Minggu, 18 September 2011

Kuasa TUHAN Yang Kekal Tidak Bisa Dibatasi Oleh Manusia, Ruang dan Waktu

Pesta perkawinan di Kana adalah event yang paling bersejarah mengenai karya sang juru selamat yang agung karena dari sanalah permulaan kuasa Allah dinyatakan secara terbuka di depan manusia. Di sanalah diperkenalkan Yesus adalah sebagai Tuhan Allah secara langsung kepada Maria, murid-muridNya dan kepada para hamba yang ada di pesta. Secara tidak langsung hasil dari perbuatan mukjizatNya dinyatakan kepada pemimpin pesta, mempelai laki-laki dan perempuan, dan juga kepada para hadirin yang hadir di pesta yang mencicipi anggur terbaik. Di pesta ini, TUHAN Yesus ingin menunjukkan kepada semua orang, juga kepada pembaca bahwa Dia adalah TUHAN Allah yang mempunyai kedaulatan, tidak dibatasi ruang dan waktu, bisa memakai apapun untuk menunjukkan kemuliaanNya dan juga sifat konsistenNya yang kekal.

Dari artikel ini kita bisa memahami lebih dalam lagi sifat-sifat TUHAN yang merupakan paradoks dari sifat dan kebiasaan manusia yang selalu memandang muka, legistik dan tidak konsisten.

Ada 4 poin yang bisa kita pelajari:

1. Kuasa Tuhan Yesus Tidak Dibatasi Manusia (Tidak mendahulukan keluarga sendiri, tidak favoritism,tidak memandang muka) (Yoh 2:4)

Yoh 2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?
Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee?


Tuhan Yesus tidak mau dibatasi hanya oleh karena Maria adalah ibunya sendiri, maka Dia melakukan mukjizat.
Di dalam versi bahasa Inggris, Alkitab memberikan kepada pembaca sebuah terjemahkan yang benar di ayat 2:4.

Di dalam melakukan mukjizat, TUHAN tidak bisa KKN. Walaupun Maria adalah ibu jasmani dari Yesus, tetapi untuk masalah melakukan mukjizat, itu adalah masalahnya TUHAN. Manusia tidak bisa mencampuri bagian TUHAN Allah. Di dalam ayat tersebut, Tuhan memanggil Maria sebagai "woman" bukan "mother". Jadi Dia ingin memisahkan antara relasi keluarga dengan kuasa TUHAN.

Ayat ini menunjukkan kedaulatan TUHAN di atas Nepotisme manusia. Bagi Yesus, sesiapa yang melakukan kehendak BapaNya, itulah ibuNya, itulah saudaraNya laki-laki dan perempuan. Yesus melakukan mukjizat berdasarkan belas kasihan kepada keluarga dari punya hajatan. Karena kebaikan hati Maria sinkron dengan hati Allah, maka Yesus melakukan mukjizat, bukan untuk Maria, tetapi untuk keluarga mempelai. Manusia seringkali jatuh di dalam nepotisme, sering memilih berdasarkan like and dislike, tetapi TUHAN tidak. Dia memandang jauh ke hati manusia terdalam, Dia juga memandang jauh ke depan, ke masa depan seseorang.

2. Kuasa Tuhan Yesus tidak terikat ruang dan waktu (Tidak legalism) (Yoh 2:4)

Yoh 2:4 ".... Saat-Ku belum tiba."

Kasih TUHAN lebih besar daripada segala yang legalism. Karena atas dasar tidak ingin keluarga mempelai tidak dipermalukan oleh keterbatasan finansial mereka,
maka TUHAN yang walaupun belum mau untuk menunjukkan kemuliaanNya atas dasar belas kasihan tidak membatasi diriNya dengan ruang dan waktu untuk melakukan mukjizat. Manusia seringkali membatasi diri dengan aturan-aturan yang bersifat legalism, tetapi TUHAN tidak. Orang Farisi membatasi diri mereka dengan aturan hari Sabat dan adat istiadat Yahudi yang tidak Alkitab. Ketika kita sudah mengenal hati TUHAN, seharusnya orang Kristen tidak berlaku seperti orang Farisi walaupun masih seringkali kita selalu gagal. God's grace and mercy should be above law and legalism.

3. Kuasa Tuhan Yesus bisa mengubah yang terburuk menjadi yang terbaik (Yoh 2:6-7)

Yoh 2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

Air pembasuhan selalu disediakan dekat pintu masuk setiap orang Yahudi untuk disediakan bagi pembasuhan kaki bagi tamu sebelum masuk ke rumah.
Tetapi karena anggur telah habis, maka air pembasuhan yang jika kita artikan adalah sesuatu yang hina itu bisa dipakai oleh TUHAN untuk diubah menjadi anggur yang terbaik.

Tuhan bisa memakai siapapun di muka bumi ini untuk dipakai menjadi alatNya. Dia bisa memakai manusia yang paling hina dan paling tidak berguna di mata manusia (asalkan mau dipakai oleh TUHAN) untuk menjadi tentara kerajaanNya. Paulus pernah menulis, yang paling hina dan tidak berarti dipergunakan untuk mempermalukan yang paling kelihatan berarti dan paling berhikmat di mata manusia.

Yesus adalah contoh yang paling sempurna, dilahirkan di kandang domba, besar jadi tukang kayu, mati sebagai yang paling terkutuk di atas kayu salib, tetapi oleh kematianNya, Dia mempermalukan manusia dengan kebangkitanNya. Contoh-contoh Di Alkitab sangat banyak: Yefta, Petrus, Maria Magdalena, dll adalah contoh dari tokoh yang tidak berarti di mata manusia, tetapi dipakai TUHAN secara dashyat. Tidak ada hak kita untuk memegahkan diri di hadapan TUHAN kecuali bermegah justru karena kelemahan kita yang mau dipakai oleh TUHAN.

Di Alkitab, Tuhan Allah bisa juga memakai keledai untuk memperingatkan Bileam. Dia juga bisa mempermalukan berhala-berhala milik orang Filistin tanpa campur tangan manusia.Dia bisa memakai bintang untuk mengarahkan tiga orang majus ke Betlehem tanpa campur tangan manusia. Dia bahkan bisa memakai tulang Elisa untuk bangkitkan orang mati.


4. Kuasa TUHAN berlaku selama-lamaNya (Konsisten) (Yoh 2:10)

Yoh 2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Kesalahan sangka pemimpin pesta yang mengira penyedia anggur adalah mempelai laki-laki justru memberikan penjelasan kepada kita mengenai kasih dan kuasa TUHAN yang konsisten. Pemimpin pesta mengira bahwa si penyedia anggur adalah tuan rumah, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah anggur mereka telah habis, tetapi karena perbuatan kebesaran TUHAN Yesus, maka anggur yang terbaik tetap tersedia. Sekaligus ayat ini ingin menunjukkan kekonsistensian kasih dan kuasa TUHAN terhadap kita.

Manusia pada akhirnya mengecewakan, pada awalnya mungkin manusia bisa berlaku sangat baik dan tulus, tetapi semakin lama kita mengenal seseorang, maka suatu saat kita akan jengkel. Kita akan menemukan sesuatu kelemahan pada diri seseorang, tetapi kita tidak akan menemukan kelemahan pada sifat TUHAN.
Dialah, TUHAN kita yang satu-satunya yang tidak pernah berubah dari dulu, sekarang dan selamanya.

----


Yohanes 2:1-11
--------------
Yoh 2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
Yoh 2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Yoh 2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
Yoh 2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Yoh 2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Yoh 2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Yoh 2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.
Yoh 2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.
Yoh 2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,
Yoh 2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Yoh 2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.


Semoga bermanfaat bagi pelayanan anda.
TUHAN berkati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar