Tawarikh 34,35) dari sudut pandang berbeda.Di bawah ini saya membagi tindakan-tindakan raja Yosia menjadi 2 bagian. Hubungan dengan TUHAN dan hubungan dengan RAKYATnya


HUBUNGAN VERTIKAL : PEMIMPIN & TUHAN



1. Memperbaharui Hubungan Dengan TUHAN (2 Raja-Raja 22:3-7)


ayat 22:3 Dalam tahun yang kedelapan belas zaman raja Yosia maka raja menyuruh Safan bin Azalya bin Mesulam, panitera itu, ke rumah TUHAN, katanya:
ayat 22:4 "Pergilah kepada imam besar Hilkia; suruhlah ia menyerahkan seluruh uang yang telah dibawa ke dalam rumah TUHAN yang telah dikumpulkan dari pihak rakyat oleh penjaga-penjaga pintu;
ayat 22:5 baiklah itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah TUHAN, supaya diberikan kepada tukang-tukang yang ada di rumah TUHAN untuk memperbaiki kerusakan rumah itu,
ayat 22:6 yaitu kepada tukang-tukang kayu, tukang-tukang bangunan dan tukang-tukang tembok, juga bagi pembelian kayu dan batu pahat untuk memperbaiki rumah itu.
ayat 22:7 Tetapi tidak usahlah mengadakan perhitungan dengan mereka mengenai uang yang diberikan ke tangan mereka, sebab mereka bekerja dengan jujur."


Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang takut akan TUHAN. Karena hasil takut akan TUHAN adalah hikmat untuk memimpin negara mereka.
Salomo adalah contoh terbaik dalam hal ini. Langkah pertama yang dilakukan olehnya setelah memegang tampuk pimpinan di kerajaannya adalah mencari TUHAN dengan kesungguhan.Hikmat yang diberikan oleh TUHAN kepada Salomo sehingga dia bisa memimpin kerajaannya yang besar dengan baik. Tetapi sayang sekali, Salomo tidak mengakhiri kepemimpinannya dengan takut akan TUHAN.

Amsal 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Amsal 2:6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.
Amsal 9:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.


Semenjak jatuhnya raja Salomo, tidak ada raja yang bertahta di Yerusalem yang sungguh-sungguh memperhatikan rumah TUHAN yang dibangun oleh Salomo atas rancangan Raja Daud. Bukan hanya tidak dirawat, rumah TUHAN malahan dinajiskan oleh raja-raja sebelum Yosia dengan meletakkan berhala-berhala di dalamnya. Di komplek rumah TUHAN pun dijadikan tempat untuk melakukan hal-hal najis. Hasil dari usaha reformisnya tersebut, akhirnya kitab Taurat ditemukan di dalam rumah TUHAN.

TUHAN selalu menyatakan diri kepada orang yang tulus mencarinya. Memperbaharui hubungan dengan TUHAN akan menggerakkan hati TUHAN untuk menyatakan kehendakNya kepada hidup kita.
Begitu juga dalam hal ini, saat renovasi rumah TUHAN dilakukan dengan sungguh-sungguh, kitab Taurat ditemukan kembali.


ayat 22:8 Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: "Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya.


2. Peka Terhadap Suara TUHAN (2 Raja-Raja 22:11)


ayat 22:11 Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.


Faktor yang membuat Yosia mengoyakkan pakaiannya adalah bagian-bagian yang berisi hukuman yang akan menimpa kerajaannya.
Dibutuhkan sebuah kepekaan untuk dapat mengerti isi Firman TUHAN jika dihubungkan dengan sebuah keadaan.
Sensifitas terhadap suara TUHAN dibutuhkan hal ini, apalagi kalau Firman TUHAN dibacakan secara general.

Jika kita kaitkan dengan situasi saat ini di mana terdapat banyak bencana terjadi di negara kita, orang yang peka dengan suara TUHAN pastilah mengerti bahwa hukuman-hukuman lebih besar pasti akan terjadi lagi.
Banjir di mana-mana, gempa bumi, tsunami, gunung meletus tidak bisa lagi dikatakan sebagai fenomena alam biasa. Pasti merupakan pesan khusus dari TUHAN untuk umatnya dan juga kepada para pemimpin bangsa.

3. Meminta Petunjuk Kepada TUHAN Didasarkan Pada Keselamatan Nasib Rakyat (2 Raja-raja 22:13)


ayat 22:13 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya."


Setelah menyadari bahwa ada yang salah, seorang pemimpin yang baik pastilah akan bertindak dengan hati-hati, dalam hal ini raja Yosia ingin mengetahui lebih spesifik apa yang akan terjadi menimpa dirinya dan rakyatnya sehingga jika memang segala sesuatu masih bisa diperbaiki, maka hal itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Yosia mengirimkan orang-orang terbaiknya sebagai penghormatan kepada nabiah Hulda yang bertindak sebagai penyambung lidah antara Allah dan raja dalam kasus ini.Seorang pemimpin yang baik juga mempunyai penasehat-penasehat yang setia dan sepaham untuk mengerjakan amanat TUHAN.

HUBUNGAN HORIZONTAL : PEMIMPIN & RAKYAT



4a. Mensosialisasikan Hukum Kepada Rakyat (2 Raja-Raja 23:1-2)


ayat 23:1 Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem.
ayat 23:2 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu.


Kesalahan paling fatal di dalam sebuah negara jika rakyat di dalam negara tersebut tidak mengenal hukum.


Amsal 29:18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.


4b. Menjadi Panglima Di Dalam Penegakan Hukum (2 Raja-Raja 23:3)


ayat 23:3 Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.


Tidak cukup rakyat tahu dan menjalankan hukum, pemimpin pun harus sungguh-sungguh menjalankan dan menegakkan hukum. Kecenderungan manusia adalah melihat teladan.
Pemimpin dululah yang harus menjalankan hukum sehingga secara otomatis semangat untuk mencintai hukum akan terdistribusikan dengan baik.


Amsal 29:19 Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya.
Amsal 29:12 Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik.


5. Menegakkan hukum Secara Nyata / Law Enforcement (2 Raja-Raja 23:4)

5a. Memilih Orang-Orang Yang Bersih Dalam Penegakan Hukum (2 Raja-Raja 23:5)


ayat 23:4 Raja memberi perintah kepada imam besar Hilkia dan kepada para imam tingkat dua dan kepada para penjaga pintu untuk mengeluarkan dari bait TUHAN segala perkakas yang telah dibuat untuk Baal dan Asyera dan untuk segala tentara langit, lalu dibakarnyalah semuanya itu di luar kota Yerusalem di padang-padang Kidron, dan diangkutnyalah abunya ke Betel.


5b. Membersihkan Kabinet Dari Pengkhianat (2 Raja-Raja 23:5)


ayat 23:5 Ia memberhentikan para imam dewa asing yang telah diangkat oleh raja-raja Yehuda untuk membakar korban di bukit pengorbanan di kota-kota Yehuda dan di sekitar Yerusalem, juga orang-orang yang membakar korban untuk Baal, untuk dewa matahari, untuk dewa bulan, untuk rasi-rasi bintang dan untuk segenap tentara langit.


5c. Memberikan Shock Theraphy (2 Raja-Raja 23:6-9)

Memberikan Shock Theraphy Kepada Rakyat:


ayat 23:6 Dibawanyalah tiang-tiang berhala dari rumah TUHAN ke luar kota Yerusalem, ke sungai Kidron, lalu dibakarnya di situ dan ditumbuknya halus-halus menjadi abu, kemudian dicampakkannyalah abunya ke atas kuburan rakyat jelata.


Memberikan Shock Theraphy Kepada Kaum Oportunis:


ayat 23:7 Ia merobohkan petak-petak pelacuran bakti yang ada di rumah TUHAN, tempat orang-orang perempuan bertenun sarung untuk Asyera.


Memberikan Shock Theraphy Kepada Pemimpin-Pemimpin:


ayat 23:8 Disuruhnyalah datang semua imam dari kota-kota Yehuda, lalu ia menajiskan bukit-bukit pengorbanan, tempat para imam itu membakar korban, dari Geba sampai Bersyeba; dirobohkannya pula bukit-bukit pengorbanan di pintu-pintu gerbang yang ada dekat lobang pintu gerbang Yosua, penguasa kota itu, yang ada pada sebelah kiri kalau orang memasuki pintu gerbang kota itu.
ayat 23:9 Tetapi para imam bukit-bukit pengorbanan itu tidak boleh naik ke mezbah TUHAN di Yerusalem, hanya mereka boleh memakan roti yang tidak beragi di tengah-tengah saudara-saudara mereka.


6. Memberantas Kejahatan Sampai Keakar-akarnya (2 Raja-Raja 23:10-15):


ayat 23:10 Ia menajiskan juga Tofet yang ada di lembah Ben-Hinom, supaya jangan orang mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api untuk dewa Molokh.
ayat 23:11 Dibuangnyalah kuda-kuda yang ditaruh oleh raja-raja Yehuda untuk dewa matahari di pintu masuk ke rumah TUHAN, dekat bilik Natan-Melekh, pegawai istana, yang tinggal di gedung samping; juga kereta-kereta dewa matahari dibakarnya dengan api.
ayat 23:12 Mezbah-mezbah, yang ada di atas sotoh, tempat peranginan Ahas, yang dibuat oleh raja-raja Yehuda, dan mezbah-mezbah, yang dibuat Manasye di kedua pelataran rumah TUHAN, dirobohkan oleh raja, dan diremukkan di sana, lalu dicampakkannya abunya ke sungai Kidron.
ayat 23:13 Bukit-bukit pengorbanan yang ada di sebelah timur Yerusalem di sebelah selatan bukit Kebusukan dan yang didirikan oleh Salomo, raja Israel, untuk Asytoret, dewa kejijikan sembahan orang Sidon, dan untuk Kamos, dewa kejijikan sembahan Moab, dan untuk Milkom, dewa kekejian sembahan orang Amon, dinajiskan oleh raja.
ayat 23:14 Ia memecahkan tugu-tugu berhala dan menebang tiang-tiang berhala, lalu ditimbuninya tempat-tempat itu penuh dengan tulang-tulang manusia.
ayat 23:15 Juga mezbah yang ada di Betel, bukit pengorbanan yang dibuat oleh Yerobeam bin Nebat yang mengakibatkan orang Israel berdosa, mezbah dan bukit pengorbanan itupun dirobohkannya dan batu-batunya dipecahkannya, lalu ditumbuknya halus-halus menjadi abu, dan dibakarnyalah tiang berhala.


Awal dari pemujaan berhala di Yehuda setelah zaman hakim-hakim adalah setelah jatuhnya raja Salomo mengikuti tindak tanduk istri-istri asingnya.
Di Samaria (Israel Utara), tradisi pemujaan berhala dijadikan sebagai dasar hukum pada zaman Yerobeam bin Nebat.
Yosia menyadari bahwa dengan memberantas praktek kejahatan sampai keakar-akar itulah yang akan menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan tentunya awal pemulihan hubungan dengan TUHAN.

7. Meneruskan Amanat Yang Disampaikan Oleh Pendahulu (2 Raja-Raja 23:16)

ayat 23:16 Dan ketika Yosia berpaling, dilihatnyalah kuburan-kuburan yang ada di gunung di sana, lalu menyuruh orang mengambil tulang-tulang dari kuburan-kuburan itu, membakarnya di atas mezbah dan menajiskannya, sesuai dengan firman TUHAN yang telah diserukan oleh abdi Allah yang telah menyerukan hal-hal ini.


Yosia adalah raja yang telah dinubuatkan oleh TUHAN jauh sebelum dia dilahirkan. Dia adalah raja yang sudah dinubuatkan menjadi seorang reformis yang akan menggenapi rencana TUHAN dengan melakukan tindakan-tindakan yang serius dalam menegakkan hukum di kerajaan Israel, bukan hanya Israel Selatan, tapi juga Israel Utara.
Kita bisa membaca tindakannya di pasal-pasal selanjutnya di point ke-9.

1Ki 13:2 Lalu atas perintah TUHAN berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya: "Hai mezbah, hai mezbah! Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu."


8. Menghormati Jasa Pahlawan (2 Raja-Raja 23:17-18)


ayat 23:17 Ia berkata: "Apakah tanda keramat yang kulihat ini?" Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: "Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!"
ayat 23:18 Lalu katanya: "Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!" Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu.


Yosia menghormati jasa abdi Allah yang telah memperingatkan Yerobeam dengan tidak merusakkan kubur abdi Allah tersebut.

9. Menghukum Pemimpin-Pemimpin Korup (2 Raja-Raja 23:20)


ayat 23:20 Ia menyembelih di atas mezbah-mezbah itu semua imam bukit-bukit pengorbanan yang ada di sana dan dibakarnya tulang-tulang manusia di atasnya, lalu pulanglah ia ke Yerusalem.


Inilah point yang penggenapan Firman Allah yang disampaikan oleh abdi Allah kepada Yerobeam. Tindakan ini merupakan tindakan yang harus diambil mengingat dampak buruk yang telah ditimbulkan.

10. Membawa Rakyat Kepada TUHAN (2 Raja-Raja 23:21)


ayat 23:21 Kemudian raja memberi perintah kepada seluruh bangsa itu: "Rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang tertulis dalam kitab perjanjian ini!"


Peristiwa Paskah adalah tonggak sejarah perjalanan kerohanian orang Israel dan Yehuda. Memperingati Paskah akan membawa rakyat mengenang kembali kebesaran TUHAN ketika dengan tangan yang kuat membawa orang Israel dari perbudakan Mesir. Paskah juga merupakan awal dari pengamalan semua hukum Taurat. Pemimpin yang bijak akan membawa rakyat mengenal TUHAN sehingga rakyat akan menjauhi segala dosa-dosanya.

Amsal 14:26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.


Referensi :

Yosia dari Sabda.Org

1 komentar:

  1. berarti klow kitab musa tidak ditemukan oleh raja sampai saat ini kita mungkin tdkpunya kitab taurat ya pak?

    BalasHapus