Selasa, 24 Agustus 2010

Suara Hati dan Suara Roh Kudus


Yeremiah 14:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai para nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak mengutus mereka...


Pernahkah kamu mendengar teman-teman atau pendeta atau siapapun mengatakan "Roh Kudus berkata" , "Roh Kudus berbicara" atau sejenisnya? Kalau saya sering. Kalau anda juga sering (atau anda sendiri selalu berasumsi seperti itu), mungkin lebih baik kita sikapi dengan bijak.
Saya yakin dan percaya bahwa TUHAN melalui kuasa Roh Kudus ke dalam pribadi orang percaya mampu berbicara kepada kita, dan memang Dia senantiasa yang ingin berbicara kepada kita.

Dia adalah TUHAN yang dekat di hati kita. Tapi persoalannya, apakah kita siap? apakah kita benar-benar peka? Pertanyaan inilah yang harus kita jawab.

Yang harus kita lakukan sebagai orang percaya adalah menguji segala sesuatu seperti apa yang menjadi pesan rasul Paulus.


"1 Tes 5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik."


Ketika orang mencoba meyakinkan akan kita bahwa mereka mendengar suara TUHAN atau diri kita mendengar suara TUHAN, beberapa hal yang harus kita lakukan adalah:

1. Periksa Diri

Jika kitalah yang merasa mendengar suara TUHAN, ada baiknya kita periksa diri kita sendiri dulu.
Area-area yang mesti kita periksa adalah kehidupan sehari-hari kita.
Lalu, area mana saja?

a. Kekudusan Hidup

Apakah kita telah menjalani kekudusan hidup? Terutama kekudusan hati? Ingat, jika kita adalah seorang yang hidupnya masih menyimpan dosa, baik dosa yang nampak di perbuatan maupun dosa di dalam hati yang tidak nampak, maka sebaiknya anda meragukan suara yang anggap sebagai suara Roh Kudus atau Roh Kudus telah berbicara kepada kamu. Jika memang benar pun, mungkin itu berupa teguran dan anda harus merespon teguran tersebut.

Kita jangan terjebak dengan film-film Hollywood mengenai orang-orang yang hidup tidak tertib, tetapi di sisi lain mereka seolah-olah mempunyai karunia-karunia Roh dari TUHAN.

b. Ketulusan Hati

Ketulusan hati adalah modal yang paling mendasar yang harus dimiliki sebagai orang Kristen. Jika ada motivasi-motivasi hati yang salah ketika mengikuti TUHAN, saya berani katakan bahwa Roh Kudus tidak akan pernah memakai anda untuk menyampaikan sesuatu pesan kepada orang lain. Sekali lagi, jika teguran terhadap anda, saya lebih yakin.

Jikalah kita tidak memiliki kekudusan hidup dan ketulusan hati, rasanya TUHAN tidak akan memakai "bejana yang kotor untuk menyalurkan air".

"2 Korintus 6:15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial?"

"Amos 3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?"

c. Suasana hati

Yang paling unik adalah poin ini. Masalah ini yang kadang-kadang susah dibedakan. Seperti kita tau, sebagai manusia yang terus menjalani hidup, ada kalanya suasana hati kita sedang mengalami masalah, terutama masalah yang berhubungan dengan orang lain. Masalah dengan orang lain tersebutlah yang
seringkali mempengaruhi suasana hati, terutama kalau kita berbicara mengenai sisi negatifnya. Suasana hati akan mempengaruhi subjektivitas dan objektivitas kita.

Nah, jika pada suatu saat bermasalah dengan orang lain dan pada saat yang sama anda merasa Roh Kudus membawa pesan kepada orang tersebut yang sedang cekcok dengan kita, ada baiknya anda berhati-hati. Jangan-jangan itu adalah suara hati anda sendiri. Apalagi kalau pesannya adalah hal yang negatif kepada orang tersebut. Lebih baik anda berdoa dan konsultasikan "suara Roh Kudus" tersebut dengan mentor atau gembalamu. Minimal, tegurlah dirimu sendiri dulu. Mungkin TUHAN berpesan justru kita berdamai dengan orang tersebut.


Jikalau teman anda yang beranggapan telah mendengar suara TUHAN, maka periksa hidup mereka. Lihat kehidupan sehari-hari, cek juga beberapa poin di bawah ini.

2. Sesuai FIRMAN TUHAN

"2 Petrus 1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia"

Poin ini juga penting. Ketika suara Roh Kudus berbicara, pastilah pesan yang dibawa tidak akan keluar dari jalur Alkitab.
TUHAN telah merancang sebuah frame yang tidak akan dilanggar oleh diriNya sendiri. Segala nubuatan para nabi dari zaman ke zaman pun seperti itu. Manusia saja malu menjilat ludah sendiri, apalagi TUHAN?

Jika kamu mendengar orang-orang mengatasnamakan Roh Kudus, misalnya anda sendiri, teman anda, mentor anda, pendeta / pastor anda, tetapi apa yang disampaikannya berbeda, atau justru bertentangan dengan prinsip Alkitab, jangan percaya apa yang menjadi perkataannya.


Mat 24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Mar 13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Luk 21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.



Galatia 1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.


3. Christ Centered atau Self-Centered


Yohanes 16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.


Jika ada orang, bahkan pendeta atau gembala sidang atau siapa pun namanya berbicara, berkhotbah atau bernubuat, tetapi apa yang keluar dari mulutnya selalu berpusat pada diri mereka sendiri misalnya demi keinginan mereka sendiri walaupun kedengarannya sesuai dengan Firman TUHAN tetapi tidak berpusat pada Yesus Kristus, maka kita meski juga waspada. Ingat, orang bisa saja mengambil sepotong-potong ayat di Alkitab untuk membenarkan keinginan hati mereka.
Iblis juga bisa memakai Firman TUHAN saat mencobai TUHAN Yesus di padang gurun. (baca Matius 4)

Jangan percaya walaupun mereka mengatakan mendapatkan mimpi, penglihatan, mendengar suara Roh Kudus berbicara dan sebagainya, jika segala sesuatu yang dibicarakan adalah berfokus pada diri mereka sendiri. Ada tipe-tipe manusia yang mencoba memanipulasi manusia lain demi kepuasan dan kesombongan pribadi.

Mungkin saat ini saya hanya bisa membagikan 3 point penting ini untuk direnungkan, tetapi yang paling penting adalah buah Roh Kudus nampak pada kehidupan orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus.

Marilah terus menjaga hati baik itu motivasi hati maupun suasana hati sehingga kita tidak terjebak kepada hal-hal yang nampaknya adikodrati padahal sebenarnya justru kebalikannya.
Teruslah membaca Firman TUHAN sehingga kita bisa membedakan mana yang baik, mana yang berkenan dan mana yang sempurna.

Di akhir zaman ini, sudah diperingatkan jelas bahwa akan muncul guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu yang berbicara "seperti anak Domba" (Wahyu 13:11).


Mat 24:23 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.

1 Yohanes 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.


Jika kita tidak peka karena jarang membaca Alkitab, kita akan mudah terombang-ambing oleh permainan palsu dunia ini.
Ingat dunia ini semakin jahat, Tuhan Yesus memperingatkan bahwa penyesatan pasti muncul dan sekiranya mungkin, ada orang-orang benarpun bisa disesatkan. Alkitab yang ada di tangan kita sudah melewati berbagai zaman dan penganiyaan, telah ada "noda darah" para martir yang berjuang untuk kebenaran Alkitab sehingga sampai kepada tangan kita saat ini.


2 Timotius 3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
2 Timotius 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
2 Timotius 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.



Galatia 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
Galatia 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar