Senin, 25 Mei 2009

Yesus diurapi Wanita Berdosa - Part #2 : Maria Magdalena

Di bagian pertama, kita telah membaca bagaimana perilaku dan motif si Simon Farisi cs di dalam menjamu TUHAN YESUS ke dalam rumahnya. Mereka mempunyai motif yang salah thdp YESUS Kristus. Di mata manusia, mungkin apa yang dilakukan oleh Simon Farisi cs adalah sesuatu yang sangat baik, mengundang seorang Yesus Kristus, sang guru, pembuat mukjizat, orang yang sangat populer.

Mungkin saja niat Simon Farisi cs adalah ingin menunjukkan kepada masyarakat saat itu mereka adalah orang yang baik, ingin mencari nama besar mendompleng nama Yesus, dll. Apa yang dilakukan mereka telah heboh di masyarakat dan menjadi bahan perbincangan yang meluas, bahkan sampai di telinga seorang perempuan pendosa yang bernama Maria Magdalena.

Ya, mungkin sebelum mengundang TUHAN YESUS ke rumah, mereka telah melakukan pengumuman di seluruh Galilea bahwa ada jamuan untuk sang Rabbi!

Ujung2nya adalah kepopuleran pribadi dan tentunya sinagog yang mereka bangun akan semakin ramai dikunjungi. Di saat ini, kita tau, banyak hamba TUHAN yang selalu mendompleng nama Yesus untuk menggapai popularitas pribadi dan ujung2nya adalah mengajak orang beribadah di gereja mereka. Memang secara general, itu adalah hal baik, mengajak orang mengenal TUHAN. Tapi kalau hanya semata dengan motif untuk mencari keuntungan pribadi melalui uang persembahan, persepuluhan, dan lain-lain, maka hal itu akhirnya akan menciptakan malapetaka bagi pribadi yang bersangkutan.

Apa yang dilakukan oleh wanita pendosa yang diidentifikasi bernama Maria Magdalena ini sangat kontras dengan apa yang dilakukan oleh simon Farisi cs.

Wanita ini yang di Injil Yohanes dikisahkan berdomisili di Betania tidak mengundang Yesus untuk datang, makan bersama Dia. Ini dilakukannya bukan karena dia sombong, tetapi karena dia merasa tidak layak untuk mengundang seorang pribadi yang sangat mulia, sang TUHAN untuk hadir ke rumahnya. Dia merasa dosa-dosanya yang begitu besar terlalu najis bagi TUHAN yang maha Kudus.

Memang dosa adalah penghalang untuk kita bertemu TUHAN, tetapi saudara-saudara, TUHAN telah berinisiatif dahulu untuk datang dan mencari kita untuk mengembalikan kita kepada pangkuanNya. Kita bisa baca dari kitab Kejadian ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka bersembunyi dari hadapan TUHAN, tapi TUHANlah yang mencari mereka dan kemudian membuat pakaian untuk mereka.

Saudara2, datanglah kepada TUHAN saat ini, berapapun banyak dosa kita yang telah kita buat, akuilah di depanNya, jangan malah berdalih seperti yang dilakukan Adam dan Hawa yang justru menyalahkan ular yang seharusnya mereka mampu jinakkan, malahan jatuh ke dalam binatang ternak yang mereka berikan nama.
Sehebat2nya kita menutupi dosa kita, kita tidak dapat membohongi sang pencipta kita. Adam dan Hawa mencoba menutupi keterlanjangan mereka dengan daun ara, tapi itu tidak akan bisa menutupi seluruh ketelanjangan mereka.

Akuilah segala dosa dan kelemahan kita, Ia adalah setia dan adil !

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.


Jika kita mengaku kita tidak berdosa, kita sudah berusaha menipu diri kita, tapi kita tidak mampu menipu TUHAN:

1 Yohanes 1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.


Pengakuan dosa kita di hadapan TUHAN adalah gerbang pengampunan TUHAN terhadap kita. Jalan selanjutnya mesti kita tempuh. Kita bisa belajar lebih lanjut dari Maria Magdalena.

1a. Tidak melewatkan kesempatan bertemu / mencari TUHAN selagi ada

Maria Magdalena ketika mendengar heboh berita Yesus ada di rumah Simon cs, dia tidak melewatkan kesempatan yang ada.


Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. (Lukas 7:37)


1b. Mempersiapkan dan Memberikan Yang Terbaik Untuk TUHAN
Dia telah mempersiapkan yang terbaik yang daripada dia untuk dipersembahkan di kaki TUHAN.


...datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. (Lukas 7:37)


Adalah sesuatu yang sangat sukar untuk kita mempersembahkan sesuatu yg paling baik untuk TUHAN, apalagi nantinya apa yang telah kita persiapkan dampaknya hanya untuk sesuatu yang kelihatannya kurang berarti (minyak wangi yang mahal itu dipakai hanya untuk membersihkan kaki TUHAN YESUS). Tapi kita tau, TUHAN melihat hati !

Saudara-saudari, janganlah melewatkan kesempatan yang ada ketika kesempatan itu ada. Waktu bukan kita yang kendalikan. Apalagi di saat2 terakhir ini, TUHAN sedang melawat umatNya.


Yesaya 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!



2. Iman Harus Disertai Tindakan - Maria Magdalena Berani Mengambil Resiko Penolakan

Maria Magdalena adalah pribadi yang sangat mengambil resiko di dalam mengikuti TUHAN. Beberapa kali dia mengambil tindakan yang cukup nekat, salah satunya adalah peristiwa ini.
Hal ini adalah kecintaannya pada TUHAN yang telah melepaskannya dari belenggu dosa yaitu tujuh setan telah diusir dari dirinya oleh TUHAN YESUS.

Kejadian yang lain adalah pada saat dia dan beberapa wanita datang menjenguk dan membawa rempab untuk membalsem "mayat" Yesus. Mereka adalah wanita-wanita yang mempunyai pengharapan, mereka melakukan hal ini menjaga tubuh YESUS supaya tidak rusak untuk menantikan kebangkitanNya, walaupun kelihatannya cenderung sedikit memakai logika manusia, tapi TUHAN tetap memperhitungkan sebagai kebenaran. Mungkin ada yang beranggapan bahwa itu adalah tradisi Yahudi untuk membalsem mayat seseorang.

Pada kejadian di perikop yang kita bahas ini, Maria mengambil tindakan dengan berani menerobos berbagai rintangan. Dia tidak sekedar mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik untuk dibawa kepada TUHAN. Tetapi lebih daripada itu, dia "menggenapi"nya dengan menerobos rasa malu yang sudah di depan mata.

Seperti kita tau, dia dikenal sebagai seorang wanita pendosa, seorang WTS tingkat tinggi yang mungkin langganannya sudah begitu banyak di kota tsb sehingga banyak orang mengenalnya.
Mungkin ibu-ibu / wanita-wanita akan mencibirnya, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat akan menghakiminya.
Mungkin saat itu, pergumulan batinnya merebak beberapa waktu sebelum berani datang kepada TUHAN.

Kala itu, ketika Simon Farisi cs mengumumkan pengumuman kehadiran TUHAN YESUS di rumah, ada peperangan bahtin yang dirasakannya, maju atau tidak? Tapi akhirnya dia berhasil untuk mengatasi ketakutannya. Ketakutan seringkali menjadi halangan kita di dalam mengikuti TUHAN.
Seringkali perasaan kita menipu kita kalau2 ketika kita ikut TUHAN, ada harus banyak yang kita korbankan. Sudah ada di dalam benak kita, waktu kita akan tersita, uang kita, karir kita, bahkan "harga diri" kita di depan TUHAN. Padahal kita tau, apa yang kita korbankan tidak pernah akan cukup untuk membayar apa yang telah TUHAN YESUS lakukan terhadap kita.

Kita tidak pernah sampai mencucurkan darah kita di atas kayu salib bukan?????

Saudara-saudara, di dalam ketakutan, tidak ada kasih. Kasih yang sempurna akan melenyapkan ketakutan. (1 Yohanes 4:18)

Justru kasih itu akan membuat kita berani.

Kecintaan akan menimbulkan keberanian, itu yang ditunjukkan Maria Magdalena saat itu. Dan itupun yang ditunjukkan oleh para rasul yang meninggalkan segalanya di dalam mengikuti TUHAN YESUS.
Barnabas di Kisah Para Rasul pun melakukan tindakan ini.

Itu juga adalah tindakan real TUHAN YESUS ketika Dia putuskan untuk menanggung penderitaan di atas kayu salib untuk membayar lunas dosa-dosa yang telah kita lakukan karena kecintaanNya pada umat manusia.

Itu juga prinsip Kerajaan Sorga:


Matius 13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
Matius 13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."


Apakah kita mempunyai prinsip seperti itu juga?


3a. Datang Kepada TUHAN Dengan Penuh Kerendahan Hati

Di artikel sebelumnya, Simon Farisi cs tidak mengundang TUHAN YESUS dengan sikap hati yang benar. Dia bukan saja menyombongkan diri ketika mengundang YESUS, tapi juga berniat mempermalukan TUHAN YESUS.

Tidak halnya Maria Magdalena, wanita ini bukan hanya datang mempersiapkan segala yang terbaik ataupun hanya datang dengan penuh keberanian, tapi dia juga datang dengan sikap hati yang benar, yaitu dengan merendahkan diri di hadapan TUHAN.

Karena menyadari kenajisan di masa lalunya, Maria Magdalena datang mungkin "tanpa disadari" oleh Yesus, mungkin tidak berani menghadap muka TUHAN YESUS. Kita bisa membayangkan saat itu, dia datang membungkuk dan sasaran pertama adalah kaki TUHAN YESUS. Dia berdiri di belakang TUHAN YESUS, bahkan sambil menangis..


Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya... (Lukas 7:38)


Air mata sering berbicara banyak makna. Orang yang sedih bisa mengeluarkan air mata,contohnya orang yang diputuskan oleh kekasih atau ditinggalkan mati oleh orang yang dikasihi. Itu adalah bentuk ratapan.
Air mata juga bisa keluar karena rasa sakit badani maupun ekspresi sakit hati. Bahkan air mata bisa keluar karena hanya akting ataupun mungkin karena memang lagi sakit mata atau karena sedang mengupas bawang.

Tapi air mata yang ditunjukkan oleh Maria Magdalena adalah bentuk ucapan syukur yang berlimpah-limpah atas pengampunan yang diterimanya. Ketika pertama kali saya secara pribadi menerima TUHAN YESUS, air mata yang saya keluarkan tidak terbendung oleh apapun, bahkan sambil terisak-isak tidak henti-hentinya.

Itu adalah air mata bahagia.Saya merasa dosa saya yang menumpuk puluhan tahun diampuni. Seperti halnya seorang yang telah dipenjara puluhan tahun karena tindakan pidana, seseorang ketika dilepaskan, ada yang melampiaskannya dengan bersujud di luar penjara, ada pula yang ke laut mencopot pakaiannya sambil berteriak "I'm free right now!" dan masih banyak ekspresi lainnya.

Semakin banyak menerima pengampunan, semakin banyak air mata yang dikeluarkan (itu menurut pendapat saya pribadi ! saya tidak tau apakah ini juga yang dirasakan anda).Maria Magdalena membasahi kaki TUHAN dengan air mata tersebut. Bahkan dengan rambutnya, kemudian dia mengeringkan kaki TUHAN.

Rambut adalah mahkota kepala bagi seseorang perempuan. Kaki YESUS yang tidak dicuci saat itu (krn tidak disediakan air pembasuhan oleh Simon si Farisi) dibersihkan dengan air mata dan rambut Maria Magdalena.

Tidak mudah untuk melakukan perkara seperti itu bagi seorang wanita. Kita tidak tau lantai rumah yang dimiliki oleh Simon si Farisi waktu itu, tetapi pada umumnya, rumah pada saat itu tidaklah dilapisi dengan batu pualam yang indah-indah. Mungkin hanya istana pejabat Romawi saja yang dilengkapi dengan batu pualam. Batu-batu sejenis itu sangat mahal.

Setelah keringpun, Maria terus mencium kaki TUHAN YESUS, apakah anda datang kepada TUHAN setiap hari dengan sikap hati spt itu?
Pemazmur berkata:


Mazmur 2:11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,
Mazmur 2:12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!


Simon si Farisi sebagai seorang normal seharusnya tersentak dengan perbuatan Maria Magdalena yang spt itu. Dari Yesus masuk ke rumah sampai makan, tidak disediakan pada Yesus air pembasuhan yang seharusnya disediakan bagi tamu sebelum masuk ke rumah. Apakah Simon lupa? Seharusnya tidak, orang Farisi jenis ini adalah orang yang selalu memperhatikan penampilan luar. Penjaga adat istiadat yang sangat fanatik.

Bahkan tidak sampai di situ saja apa yang dilakukan Maria Magdalena, ia meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi, sebuah hal yang nampaknya sia-sia saja.
Sebenarnya dengan air biasa saja sudah cukup kalau kita pikir-pikir. Sebuah perbuatan yang sia-sia,toh nantinya akan kotor lagi ketika melangkah beberapa pijakan. Tapi itu adalah bentuk penghormatan dari seorang yang merendahkan diri serendah-rendahnya,


3b. Merendakan diri kepada TUHAN di Hadapan Manusia & Deklarasi Iman

Merendahkan diri kepada TUHAN bukan berarti kita harus berdoa dengan cara Farisi yang beribadah dengan perkataan yang bertele-tele di persimpangan jalan.
Di saat ini pun kita trus menyaksikan orang bahkan sampai bersujud sampai mencium tanah, memakai atribut agama yang mencolok, mengulang-ulang doa yang sama.
Itu memang keliatannya baik di mata TUHAN, tapi bukan itu hal yang esensial di mata TUHAN. Tuhan melihat hati, bukan apa yang di depan mata.

TUHAN YESUS sendiri mengajarkan apabila kita berdoa, lebih baik kita mengunci pintu dan berdoa, maka Bapa di sorga akan memberikan reward.
Tetapi adalah tanggung jawab setiap pribadi Kristen untuk mendeklarasikan iman kita kepada TUHAN di depan umum.

Mengakui TUHAN YESUS di depan umum bukanlah pekerjaan yang mudah, bahkan kita siap untuk menerima penghinaan. Mengakui TUHAN YESUS di depan seseorang saja
kadang-kadang membutuhkan "penyangkalan" diri yang sungguh-sungguh luar biasa. Kita bisa dibilang fanatik ataupun dianggap orang aneh di lingkungan di mana tidak banyak orang seiman dengan kita.
Apalagi di akhir zaman spt ini.

Salah satu cara mendeklarasikan iman di depan umum bukan berarti berteriak-teriak "I'm Christian"... "Saya seorang pengikut Yesus".
Melalui baptisan adalah cara yang tepat yang pernah dicontohkan oleh TUHAN YESUS.
Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis adalah bentuk "adjustment" bahwa Dia ingin tinggal bersama-sama dengan kita yang berdosa, walaupun Dia tidak berdosa, seperti kita tau baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan.

Di kisah Perjanjian Lama, Raja Daud adalah contoh dari seorang raja yang berani merendahkan diri kepada TUHAN di depan rakyatnya.
Adalah hal yang tidak mudah "menelanjangi" diri di depan umum, bahkan istrinya sinis dengan apa yang dikerjakan oleh Raja Daud. Tapi Daud tidak peduli, bahkan dia rela melakukan hal yang lebih ekstrim hanya untuk TUHAN. Itulah sebabnya TUHAN ALLAH begitu berkenan kepada Daud sehingga dia disebut orang yang berkenan di hatiNya.

Para rasul di pelayanan mereka pun melakukan perkara yang sama, rasul Petrus dan Yohanes, rasul Paulus merupakan contoh lainnya. Dan jika kita baca di Alkitab, saya pun yakin anda bisa menemukan beberapa tokoh lainnya.

Maria Magdalena juga melakukan hal yang sama, di depan umum, apalagi di depan Farisi, dia tidak segan-segan melakukannya.
Bahkan sebenarnya kalau peka, Simon Farisi harusnya malu dengan apa yang dilakukan oleh Maria Magdalena. Sungguh ini adalah pelajaran yang mahal bagi seorang yang memahami hukum spt dia. Seharusnya pada saat itu dia mengoyakkan badan dan menaruh abu di atas kepalanya, tapi dia mencibir dalam hati.

Saudara-saudara, jika kita malu untuk mendeklarasikan iman kita, pada hakekatnya kita sudah menyangkal Dia yang telah mati untuk kita. Bahkan Dia tidak malu menanggung malu di atas kayu salib.


Lukas 9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.


Iman kita harus dibuktikan dengan perbuatan !


Pesan Akhir

Simon si Farisi dkk mendapatkan pelajaran yang berharga dari sikap hati Maria Magdalena, seperti tim sepakbola yang dipermalukan di kandangnya sendiri oleh tim "underdog".
Sikap hati merendahkan diri kepada TUHAN yang diperlihatkan Maria Magdalena berhasil "mempermalukan" Simon si Farisi dkk.

Pada akhirnya TUHAN YESUS begitu mengasihi keluarga Maria Magdalena.. kita bisa baca di Injil Yohanes.
Dan kita tau, pada akhirnya Maria berani mengundang Yesus makan bersama keluarganya dan kembali mengurapi TUHAN, bukan lagi sekedar kakiNya, tapi dari kepala sampai dengan kakiNya, itupun bukan lagi sebagai pribadi yang berdosa, tetapi pribadi yang sudah dipulihkan dan dilayakkan oleh TUHAN. Dan pujian dari TUHAN YESUS adalah :

"Matius 26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar