Senin, 07 Maret 2011

Masa Kesabaran TUHAN

"Kasih TUHAN kepada Fir'aun"


Roma 2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?


Membaca Kisah Keluaran bagaimana TUHAN Allah membawa umat Israel keluar dari perbudakan bangsa Mesir akan sangat mengagumkan. Pembebasan umat Israel dilakukan didahului oleh berbagai tulah yang totalnya 10 tulah sampai pada puncaknya adalah pemusnahan tentara Fir'aun di Laut Teberau. Sekilas kita dan kalau tidak dicermati, kita bisa saja berasumsi bahwa TUHAN Allah bangsa Israel yang juga TUHAN Allahnya Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub sangat senang mempermainkan musuh-musuhNya. Ya, boleh dibilang begitu karena Dia adalah Allah Maha Kuasa.

Tetapi jika ditelusuri lebih jauh ke depan peristiwa sebelum waktu kemurkaan TUHAN, kita bisa belajar, bahwa TUHAN sudah sangat amat sabar! Sekitar 400 tahun lebih, TUHAN memberikan kesempatan kepada orang Mesir untuk bertobat. Bahkan, umat yang telah dipilih sebagai umat kesayanganNya seolah-olah dibiarkan disiksa menghadapi penderitaan.
400 tahun adalah jumlah tahun yang tidak singkat! Umat yang telah dijanjikan sebagai perjanjian kekal antara TUHAN dengan Abraham, Ishak, Yakub ini harus menerima penghinaan, penyiksaan, pembunuhan dan perbudakan tanpa campur tangan TUHAN selama kurun waktu beberapa keturunan.

Kesempatan demi kesempatan yang diberikan oleh TUHAN kepada bangsa Mesir tidak dipergunakan dengan baik, tidak ada pertobatan, tetapi yang terjadi justru penganiayaan yang makin besar. Anak-anak bayi laki-laki yang baru lahir dari pihak Ibrani harus dibunuh, pekerjaan berat pembangunan bangunan-bangunan di Mesir makin ditambah, dsb...dsb...dsb..

Kesabaran TUHAN Allah mencapai puncaknya meskipun belum ada pemimpin dari kaum Israel yang siap. Tekanan-tekanan yang diberikan oleh Mesir kepada umat Israel berdampak pada tidak ada seorang pun yang mempunyai jiwa leadership.
Musa, seorang yang secara figur sangat tidak ideal sebagai seorang pemimpin ditunjuk oleh TUHAN. Siap tidak siap, mau tidak mau, Musa harus mau. Penentuan Musa sebagai pemimpin oleh TUHAN didasarkan penilaian bukan secara penampakan fisiknya, tetapi lebih karena kecintaannya kepada saudara-saudara sebangsanya. Jiwa berkorban orang ini sangatlah tinggi, hati yang lembut yang punya belas kasihan tinggi menjadi persyaratan utama oleh TUHAN.

Musa yang lahir di istana Fir'aun mempunyai hubungan historis dan tentunya hubungan emosional bergumul akan keputusan TUHAN. Dia dibesarkan dengan baik, diperlakukan sebagai anak raja, diajar tulis menulis dan perlakuan istana membuatnya sangsi akan bisa menunaikan pembalasan TUHAN kepada "tanah air keduanya". Tetapi dia harus memilih, Israel atau Mesir ! "Mana jati dirimu sesungguhnya", itulah yang harus mendasari penentuan keputusannya. Segala ketidaksiapan, kekurangan skill, ketakutan tidak akan jadi hambatan dan tidak boleh jadi halangan ketika TUHAN sudah menunjuknya. Alhasil, TUHAN selalu mempunyai rencana yang matang. TUHAN telah menyiapkan supporter untuk mendukungnya sebagai tim inti. Harun abangnya, Miriam kakaknya, tua-tua Israel telah dipersiapkan oleh TUHAN.
Yitro mertuanya, Hur, Yosua dan Kaleb pun telah dipersiapkan oleh TUHAN sebagai tim yang masih jauh. Don't worry, Jika Allah di pihak kita, siapa lawan kita !

Hati TUHAN yang teriris oleh kekerasan hati Fir'aun memberikan kesempatan kepada Fir'aun untuk bertobat. TUHAN Allah sengaja memakai Musa karena TUHAN tahu pastilah Musa sangat bersungguh mempunyai belas kasihan
kepada orang Mesir. Kekerasan hati Fir'aun bukan hanya membuat TUHAN marah, tetapi Musa pun sangat marah melihat hal itu terjadi. Di hati TUHAN mungkin berpikir, "begitu bodohnyakah kau Fir'aun?, bukan 1x, bukan 2x, bukan 3x, bahkan bukan 4x dan 5x, tapi 10x kau diberikan kesempatan untuk bertobat. Kenapa tidak ambil kesempatan tersebut?"
Karena kebebalan hati Fir'aun itulah kenapa Musa menuliskan di kitab Keluaran bahwa Fir'aun berkeras hati 5x, TUHAN Allah mengeraskan hatinya 5x pula. Musa sebagai penulis Pentataukh (5 Kitab Taurat) ingin memberi tahukan bahwa sang raja Mesir ini "tidak ada obatnya lagi".

Akhirnya, apa yang menjadi "jasa Mesir" pada dahulu kala tidak lagi menjadi bahan pertimbangan. Jasa-jasa mereka (baca: Mesir) ketika Abraham dan timnya yang baru keluar dari Ur-Kasdim yang mengalami kelaparan, pengangkatan Yusuf,pemeliharaan keturunan Yakub berhenti terhitung oleh karena kedegilan hati mereka sendiri.
Enough is enough, kesempatan 400 tahun disia-siakan begitu saja !

Belajar dari sejarah ini, apakah kita masih menganggap TUHAN masih kurang cukup baik? Jangan sia-siakan kasih TUHAN !

Dia adalah TUHAN yang PENUH KASIH , tapi Dia juga TUHAN yang penuh KEBENARAN, waktu bukan kita yang miliki, pergunakan kesempatan untuk terus berubah menjadi lebih baik setiap waktu.


2 Petrus 3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar