Kamis, 14 Mei 2009

Janda Miskin dan Nabi Elisa - Bagian #1 (Sikap Hati dan Rasa Tanggung Jawab si Janda)


Nabi Elisa merupakan seorang penerus dari Nabi Elia. Dari kehidupan tokoh Alkitab ini, kita bisa belajar banyak, terutama keberaniannya untuk meninggalkan zona nyamannya sebagai anak orang kaya. Seperti halnya Petrus, Andreas, Yohanes dan Yakobus ketika dipanggil menjadi murid oleh TUHAN YESUS, Elisa pun berani meninggalkan kehidupan makmurnya untuk mengikuti nabi Elia yang pelayanannya sangat berat.

Karena sikap hatinya tsb, maka nabi Elisa dipakai oleh TUHAN sebagai hamba TUHAN yang luar biasa. Mukjizat demi mukjizat dilakukannya tentunya dengan bantuan TUHAN. Kali ini saya ingin membahas mengenai kisah seorang janda, menantu dari hamba TUHAN yang telah meninggal yang meminta pertolongan kepada nabi Elisa.

Latar belakang dari peristiwa ini berada di zaman raja Yoram, anak Ahab, raja Israel.

Kehidupan pada zaman itu tidak terlalu berbeda dengan masa kini di mana-mana orang-orang yang benar malah tidak mendapatkan tempat, justru nabi-nabi palsu dan orang-orang yang tidak mempunyai hati yang baik yang memegang tampuk pimpinan, apalagi di negeri Israel Utara yang berkedudukan di Samaria. Dengan keadaan itulah, TUHAN Allah menggunakan nabi-nabinya yang dahsyat seperti Elia dan Elisa untuk menegur dan menunjukkan kekuasaanNya menghadapi nabi Baal dan dewa-dewa lainnya.

Karena kepemimpinan yang buruk itulah, sering terjadi bahaya kelaparan, kemiskinan dimana-mana, harga barang naik melambung tinggi, bahaya penyakit timbul sebagai dampak dari kedurhakaan raja-raja. Bahkan kisah tragis muncul di mana-mana, ada kanibalisme keluarga yang terjadi:


"2 Raja-raja 6:29 Jadi kami memasak anakku dan memakan dia. Tetapi ketika aku berkata kepadanya pada hari berikutnya: Berilah anakmu, supaya kita makan dia, maka perempuan ini menyembunyikan anaknya." "


Hal yang tidak jauh berbeda terjadi dengan janda dari seorang anak dari HAMBA TUHAN. Wow.. seorang dari keluarga hamba TUHAN bisa juga mengalami hal tsb. Hamba TUHAN yang ini bukan hamba TUHAN yang sembarangan, dia adalah orang yang takut akan TUHAN. Bagaimana mungkin itu terjadi?

Dibenak anda, mari kita coba kupas,sebenarnya apa yg terjadi?
Kemungkinan yang terjadi mungkin saja:

1. Memang keadaan ekonomi yang buruk, tanggungan hidup yang besar
2. Nabi-nabi yang bersih hati disingkirkan oleh raja yang tidak baik digantikan dengan nabi palsu, padahal kalau di lihat dari latar belakangnya, janda ini harusnya masih menjadi elit keluarga Istana.
3. Pengeluaran keluarga yang terlalu boros, mungkin saja bukan

Dari ketiga kemungkinan yang terjadi, tidak akan mengubah konteks bagaimana Allah turut bekerja di dalam segala hal yang mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia yang terpilih sesuai dengan rencanaNya. Amin.

Satu hal yang baik dari janda miskin ini adalah dia datang kepada nabi TUHAN. Kita harus meneladani keputusan yang diambil oleh janda tersebut. Banyak kali kesempatan kita justru tidak mencari TUHAN di dalam hidup kita ketika mengalami masalah, tetapi kita justru mencari dunia, mengusahakan segala sesuatu dengan kekuatan kita, dengan cara kita. Mungkin saja dulunya janda ini telah berusaha dengan kekuatan pribadinya, mungkin si janda datang kepada keluarganya. Seharusnya jikalau masih ada pria dari pihak keluarga pria yang belum menikah, wajib menebus si janda (itu menurut hukum Taurat).

Ya semua mungkin sudah dilakukan sampai pada akhirnya dia menyerah dan datang kepada TUHAN ketika apa yang tertinggal hanya sebuah buli-buli dan minyak di dalamnya.
Bagi TUHAN Allah yang baik, itu tidak menjadi masalah, yang penting kita mau datang kepadaNya, seburuk apapun keadaan kita, Dia tetap menganggap kita berharga dimataNya. Kisah anak yang hilang (Lukas 15:11-32) juga cukup
menggambarkan kasih Allah pada anak-anakNya, anak yang bukan hanya sesat, tapi sudah hilang, ketika anak itu benar-benar berniat balik, di tengah perjalanan bapanya sudah menyongsongnya, apalagi Bapa kita yang di sorga.

Saat ini, keadaan kita tidak lebih buruk daripada janda di kisah di atas, kita setidaknya masih bisa tinggal di rumah yang cukup layak, mempunyai tabungan di bank, bisa makan 2-3x sehari, tidak ada hutang.
Bayangkan saudara-saudara, janda miskin ini mempunyai hutang yang besar, sehingga kedua anaknya menjadi taruhannya. Di hukum Taurat mengatur bahwa jika seseorang berhutang kepada orang lain dan tidak mampu membayar, anaknya wajib diserahkan sebagai budak dari yang memberikan hutang.
Allah bukanlah Allah yang jahat, tetapi hukum ini mengatur untuk mendisiplinkan bangsa Israel yang dianggapNya sebagai anak untuk hidup dengan baik, toh ketika semua umat Israel masuk tanah Kanaan, semua sudah dijamin, bahkan sebelum masuk ke tanah Kanaan pun, hidup mereka sudah dijamin dengan berbagai tanda-tanda ajaib dari sorga lewat Musa, hamba Allah yang setia.
Walaupun begitu, dari sudut pandang pemberi hutang, seharusnya mereka tidak berlaku tidak adil juga kepada si janda jikalau kita membaca hukum Taurat, tetapi kita tidak membahas dari sisi penagih hutang.

Satu poin plus dari sikap janda inilah adalah, dia masih mempunyai tanggung jawab terhadap kedua anaknya. Jika dia tidak melakukan sesuatu, pasti kedua anaknya akan diambil paksa menjadi budak. Bayangkan jika itu menimpa anda.
Moral dari si janda pun patut kita acungkan jempol. Berbagai alternatif bisa dilakukannya dengan cara kemanusiaannya. Beberapa kemungkinan juga bisa diambilnya yang tidak sesuai dengan prinsip TUHAN.

1. Dia bisa saja menjual dirinya sendiri menjadi pelacur.
2. Dia bisa saja merelakan anak-anaknya untuk lepas dari tanggung jawab.
3. Dia bisa menjual kedua anak-anaknya, kemudian baru itu, melunaskan hutangnya.
4. Dia mungkin saja melakukan bunuh diri, cara yang cukup logik di masa itu.

Tapi saudara-saudara, si janda tidak melakukan alternatif2 yang "bodoh" di atas, setidaknya masih ada tanggung jawab baik secara moral, sosial dan historis yang dia pegang di dalam hidupnya.
Bagi orang yang hidup di zaman modern ini yang seharusnya berpikir lebih maju dari si janda, lebih banyak orang menempuh jalur yang lebih primitif dari si janda.

Seperti kita tau, keputusan si janda adalah menemui Elisa, hamba TUHAN yang besar itu. Pilihan yang sangat tepat ! Mencari Firman TUHAN !
Firman TUHAN adalah solusi yang tepat, saudara-saudara, jika ada masalah, datanglah kepada TUHAN, terutama jika anda dewasa secara rohani, baca Firman TUHAN, tetapi jika anda masih bayi rohani,
anda bisa mencari pemimpinmu yang ditunjuk TUHAN. Cari gembalamu jikalau ada. Gembalamu yang baik tidak akan mengambil keuntungan dari anda, jikalau memang dia gembala yang baik.
Ketika si janda itu kembali kepada nabi Elisa melaporkan hasilnya, nabi Elisa tidak meminta apa-apa.

Pada akhirnya, ketika si janda taat mengikuti petunjuk Elisa, maka mukjizat pun terjadi, hutang terlunaskan, bahkan kehidupannya dicukupkan, dia beserta kedua anak-anaknya.


2Ki 4:7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."


Di bagian lain, akan saya ulas dari cara pandang berbeda Firman ALLAH yang luar biasa ini !!!!
Semoga Memberkati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar