Minggu, 26 April 2009

Yesus diurapi perempuan berdosa #1 - Simon si Farisi & CS

Perikop di dalam Alkitab ini begitu menyentuh sekaligus begitu menguatkan bagi saya dan mungkin bagi anda, terutama kepada orang-orang yang merasa dirinya sangat direndahkan, berdosa, tidak layak, kotor, najis dan sebagainya.

Di dalam kisah ini diceritakan bahwa seorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya bersama-sama dengan beberapa rekannya.


Luk 7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.


Jika anda perhatikan baik-baik, motif dari Farisi yang bernama Simon tsb mengundang Yesus makan bukanlah dengan maksud yang baik. Ada kesan Simon si Farisi ingin mempermalukan TUHAN YESUS.

1. Dia tidak menyediakan air pembasuhan kaki (padahal sebagai seorang Farisi yang tahu dan sangat memegang adat istiadat, Simon si Farisi harusnya sudah "katam". Sudah menjadi satu kebiasaan yang tidak akan hilang dari bagian hidupnya).
, tidak menciumnya saat masuk ke rumah sebagaimana yang harus dilakukan untuk menghormati sesama Yahudi,

2. Dia tidak sediakan air pencuci tangan sebelum makan. Dengan tidak menyediakan air pencuci tangan saja, hal ini ingin mempermalukan nama TUHAN YESUS.
Seperti kita tau, di bagian Alkitab lain, orang-orang Farisi dan ahli Taurat menganggap najis tidak cuci tangan sebelum makan.



Mat 15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
Mar 7:2 Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.


Luk 7:44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
Luk 7:45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
Luk 7:46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.


Ada unsur kesengajaan untuk mempermalukan TUHAN YESUS ketika kita perhatikan bahwa Simon si Farisi mengundang pula teman-temannya yang mencemooh TUHAN YESUS di akhir perikop.

Seperti kita tau, kesaksian 2 orang atau lebih dianggap sah untuk sebuah kesaksian, dalam hal ini "mempermalukan TUHAN YESUS".

Luk 7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"


Seringkali kita sebagai umat Kristen juga melakukan hal yang sama. Mungkin ada yang tidak sudi kalau hatinya tidak mengundang TUHAN YESUS masuk bertahta sebagai TUHAN, ada yang hanya mengharapkan YESUS sebagai JURUSELAMAT saja. Setiap ada masalah saja, baru benar-benar mengundang TUHAN YESUS.

Tuhan diibaratkan sebagai PEMADAM KEBAKARAN dan PENYEDIA KEBUTUHAN. Ada juga jenis Kristen yang kalau tidak hati-hati akan sama dengan si Simon Farisi. Ketika TUHAN YESUS sudah masuk ke HATI kita, dengan perbuatan kita yang tidak layak, kita menyandungi orang-orang. Akibatnya, nama TUHAN dinajiskan orang.

Atau mungkin anda mengundang TUHAN YESUS hanyalah sebagai seorang GURU saja, tidak lain. TUHAN YESUS hanya diperlukan sebagai PENGAJAR FIRMAN TUHAN, setelah anda terima, tidak anda lakukan??
Atau hanya menganggap TUHAN YESUS sebagai seorang nabi, dia hanya pembuat mukjizat di hati anda?

Di manakah golonganmu ?

To be continue..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar