Sabtu, 31 Oktober 2015

Dunia Belajar Mengampuni ISIS Melalui Myriam

Mat 18:3  lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.


Essam Nagy seorang jurnalis dari TV nasional Mesir SAT7 ketika berkunjung ke kamp pengungsi di Utara Irak korban serangan ISIS dipertemukan oleh TUHAN dengan seorang gadis kecil. Di kamp pengungsi yang berisi bocah-bocah kecil Irak dan keluarga mereka yang kehilangan kerabat dan tempat tinggal, Essam mendapatkan kesempatan mewancarai belasan gadis kecil yang kebanyakan berasal dari daerah Qaraqush, Irak.

Essam Nagy yang kebetulan seorang jurnalis Kristen ini ingin mengetahui dan turut merasakan perasaan anak-anak pengungsi. Di tengah prosesi wawancara dengan mereka, seorang gadis kecil tidak melepaskan tangan Essam. Ternyata si gadis kecil yang bernama Myriam ini meminta Essam untuk mendengarkan kisahnya.

Essam yang tergerak pun menyanggupi untuk dengarkan kisahnya setelah mewawancara semua anak di kamp tersebut. Setelah diberikan kesempatan, Myriam yang masih lugu ini menjawab semua pertanyaan-pertanyaan biasa dari Essam. Essam bertanya bagaimana perasaannya terusir dari kampung halaman, bagaimanap perasaannya tinggal di kamp pengungsi yang harus mensharing tempat dengan orang lain dan terakhir bagaimana perasaannya terhadap ISIS yang telah merampas kampung halamannya.

Berbeda dengan prediksi, Myriam yang mungkin masih sekitar 10 tahun ini mengajarkan bagaimana bersyukur kepada TUHAN dan bagaimana mengampuni ISIS. Memang menurut Myriam, ada kesedihan tapi kesedihan bukan karena kehilangan rumah dan kehilangan harta, tapi sedih karena berpisah dengan teman-teman sepermainan, salah satu teman karibnya bernama Sandra. Menurutnya tinggal bersama-sama dengan anak-anak lain di pengungsian bukan hal yang harus ditangisi, tapi dirinya justru senang bertemu-temu teman dan bermain bersamanya. Di sepanjang wawancara, ada keceriaan, ketulusan dan cinta yang tulus muncul dari setiap ucapan anak yang sungguh luar biasa ini.

Bahkan ketika ditanyakan apakah dirinya marah dari ISIS, dirinya sama sekali tidak marah dan anda bisa lihat sendiri di video wawancara tersebut. Myriam justru memilih mengampuni dan mendoakan mereka. Myriam sadar apa yang dilakukan ISIS adalah di luar sepengetahuan mereka karena mereka tidak mengerti kebenaran.

 Luk_23:34  Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Mat_21:16  lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

Myriam menuturkan kemampuannya bersyukur dalam keadaan sukar dan kemampuannya mengampuni karena dirinya sudah menerima cinta Tuhan Yesus. Di wawancara terpisah ketika dia ditanyakan bagaimana dia bisa menjawab semua pertanyaan dengan sangat bijaksana, anak kecil ini mengatakan bukan dirinya yang mengatakan dari dalam dirinya, tapi didorong oleh Roh Kudus.
Bagaimana bisa seorang anak kecil ini mampu mempunyai bijaksana seperti ini?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar