Selasa, 10 Mei 2011

Paham Ekstrim vs Liberal


1 Tesalonika 5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.


Saudara-saudara,dewasa ini, di semua agama berkembang 2 aliran yang bertolak belakang satu dengan yang lain, padahal kitab suci yang dipegang adalah sama. Muncul istilah aliran mainstream yang biasanya disebuah PAHAM EKSTRIM dan PAHAM LIBERAL.

Di Kristen pun sama, terjadi polarisasi 2 pemikiran yang saling berseberangan. Mungkin 2 jenis pemikiran ini sebelum mekar menjadi denominasi ataupun sekte biasanya didahului dengan benih-benih ide yang lahir di pikiran orang percaya. Setelah tidak adanya quality control yang baik dari dalam hati, maka akhirnya pikiran-pikiran itu berbuah menjadi sebuah ide pribadi. Dan akhirnya jika sudah mengeras, maka muncullah sebuah MAHZAB.

Saudara-saudara pengikut Kristus yang membaca artikel ini, Firman TUHAN yang tertulis di dalam Alkitab adalah WASIT yang paling bisa dipercaya, tetapi di sisi lain, Alkitab tidak bisa dibaca secara tekstual, tetapi harus kontekstual. Harus ada penundukan diri secara total dan memohon bantuan kuasa Roh Kudus untuk mencerahkan pikiran kita. Di samping itu, setidaknya haruslah paling tidak orang yang ingin menafsirkan isi-isi ayat-ayat, perikop, pasal ataupun telah 1x telah habis membaca seluruh isi Alkitab. Tetapi itupun tidak menjamin 100%.
Di atas segalanya, kita haruslah MEMAHAMI ISI HATI ALLAH. Tuhan Yesus pernah mengingatkan perintah yang pertama dan terutama: "KASIHILAH TUHAN ALLAHMU SEGENAP .... HATI, AKAL BUDIMU".


1 Korintus 2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.


Sebagaimana kita tahu dan kita sadari, semua manusia sebelum menerima Yesus sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT, memiliki berbagai dosa, kelemahan, kecacatan nurani dan noda-noda kekafiran. Sesudah terima Kristus pun, semua orang Kristen tetap berjuang agar akar-akar dosa tersebut tidak berbuah. Kita memang dikatakan adalah CIPTAAN BARU, tetapi selama kita masih hidup di DUNIA yang DIKUASAI DOSA, kita tetap harus BERJUANG.

Jangan biarkan RAGI manusia lama kita MENGKHAMIRI PEMAHAMAN kita akan FIRMAN TUHAN.

Pemahaman LIBERAL biasanya muncul dari orang-orang yang mempunyai kehidupan lama yang susah diajar, biasanya punya karaktek pemberontak. Sedangkan pemahaman EKSTRIM lahir biasanya dari orang-orang yang berwatak KOLERIK dan menganggap diri paling benar.

Memang keduanya bisa sama-sama menjadi orang Kristen yang baik pada awalnya. Dua-duanya pun mungkin TULUS untuk mengikuti TUHAN. Tetapi pada suatu saat, pengerucutan akan muncul ketika ada tantangan-tantangan. Emas yang murni pastilah diuji dengan api. Kecenderungan orang dengan paham Liberal biasanya tidak bisa BERKOMITMEN TOTAL, biasanya tidak bisa KOMITMEN kepada GEREJA LOKAL. Beda halnya dengan orang yang berpikir Ekstrim, mereka mungkin akan menjadi Kristen yang full commit, bahkan ketaatan pada pemimpin pun tidak disangsikan.
Tetapi pada satu masa ketika menjadi seorang pemimpin, kecenderungan bertindak otoriter mulai muncul.
Pendapat, masukan, nasehat bahkan teguran susah diterima. Argumen-argumen yang sekalipun logis tidak ditanggapi. Dengan label "otoritas", orang dengan tipikal ini bisa menjadi pemimpin yang DIKTATOR.

Kecenderungan orang Kristen dengan 2 polarisasi pemikiran LIBERAL dan EKSTRIM biasanya menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk bertindak. Orang yang berpikiran LIBERAL biasanya cenderung KOMPROMISTIS, bahkan dengan DOSA. Biasanya mengutip ayat-ayat Alkitab yang "kedengarannya enak didengar". Orang demikian ini pun biasanya memakai sedikit isi Alkitab untuk MELOLOSKAN DIRI DARI TANGGUNG JAWAB.
Bahkan kalau tidak terkendali, mereka akan berkata "MENDENGAR SUARA TUHAN", "TUHAN BILANG INI, TUHAN BILANG ITU".

Orang dengan watak EKSTRIM justru kebalikannya, mereka akan memahami Alkitab dengan sangat EKSTRIM sehingga ayat-ayat Alkitab biasanya ditafsirkan SANGAT KAKU dan SANGAT HARAFIAH. Biasanya memakai ayat Alkitab juga untuk MENGHAKIMI ORANG, ekstrimnya lagi, SUSAH MENGAMPUNI ORANG LAIN.

Di kisah Alkitab telah diberikan contoh kedua hal ini. Orang Samaria adalah contoh yang cukup baik untuk orang dengan paham yang liberal. Mereka adalah keturunan Yakub. Orang-orang ini bermukim di Israel sebelah utara.
Kehidupan mereka pada satu sisi memang menyembah YAHWEH, tetapi di sisi lain, mereka sangat kompromistis dengan banyak ilah-ilah lain alias berhala.

Sedangkan sebaliknya di Israel Selatan atau biasanya disebut Yehuda, setelah zaman-zamannya pembangunan kembali tembok Yerusalem yang dibangun oleh Nehemia CS, mungkin golongan-golongan berpaham sempit, memang mereka sangat muak dengan berhala. Memang mereka religius. Memang mereka "berpegang pada kitab Taurat", tetapi pada evolusinya, mereka punya satu kitab lain, yaitu KITAB TALMUD. Isi-isi Taurat dipersempit oleh orang-orang semacam ini dengan dicampuradukkan dengan tradisi yang ada dan mengklaim hal-hal yang tidak terlalu penting menjadi HUKUM UTAMA mereka.


Wahyu 22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
Wahyu 22:19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."


Saudara-saudara, jika paham LIBERAL dan EKSTRIM tumbuh subur di hati orang yang nantinya jadi pemimpin, apalagi orang tersebut mempunyai intelejensi yang tinggi, maka jangan heran kalau akan ada denominasi baru yang mengklaim diri mereka paling Alkitabiah.

Yang paling bijak di sini adalah setiap orang menguji dirinya terus menerus di hadapan TUHAN. Jangan sampai paham-paham yang muncul dari buah hikmat manusia semata menjadi ragi dan mengkhamirkan ajaran yang murni dari TUHAN YESUS.Jangan biarkan doktrin gereja lebih tinggi daripada Firman TUHAN yang sempurna, terlebih daripada itu, JANGAN ADA ILAH LAIN DI HADAPAN TUHAN ALLAHMU !


1 Korintus 4:6 Jangan melampaui yang ada tertulis.


Satu ucapan pendeta Stephen Tong yang bijak mengatakan: "Jangan merelatifkan yang mutlak, jangan memutlakkan yang relatif".

1 komentar:

  1. intinya ekstrim itu tidak baik...mau yg kanan ataupn yang kiri... tengah2 sajalah...yaitu tidak ektrim.

    BalasHapus