Minggu, 26 Juni 2011

Kehilangan Bagian Terbaik Rencana TUHAN ( Lukas 9:30-33 )

Petrus dan teman-temannya kehilangan bagian terbaik dari rencana TUHAN sehingga mereka tidak mengerti rencana Yesus tentang kepergiannya ke Yerusalem. Itulah sebabnya hampir semua murid-muridNya meninggalkan diri Yesus ketika disalibkan. Sebenarnya Tuhan Yesus mengajak mereka naik ke atas gunung untuk menyingkapkan RAHASIA BESAR bagi mereka. Bahkan maksud Yesus ingin meneguhkan hati para muridNya supaya tidak tawar hati menghadapi kenyataan yang AKAN TERJADI. Bapa sengaja mengirimkan Musa dan Elia sebagai SAKSI kepada KETIGA MURID untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah ANAK ALLAH. Tetapi mereka kehilangan bagian terbaik dari sebuah kisah yang komplit sehingga mereka hanya melihat TRANSFIGURASI YESUS saja TANPA MENGETAHUI MAKSUD RENCANA UTUH dari kisah yang panjang karena TERTIDUR.

Ketika khotbah di gereja, seringkali kita ngantuk dan tertidur karena kurang persiapan hati dan fisik,mungkin kita kehilangan bagian khotbah yang paling esensial. Orang yang hidup dalam kedagingan juga jangan berharap bisa menerima hal terbaik dari rencana TUHAN. Bahkan mereka tidak akan mengerti sehingga fokus mereka akan ada di bumi. Kemalasan untuk membaca Firman TUHAN mengakibatkan orang Kristen tidak mengerti secara tepat akan kehendak TUHAN secara benar. Petrus ketika melek dari tidur tidak mengerti maksud dari rencana Yesus ke Yerusalem. Hanya SENSASI SEMENTARA yang dirasakan.

Orang Kristen yang MOLOR secara rohani pun demikian, mereka hanya memfokuskan pada hal-hal yang sifatnya SENSASIONAL BELAKA TANPA MENGERTI ESENSI DARI BIG PLAN OF BLUE PRINT RENCANA TUHAN. Petrus setelah siuman dari tidurnya secara EMOSIONAL ingin mendirikan 3 KEMAH untuk Yesus satu, untuk Musa satu dan untuk Elia satu.
Kekurangan-fahaman akan kehendak Bapa membuat orang Kristen hanya memfokuskan kehidupan mereka hanya di muka bumi semata-mata.


1 Korintus 15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.


Bahkan pengajaran-pengajaran di gereja saat ini pun secara sadar atau tidak sadar telah terjebak kepada PEMAHAMAN YANG MATERIALISTIK yang hanya memfokuskan kepada hal-hal yang BERSIFAT SENSASIONAL YANG BERSIFAT SEMENTARA.
Umat TUHAN yaitu jemaat gereja diajarkan hanya AYO MEMUJI TUHAN, AYO KITA RAYAKAN KEBAIKAN TUHAN, MARI KITA BERSUKA CITA AKAN KEBAIKAN TUHAN, dsb yang kedengaran dan kelihatannya memang baik. Tetapi seringkali para hamba TUHAN lupa, bahwa itu bukanlah BAGIAN DARI RENCANA YANG PALING INTI dari TUHAN. Ketika Petrus, Yohanes dan Yakobus tertidur, mereka tidak mendengarkan RENCANA KEPERGIAN YESUS KE YERUSALEM.


Luk 9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.


Ketidakmengertian akan pengajaran inti Alkitab menghasilkan orang-orang Kristen yang hanya nampak bagus di permukaan. Mungkin awalnya, saat kita baru pertama menerima Yesus sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT, KEBAIKAN YANG BERBAU KEKONYOLAN sering kita lontarkan. Emosi bercampur iman kita mungkin berikrar SAYA INGIN MATI DEMI KRISTUS, SAYA INGIN MENDIRIKAN GEREJA UNTUK TUHAN, dsb. Tetapi jika kita hanya ke gereja mencari HAL-HAL YANG SEMENTARA, ketika PENDERITAAN datang, mereka segera lari dari TUHAN. Belum lagi jika terjadi PENGANIAYAAN, mungkin kita bisa MENYANGKAL IMAN kita.

Jikalau saat ini, kita menemukan kerohanian kita sedang MOLOR alias TERTIDUR, maka segeralah bangun. Setiap minggu ke gereja, setiap ada komsel kita bersekutu, setiap ada KKR kita hadiri tidak akan membawa kita kepada PERTUMBUHAN jika TIDAK DISERTAI PEMAHAMAN akan HATI TUHAN melalui rencanaNya yang telah tertuang di Alkitab. Carilah PERKARA-PERKARA DI ATAS, BUKAN DI BAWAH (Kolose 3:2). Petrus mungkin awalnya sebelum diajak naik ke gunung Tabor bisa mengakui bahwa Yesus adalah MESIAS, tetapi pada kenyataan, setelah beberapa waktu setelah turun dari gunung, Dia ditegor oleh Yesus dengan teguran yang sangat keras "Enyahlah Iblis" karena dia tidak tau rencana Yesus ke Yerusalem. Bahkan saat Yesus diserahkan di mahkamah Agama, dia hanya berani mengikuti Yesus secara diam-diam dan tidak berani tunjukkan jati diri sebagai murid Yesus, bahkan dia MENYANGKAL TUHAN YESUS.

Saudara-saudari, jangan sampai pada titik paling akhir dari kekristenan kita, kita ditemukan KALAH. Ujian sesungguhnya dari iman kita mungkin belum tiba, untuk itu, mari kita persiapkan rohani kita untuk menghadapi kemungkinan terburuk dari perjalanan hidup kita. Jangan juga kita seperti 5 GADIS BODOH YANG WALAUPUN SUDAH MELAYANI PENGANTIN YANG SIAP DI PESTA PERNIKAHAN , mereka ditolak pada akhirnya (Matius 25:1-11).

Saudara-saudari, "Yesus ingin membawa kita atas gunungNya", mungkin awalnya kita adalah orang-orang pilihanNya, tetapi itu tidak menjamin akhir dari perjalanan kita. Mungkin di tengah perjalanan rohani, kita menjadi undur, tetapi pastikan kita tidak ditolak pada akhirnya. Walaupun banyak sekali terjadi kesalahan, pada akhirnya Petrus berhasil mengakhiri perjalanan rohaninya dengan baik. Bahkan tidak ada dari para rasul yang menerima siksaan sebesar dia yaitu disalibkan terbalik.

Jikalau Yesus tahu bahwa rencanaNya ke Yerusalem adalah untuk disalibkan bagi kita, jikalau Petrus tahu bahwa rencananya ke Roma juga untuk disalibkan, jikalau para murid TUHAN tahu rencananya untuk mengambil bagian di dalam penderitaan Yesus, maka, APAKAH KITA TAHU RENCANA TUHAN UNTUK KITA?

JANGAN TERTIDUR !

AYAT-AYAT BERKAITAN DENGAN TOPIK

Luk 9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
Luk 9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
Luk 9:32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
Luk 9:33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar